Miris, 4 Negara Ini Dulu Kaya Raya oleh Minyaknya namun Kini Terlunta-Lunta

Tidak selamanya ternyata minyak menjamin sebuah kekayaan negara

oleh Arief Dian
12:00 PM on Jul 21, 2017

Melihat negara-negara di Timur Tengah kadang bikin iri ya. Menengok bagaimana tunggangan mereka yang lux, kehidupan serba mewah, hobi mahal mereka, tentu bikin jiwa bergetar, apalagi ketika kita makan saja susah. Dan alasan kenapa orang-orang sana bisa makmur macam begitu, ternyata hanya satu. Ya, minyak. Tanpa itu, Timur Tengah mungkin sama terlantarnya seperti Afrika.

Tapi adalah salah ketika kita beranggapan kalau negara kaya minyak akan serta merta makmur. Di bumi belahan lain, ada negara-negara yang memiliki minyak melimpah, namun justru hidup susah. Tentu ini adalah hal yang sulit dipercaya dan membuat orang bertanya-tanya. Lalu, negara kaya minyak mana sih yang justru hidupnya nestapa? Simak ulasannya berikut.

Baca Juga
Tak Banyak yang Tahu, Inilah Aksi Hebat Kepolisian Indonesia yang Begitu Disegani di Dunia
6 Cara Ini Bisa Dipakai Agar Tragedi ‘Panjat Pinang Maut’ Tak Terjadi Lagi

Dari kaya raya bisa jadi jatuh terpuruk

Keadaan Venezuela bisa dibilang sangat miris, terutama melihat banyaknya hutang yang dimiliki negara ini. Mungkin dulunya Venezuela adalah daerah yang paling diimpikan oleh banyak orang karena kekayaannya, namun sekarang tidak lagi seperti itu. Pendapatan utama Venezuela memang berasal dari sektor minyak bumi yang ada di negaranya.

Venezuela [image source]
Namun ketika harga minyak anjlok pada akhir bulan Desember tahun lalu, Venezuela jadi terjerat oleh keadaan keuangan. Turunnya harga minyak membuat negara ini bangkrut, bahkan  harus membayar utang negara yang sudah jatuh tempo. Diketahui kalau utang Venezuela adalah sebesar Rp 213 Miliar dan harus selesai pada akhir 2017. Dulu jaya, kini Venezuela tidak jadi apa-apa.

Nigeria bingung harus cari uang dari mana

Serupa dengan Venezuela, Nigeria juga merasakan betapa pahitnya penderitaan akibat menurunnya harga minyak di dunia. Diketahui kalau di negara ini 35 persen PDB berasal dari hasil minyak mereka yang diekspor ke seluruh dunia untuk diolah. Namun ketika harga minyak mentah jatuh, Nigeria juga merasakan imbasnya.

Afrika [image source]
Negara ini sebenarnya sudah terlilit banyak hutang, namun rendahnya harga minyak membuat sebuah masalah baru. Akhirnya pada akhir tahun 2016, Nigeria harus ke sana kemari untuk mencari pinjaman uang. Bukan hanya untuk membayar hutang, namun juga untuk menutupi perekonomian di negaranya sebesar $ 9 Miliar.

Irak sang negara super tajir di masa lalu

Krisis yang melanda Irak sepertinya tidak ada habisnya. Selain karena gempuran perang yang terjadi di sana, harga minyak yang turun membuat perekonomiannya jadi semrawut. Secara data statistik, cadangan minyak di sana adalah yang paling besar ke tujuh di dunia seharusnya tidak mungkin akan kekurangan.

iraq [image source]
Namun sayang akibat konflik yang berkepanjangan, Irak menjadi tidak bisa secara maksimal untuk mengelolahnya sehingga jadi sia-sia. Bahkan menurut data UNDP angka kemiskinan di negara itu masuk dalam kategori miris. Bayangkan saja lebih dari 23 persen dari 37 juta penduduk di bekas kerajaan Persia itu mengalami kemiskinan yang parah.

Angola, negara kecil yang tidak karuan nasibnya

Satu lagi nasib miris dari salah satu negeri di benua Afrika. Kekayaan minyak bumi milik Angola sangat melimpah, bahkan akhir-akhir ini negara ini sedang gencar-gencarnya bekerja sama dengan Indonesia masalah sumber daya. Namun sayang data di PBB menunjukkan sebuah wajah lain dari Angola.

angola [image source]
Meskipun sangat kaya dengan minyaknya, namun tingkat kemiskinan di Angola masuk dalam tahap kritis. Padahal secara statistik per harinya negara kecil ini menghasilkan 1,8 juta barel. Hal tersebut sangat berbanding terbalik dengan realita, pasalnya hampir 23 persen dari 24 juta penduduk di negara ini sedang terkena sebuah kemiskinan parah.

Ternyata tidak selamanya kekayaan minyak bisa menjamin kemakmuran sebuah negara, seperti contoh di atas misalnya. Namun, jika deretan negeri di atas bisa lebih mengelola dan memaksimalkan, jelas mereka akan bisa semakmur negara-negara yang ada di Timur Tengah. Sayangnya, hal tersebut terkendala banyak hal. Entah konflik masalah internal dan lain sebagainya. Indonesia pun harus berkaca dari hal ini.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
error put content