Oei Tiong Ham, Juragan Opium Terkaya Se-Asia Tenggara yang Tinggal di Indonesia

oleh Adi Nugroho
12:00 PM on Oct 6, 2016

Siapa sangka kalau di Indonesia pernah hidup seorang pebisnis yang namanya sampai terkenal ke Eropa dan Amerika. Berkat semangat juang dan strategi dagang yang sangat hebat, dia mampu mengeruk uang yang cukup banyak. Bahkan, jika dibandingkan dengan emas, dia bisa memiliki 20 ton emas murni yang harga bisa mencapai triliunan rupiah di abad ke-19 dan 20.

Pria keturunan Tionghoa bernama Oei Tiong Ham ini dikenal sebagai juragan opium atau penduduk lokal menyebutnya dengan madat. Selain menjual narkoba yang kala itu harga sangat mahal, dia juga dikenal sebagai juragan gula terkaya di Hindia Belanda. Berikut kisah tentang Oei Tiong Ham yang jejaknya masih tersisa di Indonesia.

Baca Juga
5 Sepeda Balap Termahal di Dunia yang Harganya Bisa Bikin Kamu Miskin dalam Sekejap
Inilah 4 Negara yang Dulunya Kaya Raya namun Sekarang Terluntah Akibat Korupsi

Kehidupan Pribadi Oei Tiong Ham

Oei Tiong Ham adalah pria Tionghoa yang lahir di Semarang pada tahun 1866. Dia hidup dari keluarga pedagang yang secara tidak langsung membuat jiwa berdagangnya meningkat. Setelah semua warisan keluarga diturunkan padanya, Oei Tiong Ham mulai mengembangkan bisnis lain yang cukup menguntungkan dari jual beli madat atau opium yang banyak dikonsumsi oleh penduduk lokal hingga residen Belanda.

oei tiong ham [image source]
oei tiong ham [image source]
Sadar dengan kekayaan yang melimpah, Oei Tiong Ham menikah dengan 8 orang wanita. Dari pernikahan ini dia dikarunai 26 anak yang juga diajari untuk melakukan perdagangan. Setelah meninggal di usia 57, semua bisnis diberikan kepada anak-anaknya meski akhirnya runtuh dan tidak menyisakan apa-apa.

Memonopoli Bisnis Madat di Hindia Belanda

Madat atau candu mulai masuk ke kawasan Hindia Belanda pada awal abad ke-19. Saat Raffles menjadi Gubernur Jenderal, dia memberikan keleluasaan kepada pedagang Tionghoa untuk menjadi pakter atau penyewa lahan. Dia juga memberikan aturan untuk menjadikan pedagang Tionghoa sebagai pemegang lisensi penjualan madat yang memiliki keuntungan cukup banyak.

pecandu madat [image source]
pecandu madat [image source]
Keuntungan yang banyak dari jual beli madat ternyata membuat banyak pedagang lengah. Mereka akhirnya bangkrut dan Hanya bersisa beberapa pakter saja. Melihat peluang dari habisnya pedagang madat, Oei Tiong Ham mulai masuk dan mengambil keuntungan sebesar-besarnya. Dia mampu bertahan meski semua pakter madat harus gulung tikar dan memulai bisnis lainnya.

Jumlah Kekayaan dari Oei Tiong Ham

Sebagai seorang pakter madat, keuntungan yang dimiliki oleh Oei Tiong Ham sangatlah besar. Selama menjalani bisnis di tahun 1890 hingga 1903, dia mendapatkan keuntungan nyaris 20 juta gulden Belanda. Jika uang itu ditukar dengan emas, dia bisa mendapatkan 2,5 ton emas yang nilainya bisa mencapai 1,2 triliun rupiah di kala itu. Kalau di zaman sekarang mungkin bisa lebih banyak.

istana oei tiong ham [image source]
istana oei tiong ham [image source]
Selain mendapatkan keuntungan dari bisnis madat, dia juga dikenal sebagai juragan gula. Pabrik pengolahan gulanya tersebar di banyak tempat di pulau Jawa. Di Semarang, dia memiliki rumah pribadi yang besar dan megahnya seperti sebuah istana. Saat ini bangunan istana dari Oei Tiong Ham masih tersisa meski banyak bagian yang rusak.

Bisnis yang Akhirnya Berakhir Mengenaskan

Seiring dengan berkembangnya dunia perdagangan di Hindia Belanda, perusahaan yang dirikan oleh Oei Tiong Ham terus ditekan oleh Belanda. Aturan sewa yang naik dua kali lipat membuatnya pindah ke Singapura. Setelah dia meninggal di negeri merlion, perusahaan besar itu ditangani oleh anak-anaknya hingga Indonesia merdeka dan diakui oleh dunia internasional secara de jure.

keturunan oei tiong ham [image source]
keturunan oei tiong ham [image source]
Apa yang dilakukan oleh perusahaan miliki Oei Tiong Ham ternyata dianggap tidak benar oleh pemerintah Indonesia. Akhirnya pada tahun 1961, perusahaan dagang terbesar di Asia Tenggara ini resmi runtuh. Banyak aset dari perusahaan yang direbut sehingga keturunan dari Oei Tiong Ham tidak bisa melakukan apa-apa. Si raja candu dan gula Asia Tenggara mengakhiri masa dinastinya dengan sempurna.

Inilah kisah dari Oei Tiong Ham yang merupakan juragan candu terkaya di Asia Tenggara. Dari kisah di atas kita bisa belajar bahwa sekaya apa pun kita, suatu saat harga

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA