Inilah 6 Motor Klasik yang Pernah “Berkeliaran” Sebelum Indonesia Merdeka

oleh Anas Anas
16:45 PM on Sep 14, 2016

Ada sebuah ungkapan, “yang klasik itu lebih asik”. Mungkin ada benarnya juga ungkapan tersebut bila kita mampu menilik motor-motor kuno zaman dahulu, terlebih motor yang sudah “berkeliaran” di tanah Indonesia sebelum merdeka. Dari berbagai bukti, baik berupa fisik motornya, foto lawas dan catatan-catatan yang dibuat oleh orang Belanda, ternyata bangsa Belanda selama menjajah Indonesia juga memiliki hobi menunggangi si kuda besi.

Di zaman itu, ketika sepeda motor ini pertama kali berjalan di Hindia Belanda, tentu membuat bangsa pribumi terkagum. Karena bukan ditarik dengan tali maupun ditarik binatang, sepeda ini bisa berjalan sendiri dengan teknologi yang baru pertama diketahui saat itu. Nah, seperti apa motor-motor kuno sebelum era kemerdekaan itu? Supaya tidak penasaran, berikut kami ulas 6 motor klasik yang pernah “berkeliaran” sebelum Indonesia merdeka.

Baca Juga
Tak Banyak yang Tahu, Inilah Aksi Hebat Kepolisian Indonesia yang Begitu Disegani di Dunia
6 Cara Ini Bisa Dipakai Agar Tragedi ‘Panjat Pinang Maut’ Tak Terjadi Lagi

1. J.C. Potter

J.C. Potter sebenarnya bukanlah sebuah merek motor. Sebab motor yang ditemukan di Indonesia dengan tahun produksi 1898 ini ditemui tanpa merek dan hanya meninggalkan nama pemiliknya, J.C. Potter. Motor buatan Jerman ini, dipesan langsung oleh J.C. Potter ke pabriknya di Muenchen, yakni Hildebrand und Wolfmuller.

J.C. Potter [Image Source]
J.C. Potter [Image Source]
Motor J.C. Potter ini dilengkapi mesin bertenaga 1500 cc twin-cylinder horizontal, 4 katup, dengan water cooler, dan berbahan bakar bensin. Motor yang tidak memiliki gearbox dan sistem kelistrikan ini mampu mengeluarkan kekuatan 2,5 hp pada kecepatan 240 rpm. Kini motor ini tersimpan rapi di Museum Tantular Sidoarjo, namun di deskripsi motor tersebut dituliskan motor tersebut bermerek Daimler bermesin uap.

2. De Dion Bouton Tricycle

Motor jenis De Dion Bouton Tricycle merupakan motor yang pernah menjadi tren di masanya. Tercatat, motor jenis ini pernah terjual sebanyak 15.000 unit yang tersebar di seluruh dunia. Uniknya, De Dion Bouton Tricycle sebenarnya dibuat pertama kali oleh Jules-Albert de Dion tahun 1882 berfungsi sebagai motor penarik penumpang, bukan untuk motor pembonceng.

De Dion Bouton Tricycle [Image Source]
De Dion Bouton Tricycle [Image Source]
Motor buatan Perancis yang masuk ke Indonesia tahun 1899 ini sudah dilengkapi dengan tenaga listrik. Meskipun begitu, tenaga listrik De Dion Bouton Tricycle hanya mampu berlari dengan kecepatan 65 Kmph. Motor jenis ini juga termasuk motor yang menjadi favorit di Hindia Belanda kala itu.

3. Ariel Motorcycles

Salah satu motor klasik yang pernah terlihat di Indonesia adalah jenis motor Ariel yang diketahui keberadaannya di tahun 1902. Ariel Motorcycles merupakan perusahaan motor yang didirikan oleh James Starley dan William Hillman. Motor pertama keluaran pabrikan ini mulanya juga beroda tiga dengan memanfaatkan mesin dari De Bion Bouton yang bermesin listrik dengan tenaga 2,25 hp.

Ariel Motorcycles [Image Source]
Ariel Motorcycles [Image Source]
Setelah tahun 1918, Ariel Motorcycles mencoba menggunakan mesin merek lain seperti Minerva dan Kerry Motorcycles yang bermesin 2 langkah 3-percepatan. Kapasitas mesinnya pun bermacam, dari 500 CC sampai 900 CC. Motor Ariel yang paling terkenal adalah Ariel Red Hunter 350 CC yang keluar tahun 1938 dan Ariel W/NG 350 yang digunakan sebagai motor militer selama Perang Dunia II.

4. Reading Standard

Tidak banyak catatan yang memberikan informasi soal Motor Reading Standard. Namun, motor ini merupakan salah satu produk pabrikan di mana Charles Gustafson bekerja. Gustafson  sendiri adalah seorang desainer motor terkemuka di zamannya. Setelah resign, Charles Gustafon tercatat bekerja pada Indian Motorcycles pada tahun 1909.

Reading Standard [Image Source]
Reading Standard [Image Source]
Di Hindia Belanda sendiri, motor merek ini sudah pernah dibawa Gerrit de Raadt untuk melakukan perjalanan dari Jakarta dan Surabaya dengan catatan rekor waktu tercepat 20 jam 45 menit. Dengan catatan tersebut, motor ini bisa dikatakan memiliki performa yang tak kalah dengan motor zaman sekarang.

5. Excelsior

Excelsior merupakan produsen pertama motor di Inggris yang dikenal suka memproduksi motor berkecepatan tinggi. Dengan kualitas yang ditawarkan, wajar jika Excelsior kemudian mematok harga yang tinggi untuk motor-motornya. Saat itu, Excelsior juga menjadi salah satu produsen motor sport yang legendaris.

Excelsior [Image Source]
Excelsior [Image Source]
Di Indonesia, Motor Excelsior pernah mencatatkan diri sebagai motor roda dua pertama yang mampu berlari dengan kecepatan 160 Kmph. Motor jenis Excelsior Big X di Indonesia memiliki mesin V-Twin, IOE, dan mesin 1000 CC dengan 3-percepatan. Excelsior pernah dibawa Frits Sluijmers untuk mengalahkan Reading Standard dengan catatan tercepat 20 jam 24 menit untuk menempuh jarak yang sama dari Jakarta ke Surabaya.

6. Harley Davidson

Perusahaan motor Harley Davidson merupakan salah satu raksasa perusahaan motor terbesar di dunia menyaingi pabrikan Indian Standard dan Henderson. Perusahaan yang didirikan tahun 1903 oleh William S. Harley ini mencatatkan diri pernah menjual 1,5 juta unit dalam Perang Dunia I untuk digunakan oleh tentara Amerika sebagai motor militer pada tahun 1917.

Harley Davidson [Image Source]
Harley Davidson [Image Source]
Di Indonesia sendiri, Harley Davidson adalah motor yang pernah mengalahkan catatan waktu tercepat raihan Excelsior untuk menempuh jarak yang sama. Saat itu, Goddy Younge mengendarai motor Harley Davidson dari Jakarta ke Surabaya dengan catatan waktu tercepat 17 jam 37 menit dan kecepatan rata-rata 48 kmph.

Nah, itulah 6 motor klasik yang pernah “berkeliaran” sebelum Indonesia merdeka. Biasanya, motor-motor tersebut hanya dimiliki oleh orang Belanda, tapi ada catatan juga yang mengatakan kalau orang-orang ningrat juga memilikinya. Menariknya, sepeda motor ini saat itu sudah menjadi komoditi tersendiri di Hindia Belanda. Hal ini terlihat dari berbagai iklan sepeda motor yang terpampang di koran ketika itu. Tak heran kan jika saat ini jalanan Indonesia juga dipenuhi sepeda motor? Karena zaman penjajahan pun memiliki sepeda motor sudah menjadi budaya tersendiri.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
error put content