7 Obat-Obatan Berbahaya yang Bisa Membunuhmu Dalam Beberapa Menit Saja

oleh Rizal
15:00 PM on Aug 14, 2015

Pemerintah kita begitu concern dengan obat-obatan terlarang. Sampai-sampai, mereka memberlakukan hukuman yang sangat berat bahkan kematian untuk siapa pun yang terlibat dengan barang haram ini. Kenapa demikian? Tidak ada alasan lain selain karena obat-obatan ini berpotensi besar membunuh manusia, membuat penggunanya jadi orang tidak waras dan sederet efek negatif lainnya.

Ada begitu banyak macam obat-obatan terlarang yang beredar di luar sana. Hampir semuanya sangat berbahaya dan berdampak besar bagi penggunanya baik secara fisik dan mental. Kita sangat perlu untuk mengetahui masing-masing jenisnya agar bisa terhindar dari pengaruh buruknya. Nah, jenis obat-obatan apa saja sih yang paling berbahaya di dunia? Berikut daftarnya.

Baca Juga
5 Hal Menjengkelkan Tentang SEA Games di Malaysia Ini Bikin Indonesia Meradang
Dinobatkan Jadi Atlet Tercantik dan Terseksi SEA Games 2017, Ini Lho Pesona Lindswell Kwok Yang Bikin Indonesia Bangga

1. Crystal Meth

Dikenal juga dengan nama methamphetamine. Crystal Meth adalah obat-obatan yang sangat mudah menyebabkan ketergantungan dan juga berdampak buruk terhadap sistem syaraf pusat si penggunanya. Biasanya Crystal Meth berwarna sebening kristal, biru terang atau berbentuk kristal putih tulang dengan penggunaannya biasanya dihisap atau disuntikkan.Crystal Meth pertama kali dikenal lewat sebuah serial televisi Amerika berjudul Breaking Bad.

Crystal Meth [Image Source]
Crystal Meth [Image Source]
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, Crystal Meth akan membuat penggunanya terganggu sistem syaraf pusatnya. Si pengguna akan merasa melayang gara-gara mereka sudah tidak bisa merasakan kesadaran. Penggunaan yang berlebihan akan membuat si pengguna mati dalam hitungan menit.

2. MDMA

MDMA adalah sejenis ekstasi tapi lebih murni. Obat-obatan ini biasanya ditemukan di pesta-pesta anak muda atau di diskotik. Menurut penggunanya, obat ini akan membuat mereka nyaman dan tenang. Mereka juga lebih bisa dekat dengan sekitar dan entah kenapa jadi tiba-tiba punya tenaga yang tidak ada habisnya. Ini dibuktikan dengan betapa para pengguna ini tidak akan pernah lelah menari sampai pagi.

MDMA [Image Source]
MDMA [Image Source]
MDMA ini membuat jantung penggunanya berdetak lebih cepat sehingga membuat aliran darahnya mengalir sangat deras. Penggunaan yang berlebihan akan menyebabkan gagal jantung dengan cepat. Meskipun demikian, banyak kasus kematian overdosis MDMA disebabkan karena meningkatnya suhu tubuh secara drastis.

3. Ketamine

Obat ini biasanya digunakan para dokter untuk membius manusia atau hewan sebelum melakukan treatment lebih lanjut. Sayangnya, peredarannya cukup mudah ditemui di toko-toko obat. Ketamine biasanya ditemukan dalam bentuk cair atau bubuk dengan penggunaan disuntik atau dihirup langsung.

Ketamine [Image Source]
Ketamine [Image Source]
Penggunaan obat ini tanpa prosedur akan membuat seseorang mudah berhalusinasi. Sedangkan ketika dipakai dalam dosis berlebih akan membuat si pengguna mati dalam hitungan menit. Hal ini dikarenakan Ketamine jumlah besar tersebut mengganggu sistem pernafasan dan juga peredaran darah ke jantung.

4. Opiate

Opiate memiliki kecenderungan dengan beberapa obat-obatan lain semisal, codeine, morphine dan vicodin. Opiate digunakan oleh dokter sebagai obat untuk treatment terhadap luka. Meskipun demikian, sifatnya super adiktif alias ketergantungan tinggi. Penggunaan obat ini secara ilegal akan menyebabkan si pengguna merasakan sensasi euforia, merasa terbang tinggi dan semakin tinggi ketika mereka makin banyak mengonsumsinya.

Opiate [Image Source]
Opiate [Image Source]
Cukup banyak kematian yang disebabkan oleh obat ini di Amerika. Mayoritas dikarenakan penggunanya sambil mengendarai kendaraan dan berakibat kecelakaan. Ketika digunakan sekaligus dalam jumlah yang banyak akan membuat si penggunanya mati mendadak lantaran gagal jantung dan gangguan sistem pernafasan.

5. Krokodil

Krokodil adalah obat-obatan yang cukup terkenal namanya di kalangan gangster dan biasanya digunakan sebagai alternatif pengganti morfin dan sebagainya. Harganya dibanderol lebih murah bahkan bisa dibuat di rumah, meskipun begitu efeknya jauh lebih mematikan dari morfin. Penggunaannya biasanya disuntikkan.

Krokodil [Image Source]
Krokodil [Image Source]
Selain memicu halusinasi, merasakan sensasi terbang, penggunaan Krokodil sangat berbahaya untuk kulit. Selain akan positif terkena infeksi kulit, penggunanya juga akan dihantui luka luar seperti borok parah. Sekali digunakan Krokodil akan bersemayam bersama darah dan jadi racun. Obat ini juga bisa membunuh si pengguna dalam hitungan menit jika digunakan cukup banyak sekaligus.

6. LSD

LSD dibuat dari bahan-bahan alami tapi mematikan yakni jamur yang tumbuh di biji-bijian, mulai beras sampai gandum. Bentuknya bisa dikemas dengan sangat beragam, bisa kristal, bubuk, tablet, atau likuid. Penggunaan LSD ini akan memicu seseorang untuk berhalusinasi hebat dan mood tiba-tiba berubah. Efek sampingnya, si pengguna akan mudah cemas, emosi, dan tiba-tiba panik.

LSD [Image Source]
LSD [Image Source]
Penggunaan berlebihan akan membuat si pemakai akan merasa dikungkung dalam sebuah ruangan sempit sebelum akhirnya mati. Lagi-lagi, kematiannya dipicu oleh gagal jantung dan terganggunya sistem pernafasan.

7. Scopolamine

Dikenal juga dengan nama ‘The Devil’s Breath’, obat-obatan ini jadi yang paling mematikan di dunia. Scopolamine berasal dari tumbuhan dan banyak ditanam di kebun-kebun orang Kolombia. Penggunaan bahan ini akan membuat si pemakai akan kehilangan sebagian memorinya. Bahkan ia bisa langsung tidur lelap dalam beberapa jam atau hari sekaligus.

Scopolamine [Image Source]
Scopolamine [Image Source]
Pengaruh paling mengerikan dari tumbuhan ini adalah ia bisa membuat seseorang lupa diri dan mudah menuruti perintah yang tidak logis. Seumpama si pengguna disuruh melompat dari atas tebing, maka tanpa ragu ia akan melakukannya.

Sudah mengetahui bentuk dan akibatnya, maka jangan sekalipun penasaran. Sangat sulit untuk terlepas dari pengaruh obat-obatan ini begitu bergumul dengannya. Rehabilitasi dalam jangka waktu yang lama hingga prosedur medis menyakitkan jadi hal yang pasti akan dialami jika si pemakai ingin terlepas dari pengaruhnya.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA