6 Negara Boneka Bentukan Belanda yang Pernah Berdiri di Indonesia

oleh Adi Nugroho
15:15 PM on Nov 18, 2015

Negara Boneka adalah sebuah negara yang kedaulatannya diakui secara de-facto namun berada di bawah negara lain. Artinya negara tersebut hanyalah negara palsu yang dikendalikan untuk mendapatkan keuntungan tertentu. Seperti yang dilakukan oleh Belanda setelah Jepang kalah dan keluar dari Indonesia. Belanda melakukan segala cara untuk kembali menguasai semua kawasan Indonesia dengan bantuan tentara sekutu.

Akhirnya mereka membuat sebuah negara boneka dengan tujuan utama memecah belah. Belanda membuat negara boneka ini menjadi negara baru hingga harus membantu mereka dalam perang. Artinya akan ada pertempuran saudara antara pejuang Indonesia dan pejuang negara boneka yang pro Belanda.

Baca Juga
4 Fakta Mengenai Sindrom Kleine-Levin, Kelainan yang Bikin Pengidapnya Jadi Tidur Berbulan-Bulan
Jualan Pisang Goreng Hingga Tidur di ‘Bilik Asmara,’ Inilah 5 Hal Unik yang Dialami Pengungsi Gunung Agung

Inilah 6 negara boneka yang pernah dibuat Belanda di Indonesia!

1. Negara Indonesia Timur (1946-1950)

Negara Indonesia Timur adalah sebuah negara boneka pertama yang dibentuk oleh Belanda. Pembentukan ini didasarkan pada Konferensi Malino dan Konferensi Denpasar. Akhirnya diputuskan jika wilayah Negara Indonesia Timur meliputi wilayah Sulawesi, Sunda Kecil (Nusa Tenggara), dan Kepulauan Maluku. Secara resmi Negara Indonesia Timur diresmikan pada Desember 1946 dengan presiden bernama Tjokorda Gde Raka Soekawati.

Presiden Tjokorda Gde Raka Soekawati [image source]
Presiden Tjokorda Gde Raka Soekawati [image source]
Awalnya negara ini loyal dengan Belanda karena mendapatkan asupan dana dari mereka. Namun lambat laun keloyalan ini lenyap setelah Belanda melakukan Agresi Militer ke-II. Kabinet Negara IndonesiaTimur melakukan protes besar. Akhirnya melalui perdana menterinya yang bernama Ide Anak Agung Gde Agung melakukan lobi untuk bergabung dengan Indonesia pada tahun 1949. Akhirnya pada 17 Agustus 1950 Negara Indonesia Timur menjadi bagian NKRI.

2. Negara Sumatra Timur (1947-1950)

Negara Sumatra Timur adalah negara boneka yang dibentuk Belanda untuk melindungi ladang minyak, kebun karet, dan tembakau. Jika mereka ingin menjajah lagi maka dibutuhkan dana yang cukup banyak. Itulah mengapa Belanda sebisa mungkin memengaruhi bangsawan dan penduduk kaya di sana untuk membentuk negara baru. Akhirnya setelah dilakukan perundingan sebuah Negara Sumatra Timur terbentuk dengan Presidennya Tengku Mansur.

Pembentukan Negara Sumatera Timur [image source]
Pembentukan Negara Sumatera Timur [image source]
Pembentukan NST ini mendapatkan pro dan kontra. Pihak pro menganggap pembentukan negara ini akan melindungi mereka dari gerakan anti kemapanan. Sedangkan pihak kontra tidak menginginkan kembali di bawah kekuasaan Belanda. Akhirnya selama tiga tahun negara ini berjalan dengan banyak sekali tekanan. Setelah Konferensi Meja Bundar usai NST diwakilkan presidennya setuju dan bergabung dengan Indonesia. Akhirnya pada 15 Agustus terbentuklah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

3. Negara Sumatra Selatan (1948-1950)

Pada tanggal 21 Juli 1947, tentara Belanda melancarkan sebuah serangan di seluruh daerah di Sumatra Selatan. Serangan ini dinamai dengan Agresi Militer ke-I yang mengakibatkan banyak daerah runtuh. Akibat agresi ini banyak wilayah di Sumatra Selatan yang dikuasai oleh belanda hingga dibentuklah sebuah negara boneka bernama Negara Sumatra Selatan dengan pimpinannya bernama Abdul Malik.

bendera Negara Sumatra Selatan [image source]
bendera Negara Sumatra Selatan
Belanda membentuk negara ini untuk melindungi sumber daya alam yang ada di sini. Mereka ingin mengeruk semua keuntungan dari Negara Sumatra Selatan dengan membuat mereka sebagai sekutu. Eksistensi Negara Sumatra Selatan akhirnya berakhir pada 1950 setelah NKRI terbentuk. Negara Sumatra Selatan akhirnya memutuskan untuk bergabung dan menjadi salah satu provinsi di Indonesia.

4. Negara Jawa Timur (1948-1950)

Pembentukan Negara Jawa Timur adalah buntut panjang Serangan 10 November 1945 yang dilakukan oleh arek-arek Surabaya. Akhirnya membentuk sebuah negara boneka bernama Negara Jawa Timur dengan pemimpinnya bernama R.T.P Achmad Kusumonegoro. Akhirnya Jawa Timur benar-benar dikuasai oleh Belanda hingga pemerintahan Provinsi harus dipindah ke beberapa kota.

Surabaya 1949 [image source]
Surabaya 1949 [image source]
Belanda beberapa kali melakukan Agresi Militer di Jawa Timur pada tahun 1948. Salah satunya dilakukan di Blitar yang saat itu masih digunakan sebagai tempat pemerintahan darurat. Agresi ini akhirnya berakhir setelah terjadi kesepakatan pada persetujuan Roem-Royen di tahun 1949. Saat Konferensi Meja Bundar memberikan Indonesia kedaulatan, Negara Jawa Timur bergabung dalam NKRI.

5. Negara Pasundan (1949-1950)

Berbeda dengan negara boneka lainnya. Negara Pasundan adalah negara yang dibentuk secara politik untuk membela Indonesia. Belanda memang membentuknya, bahkan memberikan fasilitas pemilihan pemimpin Negara Pasundan. Saat itu Wiranataskusuma sangat pro republik hingga kemenangannya atas Negara Pasundan adalah kemenangan Indonesia. Wiranatakusumah berjuang menjadi presiden Negara Pasundan agar Jawa Barat tetap jadi bagian dari Indonesia.

Negara Pasundan [image source]
Negara Pasundan [image source]
Saat agresi militer Belanda dilancarkan Negara Pasundan kian lemah. Apalagi saat peristiwa Angakatan Perang Ratu Adil yang dipimpin oleh Westerling. Presiden Negara Pasundan akhirnya menyerahkan mandatnya kepada parlemen. Akhirnya pada 8 Maret di rumah presiden diputuskan jika Negara Pasundan resmi bubar dan kembali bersatu dengan Republik Indonesia.

6. Negara Madura (1948-1950)

Negara Madura adalah sebuah negara yang dibentuk oleh Belanda atas perintah Van der Plas. Negara ini hanyalah rekayasa saja agar wilayah Jawa Timur mudah ditaklukkan. Wilayah negara ini meliputi Pulau Madura dan juga pulau kecil di sekitarnya. Negara Madura dibentuk melalui pemungutan suara palsu karena Belanda melakukan intimidasi kepada semua pihak. Akhirnya 20 Februari 1949, Negara Madura terbentuk dengan R.A.A Tjakraningrat sebagai pemimpinnya.

Foto R.A.A Tjakraningrat [image source]
Foto R.A.A Tjakraningrat [image source]
Negara ini sepenuhnya mendapatkan sokongan dana dari Belanda. Itulah mengapa saat dukungan Belanda menipis negara ini tak bisa apa-apa. Negara Madura terus mendapatkan tekanan dari pihak pro-republik. Akhirnya pada 19 Maret 1950 pemerintah Negara Madura memutuskan untuk bergabung dengan Indonesia. Dan akhirnya menjadi bagian dari Provinsi Jawa Timur.

Itulah enam negara boneka yang dibentuk Belanda saat Indonesia berjuang mempertahankan kemerdekaan. Niat Belanda dalam memecah belah Indonesia tidak akan pernah berhasil. Karena setelah proklamasi, seluruh masyarakat Indonesia akan berjuang mempertahankannya. Semoga hingga sekarang.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA