Salut, di Beberapa Negara ini Para Pelajar Digaji Layaknya Seorang Pegawai

Hanya modal sekolah perbulannya ada yang sampai sebelas juta, betah deh

oleh Arief Dian
16:00 PM on Jun 22, 2017

Bukan lagi rahasia kalau pendidikan di Indonesia masih menjadi problematika. Predikat mahal seolah terus menempel pada ranah edukasi di negeri ini. Oleh sebab itu masih banyak para generasi muda yang sama sekali belum mengenyam bangku sekolah. Pemandangan seperti sudah menjadi hal yang biasa sekarang ini.

Namun berbeda dengan beberapa negara di dunia ini. Pasalnya bukan hanya menggratiskan pendidikan, bahkan mereka membayar siapa saja yang mau sekolah. Yang jelas kita bakal langsung kaya hanya dengan modal sekolah saja, dapat pendidikan pula. Jadi negara mana saja itu? Simak ulasan berikut ini.

Baca Juga
Dinobatkan Jadi Atlet Tercantik dan Terseksi SEA Games 2017, Ini Lho Pesona Lindswell Kwok Yang Bikin Indonesia Bangga
Inilah 4 Bukti Kalau Pengguna Medsos yang Ada di Indonesia Polosnya Bukan Main

Di negara ini modal sekolah dapat gaji karyawan

Sangat unik kebijakan di salah satu negara Skandinavia ini. Pasalnya kalau kamu sekolah di negara ini pasti bakal mendapatkan tunjangan setiap bulannya. Apalagi biaya sekolah di sini ternyata seratus persen gratis. Jadi uang tunjangan tersebut bisa digunakan untuk membeli makan atau kebutuhan pokok lainnya. Unik memang, tapi seperti itulah peraturan yang ada di Swedia.

Denmark [image source]
Setiap bulannya, setiap siswa akan mendapatkan tunjangan sekitar Rp 2,4 juta. Oleh sebab itu pendidikan di sana lumayan maju, soalnya masuk sekolah saja dibayar pemerintah. Upaya pemerintah Swedia untuk meningkatkan taraf pendidikan terbilang sangat berhasil. Buktinya pendidikan di Swedia masuk jajaran negara dengan kualitas terbaik.

Sekolah di sini bisa beli motor tiap bulan

Lain di Swedia, lain pula yang ada di Denmark. Negara yang satu ini sempat mendapatkan masalah karena turunnya minat para pelajar untuk melanjutkan ke universitas. Untuk itu pemerintah Denmark mengambil sebuah kebijakan khusus untuk mengembalikan minat para pelajar itu dengan cara membiayai. Tidak semua warga Denmark dapat pembiayaan ini.

Swedia [image source]
Pasalnya ada syarat khusus jika ingin dapat tunjangan pemerintah tiap bulan. Khususnya, lulusan SMU yang memilih berkuliah di luar kota. Merekalah yang mendapatkan tunjangan hidup setiap bulannya. Tidak main-main, sekitar Rp 11 juta akan mereka terima pada penghujung bulan. Bisa dibilang kalau Denmark ini menjadi surga  bagi para anak kos.

Di Australia semua serba dibiayai

Kalau di negara Kanguru pemerintah di sana sangat gencar untuk mengajak para warganya untuk kuliah. Sangat banyak sekali beasiswa yang ditawarkan oleh Australia itu bahkan sudah masuk beberapa tunjangan untuk kebutuhan sehari-hari. Namun yang paling banyak adalah beasiswa untuk pascasarjana.

Australia [image source]
Namun demikian, sangat sulit untuk mendapatkan beasiswa dan tunjangan dari negara ini. Pasalnya kebanyakan tunjangan tersebut hanya diperuntukkan untuk para warga asli Australia sendiri. Sedangkan warga asing, bisa sih mendapatkannya namun bakal sulit, belum lagi akan banyak potongan dari pemerintah sana. Jadi yang didapat tidak full.

Gak usah mikir kebutuhan sehari-hari di negara ini

Kita tahu bahkan sampai sekarang, Finlandia masih menjadi jawaranya masalah pendidikan. Oleh sebab itu banyak negara yang mencontoh pendidikan di daerah Skandinavia itu. Sistem pendidikan di negara ini terbukti sangat berhasil. Jam belajar yang standar, tidak ada PR hingga pengajar yang berkualitas membuat pendidikan di Finlandia patut diacungi jempol.

Finlandia [image source]
Namun ternyata tidak cukup sampai di situ, Finlandia ternyata memberi banyak tunjangan bagi para pelajarnya loh. Mulai dari makan sehari-hari, kesehatan bahkan angkutan umum semua disediakan gratis hingga mereka lulus sekolah. Ini adalah bukti keseriusan pemerintah Finlandia dalam masalah pendidikan.

Sepertinya enak ya bisa sekolah di negara-negara di atas itu. Hanya modal pakai seragam, bisa dapat gaji seperti karyawan tiap bulannya. Dan cara ini nyatanya cukup sukses membuat pendidikan di negara-negara tersebut maju dan meningkat. Mungkin cara yang sama bisa ditiru Indonesia, asal uangnya nggak disunati di sana sini.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA