5 Nasihat B. J Habibie Ini Akan Membuatmu Berhenti Menyalahkan Keadaan

oleh Endah Boom
10:00 AM on Feb 28, 2016

Hidup kadang tidak adil. Itu memang kenyataan yang tak bisa kita bantah. Banyak hal yang terjadi di luar harapan kita. Pasti ada saja masalah yang muncul di setiap langkah yang kita ambil. Bahkan kita bisa terjungkal terjatuh setelah sebelumnya berusaha mati-matian untuk mencapai sesuatu. Belum lagi jika ada orang yang sengaja menjegal atau menjatuhkan kita. Kalau sudah begini, ah rasanya kita ingin menyalahkan keadaan saja.

Tapi menyalahkan keadaan pun tak akan menyelesaikan masalah apa-apa. Justru kita bisa makin terperangkap dan terjebak dengan masalah yang kita hadapi. Saat kita berada di jalan buntu dan rasanya sudah ingin menyerah saja, coba luangkan waktu sejenak untuk meresapi nasihat B. J. Habibie yang dikutip dari buku Tak Boleh Lelah dan Kalah! ini. Membacanya akan membuat kita kembali tersadar bahwa menyerah dan putus asa itu seharusnya tak pernah ada dalam kamus kehidupan kita.

Baca Juga
4 Aksi Greget yang Dilakukan Barisan Patah Hati di Pernikahan Mantan, Dijamin Bikin Geleng Kepala
Disebut Perompak oleh Mantan PM Malaysia, Justru Inilah Fakta Suku Bugis Seorang Pelaut Handal

1. “Utamakan karya nyata, bukan citra.”

Citra itu ibaratnya hanya kulit luarnya saja. Yang nampak dan terlihat. Sementara karya merupakan isinya. Hanya mementingkan citra tanpa membuat karya seperti tong kosong yang nyaring bunyinya. Tak ada yang bisa dibanggakan. Sekalipun memberikan kepuasaan, tetap saja tak memberi makna apa-apa.

Utamakan karya nyata, bukan citra [image source]
Utamakan karya nyata, bukan citra [image source]
Mungkin saat ini kita masih dianggap kacangan. Belum mampu berbuat apa-apa. Tapi jangan langsung merasa putus asa. Tunjukkan dengan karya. Ciptakan karya yang bisa bermanfaat dan dinikmati orang banyak. Buat karya dengan kerja keras dan ketulusan hati yang dalam. Nanti dengan sendirinya citramu akan bersinar. Sosokmu akan dikenal. Jadi, fokuslah untuk terus berkarya daripada hanya meratapi hidup dan menyalahkan keadaan.

2. “Titel kesarjanaan menarik, tetapi tidak menentukan. Yang menentukan adalah kemampuan menyelesaikan masalah yang dihadapi sesuai harapan pemberi tugas dengan pengorbanan sedikit dan biaya serendah mungkin. Ini dapat diperoleh melalui pekerjaannya secara bertahap.”

Kuncinya adalah berani untuk mengambil langkah menyelesaikan masalah yang dihadapi. Gelar dan status sedikit banyak memang memberi pengaruh. Tapi yang orang butuhkan dari diri kita adalah kemampuan. Apa yang bisa kita lakukan untuk menyelesaikan masalah? Langkah apa yang bisa kita ambil untuk mencari solusi dan jalan keluarnya?

Semua hal pasti ada proses dan tahapannya [image source]
Semua hal pasti ada proses dan tahapannya [image source]
Semua ada prosesnya. Segala sesuatunya punya tahapan-tahapannya sendiri. Jika saat ini kamu sedang menghadapi masalah yang sulit, bertahan dan bersabarlah. Jangan malah menyalahkan orang lain atau keadaan. Yang perlu kamu lakukan adalah menunjukkan kemampuan terbesarmu, tunjukkan keberanianmu untuk jadi seorang pemenang.

3. “Keberhasilan akan menjadi penggerak utama semangat. Kegagalan akan menurunkan semangat. Namun, kegagalan akan dapat menggerakkan intensitas berpikir secara rinci, sehingga dalam waktu sesingkat-singkatnya dapat mengubah kegagalan menjadi keberhasilan.”

Kamu baru saja mengalami kegagalan dan merasa sangat sedih? Oke, itu memang hal yang wajar. Semangat dan motivasimu mungkin juga merosot. Tapi jangan dibiarkan begitu saja. Do something! Dari kegagalan itu pasti ada setidaknya satu hal yang bisa kamu pelajari. Mungkin ada kesalahan yang harus kamu perbaiki. Atau mungkin memang kamu sedang diarahkan ke jalan yang lebih baik dari yang kamu tempuh sebelumnya.

Tetap semangat dan Jangan mudah menyerah [image source]
Tetap semangat dan Jangan mudah menyerah [image source]
Setiap orang besar dan sukses punya lika-likunya sendiri. Ada perjuangan dan pengorbanan besar yang telah mereka lakukan sebelum akhirnya bisa sesukses sekarang. Berhenti menangisi kegagalan, lalu kembali tegakkan kepala dan buktikan kalau kamu orang yang mampu dan berani.

4. “Saya tidak pernah bermimpi. Yang saya kembangkan adalah cita-cita berdasarkan suatu wawasan yang jelas, realistis, mencerminkan kebutuhan masyarakat, juga kepentingan nasional yang disesuaikan dengan kemampuan yang terus saya tingkatkan. Tahap demi tahap, produktivitas, disiplin bekerja, dan kualitas karya saya meningkat.”

Sungguh unik pernyataan B. J. Habibie yang satu ini. Beliau bisa menyikapi arti mengejar impian dengan sudut pandang yang sama sekali berbeda. Selama ini kita mungkin dilenakan dengan semangat dan motivasi untuk mengejar impian dan bermimpi setinggi mungkin. Tapi kita sering lupa kalau untuk bisa mewujudkannya, ada proses panjang dan jatuh bangun yang harus kita lalui. Sehingga tak banyak dari kita yang bertahan dengan proses itu dan berhenti di tengah jalan.

Wujudkan mimpimu melalui karya nyata [image source]
Wujudkan mimpimu melalui karya nyata [image source]
Boleh kita punya mimpi besar. Tak ada yang melarang untuk memiliki impian luar biasa. Tapi kita juga harus bisa dan berani membuktikan diri bahwa kita mampu mewujudkannya. Jangan sampai setiap impian berakhir jadi omong kosong belaka. Disiplin diri, berusaha tanpa henti, melakukan yang terbaik di setiap usaha yang kita lakukan. Proses itu akan terus berputar dan kita alami sebelum mencapai garis akhir kesuksesan besar.

5. “Yang diperlukan oleh anak muda Indonesia untuk terus menjaga semangat dan tak pernah putus asa mengejar cita-cita serta agar mampu menghalau hambatan-hambatan yang dilaluinya adalah SUKSES dalam membuat karya nyata!”

Cita-cita dan impian itu hanya akan jadi angin lalu kalau kita tak berani membuat karya nyata. Percuma menyalahkan keadaan, karena tak akan memberi kebaikan apa-apa untuk kita.

Yang dibutuhkan adalah sukses dalam membuat karya nyata [image source]
Yang dibutuhkan adalah sukses dalam membuat karya nyata [image source]
So, gunakan waktu yang ada untuk membuat karya baru, menciptakan sesuatu yang baru. Bukannya malah terus berkeluh kesah atau menyerah.

Pengalaman jatuh dan terpuruk itu jangan dijadikan beban atau sumber kesedihan. Sebaliknya, jadi semua pengalaman buruk itu bahan bakar dan semangat baru untuk melakukan sesuatu yang lebih baik. Sqetuju?

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA