5 Negara Bertetangga yang Tak Pernah Akur

oleh Centralismo
13:50 PM on Oct 8, 2015

Selayaknya dua keluarga yang bertetangga, negara yang bertetangga pun harusnya menjaga hubungan baik. Sekuat dan sehebat apapun sebuah negara, sesekali negara tersebut tentu memerlukan bantuan dari negara lain. Dan biasanya, bantuan akan lebih gampang didapat dari negara yang letak geografisnya dekat dengan kita.

Sayang sekali, tidak semua negara bertetangga memiliki hubungan yang baik. Tingginya ego dan sejarah konflik yang rumit membuat beberapa negara bertetangga sangat sulit membina hubungan harmonis. Berikut ini Boombastis akan merangkum beberapa negara yang bertetangga namun tidak pernah akur.

Baca Juga
Inilah 4 Fakta Meikarta, Kota Baru yang Katanya Bakal Menyaingi Ibukota
Inilah 4 Jasa Tak Terlupakan yang Dilakukan Malaysia Kepada Bumi Pertiwi

1. Korea Utara dan Korea Selatan

Korea Utara dan Korea Selatan memiliki banyak sekali kesamaan. Mulai dari letak geografis, bahasa, budaya hingga latar belakang sejarah. Namun, kedua negara ini tidak pernah akur dan kerap terlibat konflik yang tidak pernah selesai. Korea Utara menuduh Korea Selatan sebagai negara yang tidak nasionalis dan menjadi ‘bayang-bayang’ dari negara barat.

Korut-Korsel
Korut-Korsel [imagesource]
Sementara Korea Selatan, berpendapat bahwa Korea Utara adalah negara ‘ketinggalan jaman’, yang dipimpin oleh diktator dan tidak memiliki kebebasan berpendapat. Korea Utara beberapa kali mengancam akan mengebom nuklir Korea Selatan, namun Seoul tidak pernah gentar. Banyak langkah politik yang dilakukan untuk mendamaikan kedua negara ini, namun usaha itu belum menunjukkan hasil.

2. India dan Pakistan

Kedua negara ini dulunya adalah satu kesatuan. Namun, kemudian mereka memutuskan untuk memisahkan diri. Mereka terpisah dalam dua negara; India dan Pakistan. Mayoritas muslim tinggal di Pakistan, sementara mayoritas umat Hindu tinggal di India. Pemisahan itu dimaksudkan agar konflik antar agama bisa diredam.

India-Pakistan
India-Pakistan [imagesource]
Namun, setelah puluhan tahun dibagi dua, kedua negara itu belum akur juga. Hingga detik ini, masih banyak sekali forum-forum di mana warga negara India dan Pakistan berdebat dan mempermasalahkan perbedaan mereka. Warga India yang masuk ke daerah Pakistan akan diperiksa dengan ketat, demikian pula sebaliknya.

3. Israel dan Palestina

Dua negara ini bertikai karena perebutan wilayah. Kedua negara merasa mereka berhak sebagai pemilik asli dari negara yang mereka tempati. Israel dan Palestina telah melalui banyak pertikaian. Mulai dari gencatan senjata hingga saling menjatuhkan bom dan misil. Tidak terhitung lagi nyawa yang telah lenyap.

Israel-Palestina
Israel-Palestina [imagesource]
Banyak sekali usaha yang dilakukan pihak ketiga untuk mendamaikan kedua negara ini. Israel telah dikecam oleh banyak sekali negara, termasuk Indonesia. Namun, konflik yang mereka alami hanya mereda sekejap, tidak pernah benar-benar selesai.

4. Jepang dan China

Secara fisik, sangat sulit untuk membedakan warga negara China dan Jepang. Meskipun mirip, namun orang Jepang biasanya sangat tahu ciri-ciri orang China dan demikian sebaliknya. Hubungan kedua negara ini memang agak panas karena kerap terlibat saling klaim wilayah dan pulau.

Jepang - China
Jepang – China [imagesource]
Hal ini juga berimbas pada para imigran. Para imigran China biasanya mengalami diskriminasi di Jepang dan demikian pula sebaliknya. Di forum-forum diskusi dunia mayapun, mereka kerap berdebat masalah wilayah dan latar belakang sejarah. China dan Jepang juga berlomba-lomba untuk menjadi negara dengan perekonomian paling kuat di dunia.

5. Indonesia dan Malaysia

Kita tentu tidak asing lagi dengan konflik yang kita alami dengan negara tetangga kita, Malaysia. Banyak hal yang menyulut api perdebatan antara Indonesia dan Malaysia. Di antaranya, perebutan warisan kebudayaan batik. Namun, sejak 2 Oktober 2009, batik dipatenkan oleh Unesco menjadi warisan budaya dunia asal Indonesia.

Malaysia - Indonesia
Malaysia – Indonesia [imagesource]
Namun tidak hanya batik, perselisihan Indonesia dan Malaysia kerap kali disebabkan oleh masalah TKW. Banyak TKW Indonesia yang diperlakukan tidak adil dan tidak manusiawi di negeri Jiran. Hingga saat ini, netizen Indonesia dan Malaysia masih sering bertikai di dunia maya.

Tentu tidak bijak jika kita memelihara permusuhan. Apalagi permusuhan tersebut melibatkan negara tetangga yang seharusnya kita rangkul dengan ramah. Bagaimanapun, kita suatu saat akan membutuhkan bantuan dari tetangga kita?

Hal paling mudah yang bisa kita lakukan untuk mengurangi permusuhan adalah menghindari debat-debat kusir di dunia maya. Kita tidak akan mendapatkan keuntungan apapun dari debat-debat semacam itu, terlebih jika menggunakan kata-kata yang tidak sopan. Semoga ke depannya semua negara yang bertetangga bisa bertetangga dengan baik dan harmonis. (HLH)

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA