4 Fakta ‘Pergulatan Hidup’ Muslim di Amerika Serikat Yang Tak Banyak Diketahui

oleh Rizal
07:35 AM on Jun 7, 2015

Perlahan tapi pasti, perkembangan muslim di seluruh dunia meningkat dengan pesat. Salah satunya adalah di Negeri Paman Sam. Cukup banyaknya imigran Islam asal Asia membuat perkembangan muslim di sini meningkat cukup pesat. Awalnya kehidupan keberagaman agama di sini sangat bagus, hingga akhirnya peristiwa 11 September 2001 itu mengubah point of view warga asli Amerika Serikat.

Sejurus kemudian orang-orang negeri Paman Sam kemudian mulai memperlakukan para muslim dengan tidak patut. Mulai dari diskriminasi, kekerasan fisik hingga bullying yang mungkin sudah tidak terhitung lagi banyaknya. Meskipun peristiwa ini sudah lewat satu dekade lebih, tapi perlakukan mereka terhadap para muslim di negerinya tetap sama meskipun cenderung tidak frontal seperti dulu. Berikut ini beberapa kejadian bikin mengelus dada mengenai bagaimana derita para muslim di Amerika.

Baca Juga
Ternyata Beberapa Negara Ini Benderanya Terinspirasi Dari Majapahit Loh, Mana Saja Tuh
Bikin Emosi! Rombongan Pemuda Indonesia Ini Malah Sengaja Membentangkan Bendera Secara Terbalik

1. Memakai Hijab, Wanita ini Dipecat Sebelum Kerja

Hijab adalah identitas seorang muslimah dan sudah selayaknya benar-benar diimplementasikan di kehidupan sehari-hari. Tapi, hal selalu ada halangan untuk itu terutama di lingkungan sekeliling yang mayoritas beragama lain. Seperti yang dialami oleh wanita bernama Samantha Elauf.

Samantha Elauf [Image Source]
Samantha Elauf [Image Source]
Berniat melamar pekerjaan di sebuah toko pakaian, ia pun langsung ditolak mentah-mentah. Alasannya mungkin kamu sudah bisa menebaknya. Yup, karena Samantha memakai hijab. Tak terima dengan perlakuan ini, wanita 24 tahun tersebut mengajukan gugatan dan akhirnya dimenangkan lewat proses yang lumayan lama.

2. Susah Payah Demi Bisa Sholat di Masjid

Sangat berbeda dengan negara yang mayoritas muslim di mana masjid sangat mudah ditemukan, di Amerika Serikat jangan pernah mengganggapnya sama. Bahkan untuk di beberapa wilayah para penduduk muslimnya harus berusaha ekstra keras hanya untuk sholat di masjid. Seperti yang dialami para penduduk muslim asal Murfreesboro, Tennessee ini.

Masjid Murfreesboro [Image Source]
Masjid Murfreesboro [Image Source]
Bagaimana tidak, setiap kali pergi ke masjid bernama selalu ada saja hal-hal yang kurang menyenangkan, seperti aksi vandalismne sampai hal-hal ekstrim seperti pelemparan bom molotov. Untungnya setelah dua tahun bersabar penduduk muslim di kota kecil ini bisa beribadah dengan tenang. Walaupun harus melewati sidang yang berbelit serta cibiran dari beberapa warga setempat.

3. Kasus Pembunuhan Muslim Tanpa Tindak Lanjut Aparat

Masih teringat bagaimana tiga mahasiswa muslim yang mengenyam pendidikan di Chapel Hill, Nort Carolina diakhiri hidupnya dengan keji. Kejadian ini sama sekali bukan hal yang sepele, tapi tanggapan media di sana sepertinya biasa-biasa saja justru terkesan diam.

Kasus pembunuhan muslim di Amerika [Image Source]
Kasus pembunuhan muslim di Amerika [Image Source]
Berbeda sekali ketika kejadian ini menimpa penduduk asli yang pasti akan sangat booming pemberitaannya. Kejadian ini seolah menegaskan kalau negeri pimpinan Barrack Obama ini menerapkan standar ganda terhadap hukum.

4. Aksi Keji Bakar Masjid Masih Sering Ditemui

Kesan penduduk Amerika yang berpendidikan tinggi dan punya toleransi tinggi sepertinya hanya berlaku di kota-kota besar saja. Pasalnya, hal yang sangat berkebalikan terjadi di daerah-daerah kecil. Seperti yang dialami oleh penduduk kota kecil bernama Joplin, Missouri ini.

Masjid dibakar di Amerika [Image Source]
Masjid dibakar di Amerika [Image Source]
Beberapa kali dalam rentang setahun, masjid di kota ini dibakar dengan keji. Kasus ini pun sebenarnya sudah dilaporkan FBI, namun tidak kunjung mendapatkan hasil penyelidikan yang memuaskan. Pelakunya sendiri sampai kini masih belum tertangkap.

Banyak orang yang bilang kalau Indonesia adalah contoh yang paling keren tentang realisasi umat beragama. Bagaimana tidak, meskipun negeri ini banyak penduduknya berbeda agama tapi tetap bisa hidup berdampingan dengan baik. Meski demikian, keberagaman yang begitu rapat tetap membuat kita perlu belajar lebih mengenai toleransi.

Kalau dalam ranah teknologi sepertinya banyak negara yang harus mencontoh Amerika. Tapi untuk toleransi beragama, negara adidaya ini harus mau mencontoh bangsa-bangsa lain.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA