Ilmuwan Mengungkapkan Bukti Ilmiah di Balik Mukjizat Kemampuan Nabi Musa Membelah Laut Merah

Benarkah fenomena luar biasa ini hanya keajaiban semata? Ataukah ada bukti ilmiah yang memungkinkannya?

oleh Faisal Bosnia Ahmad
08:00 AM on Jun 7, 2017

Jika kamu dilempari pertanyaan soal mukjizat apa yang paling terkenal dan menurutmu paling luar biasa, dijamin kamu sekalian akan serempak menyebutkan kemampuan membelah lautan milik Nabi Musa sebagai mukjizat paling dahsyat dan spektakuler. Kala itu, Nabi Musa membelah laut merah guna dapat memungkinkan para pengikutnya, kaum Bani Israel, melewati jalur untuk menuju ke tepian di seberangnya.

Namun, benarkah Nabi Musa hanya mengandalkan kebesaran Allah semata? Apakah ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa hal itu mungkin saja terjadi tanpa perlu bertumpu pada mukjizat dengan menjadi seorang Nabi? Setelah ribuan tahun berlalu pasca kejadiaan magis tersebut, ilmuwan mulai meyakini dan mencari pembuktian bahwa sebenarnya mukjizat ini adalah fenomena alam.

Baca Juga
Fakta Android Oreo, Sistem Operasi Terbaru Keluaran Google dengan 7 Fitur Super Canggih
Ternyata Beberapa Negara Ini Benderanya Terinspirasi Dari Majapahit Loh, Mana Saja Tuh

Dr Bruce Parker, seorang mantan kepala peneliti kelautan di Amerika Serikat, meyakini bahwa sejatinya Nabi Musa telah paham betul dengan teori bulan dan teori pasang surut air laut. Sehingga, Bruce percaya bahwa saat itu sang Nabi telah memperkirakan kapan waktu yang tepat untuk melarikan diri dari kejaran bala tentara Firaun.

Jalur yang dilampaui oleh Musa dan kawan-kawan. [Image Source].
Teori serupa pernah direpresentasikan dalam sebuah film Hollywood bertajuk “Exodus: Gods and Kings,” yang lebih kurang menarasikan bagaimana seorang Nabi Musa dapat memimpin kaumnya menyeberangi Laut Merah.

Dalam film tersebut, air laut tak terbelah hingga membentuk tembok raksasa di kanan kiri layaknya apa yang biasa kita bayangkan. Film tersebut menggambarkannya secara lebih realistis, di mana jalan setapak yang mereka lewati tetap digenangi air namun masih bisa dilewati. Persis seperti fenomena Tsunami di mana air terlebih dahulu surut hingga kemudian pasang membuncah dan menerjang semua yang dilewatinya.

Cuplikan film Exodus Gods and Kings [Image Source].
Teori Bruce ini tentu tak lantas diterima begitu saja. Banyak yang skeptis kalau Nabi Musa bisa tahu kapan gempa dan tsunami dapat terjadi. Periode seperti itu terjadi paling lama hanya sekitar 10 sampai 20 menit. Durasi yang diperkirakan tak cukup untuk menyeberangkan para pengikut melewati jalur sepanjang itu.

Mungkin di sinilah mukjizat berperan terhadap Nabi Musa. Mereka yang punya asumsi sama dengan Bruce beropini bahwa Tuhanlah yang membisikkan kepada Musa kapan tsunami akan terjadi dan kapan waktu yang tepat untuk melarikan diri.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA