Sutiyem, Nenek 95 Tahun Dari Gunung Kidul yang Masuk Nominasi Aktris Terbaik Festival Film ASEAN

Nampaknya Mbah Sutiyem satu-satunya nominasi aktris terbaik yang tak bisa baca tulis…

oleh Aini Boom
09:00 AM on May 8, 2017

Bagi seorang pelaku seni peran, dinominasikan sebagai aktor atau aktris terbaik dalam festival film internasional tentu suatu kebanggaan. Karena tak dipungkiri, kebanyakan dari pelaku seni butuh waktu bertahun-tahun lamanya hanya untuk bisa masuk jajaran nominasi aktris terbaik dari ajang bergengsi. Dan untuk kasus satu ini, aktor dan aktris terkenal tanah air patut iri pada sosok Ponco Sutiyem yang berhasil menembus nominasi dalam ajang AIFFA 2017.

Keberuntungan itu berpihak pada wanita asal Gunung Kidul ini. Pasalnya meski baru pertama kali menjajal dunia akting, pemeran utama film Ziarah tersebut telah masuk nominasi aktris terbaik . Dan kerennya, nenek 95 tahun ini dikabarkan jadi nominasi potensial yang akan  melawan beberapa aktris kenamaan dari negara-negara yang tergabung dalam ASEAN.

Baca Juga
Menengok Gaji dan Tunjangan Gubernur dan Wagub DKI, Kalau Dijumlah Bisa Beli Kerupuk 3 Kontainer
4 Kejadian Generasi Micin Pingin Ngeksis Tapi Gak Tahu Tempat Ini Bikin Netizen Geram

Mbah Sutiyem, Nenek 95 Tahun Asal Gunung Kidul

Sosok Mbah Sutiyem [image: source]
Nama lengkap nenek itu adalah Ponco Sutiyem. Di usia mencapai 95 tahun, nenek yang harusnya menikmati masa tuanya dengan tenang itu masih harus bekerja keras. Nenek yang biasa di sapa Mbah Sutiyem itu rajin bertanam jagung di dekat rumahnya yang berada di  Dusun Batusari Desa Kampung Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunung Kidul. Bersama suaminya  Ponco Sentono yang kini berusia 100 tahun, Mbah Sutiyem menjalani kehidupan damainya di desa kecil itu.

Bukan Aktris Professional dan Tak Bisa Membaca

Mbah Sutiyem sedang memilah kacang hasil panen [image: source]
Meski menjadi pemeran utama film Ziarah, Mbah Sutiyem tentu bukanlah artis professional. Selain itu Mbah Sutiyem adalah satu-satunya nominasi aktris terbaik yang tak bisa membaca alias buta huruf. Dalam proses pembuatan film, Sutiyem hanya mengikuti arahan sutradara dengan baik. Dirinya pun tak minder beradu peran dengan beberapa pemain lainnya.

Mbah Sutiyem Pernah Merasakan Kehidupan Pedih Zaman Peperangan

Mbah Sutiyem dan suami [image: source]
Pemilihan Mbah Sutiyem sebagai pemeran utama film bukan dilakukan asal-asalan. Tim film Ziarah telah berkeliling ke berbagai desa untuk mencari lansia yang memungkinkan untuk berakting. Lalu pada diri Mbah Sutiyem tim menemukan semangat dan figure autentik. Sebab dalam kenyataannya, Mbak Sutiyem memang pernah mengalami masa perang. Maka sosok perempuan ini cocok memerankan peran dengan latar zaman agresi mileter II Belanda. Salah satu pengalaman yang masih diingat Mbah Sutiyem adalah saat rumahnya di bom. Kala itu, bom berhasil menjebol pintu rumahnya. Perempuan itu pun lari dengan menggendong anak pertamanya yang masih berusia kurang dari seminggu dan masuk ke dalam lubang untuk melindungi diri.

Mbah Sutiyem Saingan Berat Aktris-Aktris Kenamaan ASEAN

Kemampuan akting Mbah Sutiyem dalam film Ziarah nyatanya telah menarik perhatian dewan juri AIFFA 2017. Para juri yang terdiri dari U-Wei bh HJ Saari (Malaysia),Maxine Williamson (Australia), Raymon Red (Filipina), Siti Kamaluddin (Brunei), dan Eddie Cahyono (Indonesia) itu pun memasukkan nama Mbah Sutiyem dalam nominasi aktris terbaik.

Akting Mbah Sutiyem dalam film Ziarah [image: source]
Digadang-gadang memiliki kemampuan akting yang autentik, Mbak Sutiyem termasuk nominasi potensial yang akan menyaingi aktris-aktris ASEAN terbaik lainnya. Mereka di antaranya adalah Subenja Pongkorn dari Laos, Ngoc Thanh Tam dari Vietnam, Al-Al Delas Allas dari Filipina, dan terakhir Cut Mini dari Indonesia.

Prestasi Film Ziarah yang Dibintangi Mbah Sutiyem

Film Ziarah [image: source]
Lakon yang diperankan Mbah Sutiyem dalam film Ziarah adalah tokoh Sri. Cerita berawal dari keinginan Sri untuk mencari suaminya yang hilang saat agresi militer II Belanda. Hal ini dilakukan sebab Sri ingin dikuburkan di samping makam sang suami ketika meninggal nanti. Ziarah sendiri merupakan film yang mendapat banyak prestasi. Di antaranya film ini  telah dinobatkan sebagai Film Terbaik di Salamindanaw Film Festival dan Skenario Terbaik versi Majalah Tempo. Sedangkan pada Film Festival and Awards tingkat ASEAN, Film Ziarah masuk dalam empat nominasi. Selain Mbah Sutiyem dalam nominasi Best Actress, ada juga nominasi Best Film, Best Director, dan Best Screenplay untuk film Ziarah.

Dari kisah ini, kita bisa belajar bahwa pengalaman pahit suatu saat akan berbuah manis. Contohnya Mbah Sutiyem, meski dulunya ia harus mengalami pahitnya hidup di masa perang, kini hal itu membawa peruntungan. Pengalaman itu nyatanya membawa Mbah Sutiyem disejajarkan dengan aktris-aktris terbaik di ASEAN. Keren bukan?

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
5 Artis Cilik Zaman Dulu yang Penampilannya Sekarang Bikin Kita Mangap Gak Percaya Potret Kehidupan Mewah Anak Orang Kaya di Hong Kong yang Dijamin Membuatmu Melongo 7 Wanita Tercantik di Jepang ini Bikin Dengkul Lemes Orang-orang yang Dulunya Terkenal Ini Kini Nasibnya Berputar 180 Derajat Pria Menikahi Boneka yang Ceritanya Menuai Kontroversi, Ternyata Kenyataannya Bikin Nyesek Inilah 11 Status Kocak “Emak Zaman Now” di Medsos yang Bikin Minder Anak Muda Karena Kalah Eksis Bukan So Sweet, 10 Foto Prewedding Ini Malah Punya Konsep Kocak Abis, Pasti Ketawa Liatnya Sempat Jadi Terkenal Secara Instan, Seperti Ini Nasib 4 Artis Dadakan yang Karirnya “Terjun Bebas” Kisah Sedih Eva, Calon Pengantin Yang Tertabrak Kereta Saat Mengantar Undangan Pernikahannya 16 Foto Ini Jadi Bukti Kalau Orang Indonesia Kreatifnya Bukan Main
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA