4 Negara Ini Menggaji Ugal-Ugalan Para Guru, Bahkan Ada yang Lebih dari 1 M!

Kalau guru makmur, wajar pendidikan mereka jadi yang terbaik di dunia

oleh Arief Dian
07:00 AM on Jul 24, 2017

Dari semua pekerjaan yang ada, profesi guru mungkin bisa dibilang salah satu yang paling jarang dilirik sekarang ini. Ya, alasannya tak lain karena pekerjaan mulia itu dianggap belum menjanjikan sebuah kemakmuran. Belum lagi banyak isu yang mengabarkan polemik bagi para guru yang kadang gajinya tidak turun-turun hingga beberapa bulan. Alhasil, banyak demo kita lihat dari para guru ini yang ingin menuntut haknya yang tidak diberikan.

Namun pemandangan berbeda akan terlihat di beberapa negara ini. Alih-alih gaji minim, para guru di sini malah mendapatkan  bayaran yang mengalahkan para direktur ternama di Indonesia. Bahkan dalam satu tahun ada yang lebih dari satu Miliar. Negara mana sajakah yang memberikan gaji ugal-ugalan itu? Simak ulasan berikut.

Baca Juga
4 Bukti Gregetnya Orang Indonesia Kalau Ada Bahaya, Kayak Sudah Hilang Urat Takutnya
Menengok Gaji dan Tunjangan Gubernur dan Wagub DKI, Kalau Dijumlah Bisa Beli Kerupuk 3 Kontainer

Gaji guru di Luxemburg sangat ugal-ugalan

Sebuah negara kecil di benua Eropa punya standar gaji untuk guru dengan nominal edan. Percaya atau nggak, di sana seorang guru bisa mendapatkan sampai Rp 900 juta setahun. Padahal ini untuk guru baru, sedangkan bagi yang sudah sangat berpengalaman, mereka dibayar sampai Rp 1,73 miliar setiap tahunnya. Bayangkan kalau itu di Indonesia, pastinya profesi guru jadi incaran setiap orang.

luxembourg [image source]
Gaji luar biasa, tapi jadi guru di sana memang nggak mudah. Ada banyak kriteria yang harus dipenuhi. Misalnya, setiap guru harus fasih dalam tiga bahasa, baik Luxemburg, Jerman dan juga Perancis. Selain itu kriteria pendidikan untuk jadi Luxemburg juga tidak asal-asalan, harus melalui seleksi yang lumayan ketat. Bayaran yang besar, tapi kualitas pendidikan di sana juga terjamin, salut buat Luxemburg.

Di Irlandia gaji guru luar biasa

Serupa dengan Luxemburg, pendidikan di Irlandia juga masuk 10 besar negara dengan kurikulum terbaik. Jadi bukan hal yang aneh kalau di negara ini gaji seorang guru juga sangat ugal-ugalan. Bayangkan saja dalam satu tahun, guru tanpa pengalaman bisa memiliki pendapatan mencapai Rp 461 juta, dan itu tanpa potongan sama sekali.

Irlandia [image source]
Lalu bagaimana untuk yang profesional? Jelas lebih besar bahkan sampai Rp 900 juta. Rupanya pemerintah di Irlandia melakukan investasi besar-besaran dalam masalah pendidikan ini, jadi bukan hal yang aneh kalau Irlandia jadi kiblat bagi para pencari beasiswa baik dalam maupun luar negeri.

Di Jerman guru hidup makmur

Sepertinya Jerman tidak main-main dalam masalah pendidikan. Di negara ini para guru juga digaji dengan nominal yang lumayan fantastis. Dilansir dari Tech Insinder, gaji para guru di Jerman untuk pemula lebih dari Rp 600 juta per tahunnya. Itupun nantinya masih ditambah beberapa tunjangan yang bakal semakin memakmurkan kehidupannya.

Jerman [image source]
Sedangkan untuk mereka yang sudah memiliki banyak pengalaman, rentangan gajinya sekitar Rp 791 juta per tahunnya. Namun dengan gaji sebesar itu rupanya Jerman lumanyan berhasil membuat pendidikan di sana lumayan maju. Buktinya sangat banyak warga asing yang berebut untuk sekolah di sana.

Korea Selatan, gaji guru paling mahal se-Asia

Satu-satunya kawasan Asia yang berani menggaji para guru dengan nominal tinggi adalah Korea Selatan. Bagaimana tidak, hanya untuk pemula, para guru di Korea sudah mendapatkan gaji sampai Rp 300 juta. Tentu gaji itu akan bertambah seiring tahunnya. Apabila para guru itu sudah memiliki pengalaman belajar selama 10 tahun, lagi-lagi gaji mereka akan ditambah hingga Rp 447 juta.

Korea [image source]
Sampai saat ini gaji paling tinggi di Korea Selatan adalah berkisar dalam rentangan  Rp 817 juta. Namun demikian, pendidikan di sana pun terbilang jauh lebih ketat dan disiplin. Jadi untuk menjadi seorang guru pun tidak lah mudah, perlu melewati banyak ujian dan seleksi ketat.

Meskipun bayaran sangat besar namun semua sepertinya wajar. Mengingat tugas mereka adalah mendidik para generasi bangsa untuk maju dan tidak tertinggal dengan negara lain. Indonesia juga bisa berkaca dari mereka, agar lebih memakmurkan kehidupan para guru sebagai pendidik para tunas bangsa.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA