Mitosnya, Gempa dan Bumi Bergetar Terjadi Karena 7 Hal Ini

oleh Tetalogi
07:00 AM on Mar 11, 2016

Negara Indonesia termasuk sering mengalami kejadian gempa bumi. Hal ini terjadi karena lokasi Indonesia yang memang terletak di area ring of fire kawasan Pasifik tempat banyaknya gunung berapi.

Sebenarnya memang ada alasan ilmiah di balik terjadinya gempa bumi. Namun orang zaman dulu belum memahami hal ini sehingga munculah berbagai mitos tentang asal-usul gempa bumi. Berikut ini beberapa diantaranya.

Baca Juga
Inilah Perbandingan Tunjangan Veteran Indonesia dan Luar Negeri Ibarat Langit dan Bumi
4 Aksi Greget yang Dilakukan Barisan Patah Hati di Pernikahan Mantan, Dijamin Bikin Geleng Kepala

1. Dewa yang Kena Hukuman

Kamu tentu sudah pernah dengar nama Loki di film The Avenger atau Thor bukan? Nah, dewa yang satu ini memang suka membuat kekacauan di Bumi. Konon menurut legenda, gempa bumi terjadi juga gara-gara Loki.

Loki yang dihukum [Image Source]
Loki yang dihukum [Image Source]
Suatu ketika Loki membunuh Balder, dewa kecantikan dan cahaya. Sebagai hukumannya, Loki kemudian dikurung dalam gua dengan seekor ular beracun yang diletakkan di atas kepalanya. Setiap kali ular tersebut meneteskan racun di wajahnya, Loki akan memberontak dan membuat bumi bergetar sehingga terjadilah gempa.

2. Hewan yang Banyak Bergerak

Masyarakat India percaya bahwa Bumi tidak miring atau terguling karena ada beberapa hewan yang menyeimbangkannya. Bumi terletak di atas 8 gajah raksasa. Gajah-gajah ini berdiri di atas punggung seekor kura-kura.

Bumi menurut India Kuno [Image Source]
Bumi menurut India Kuno [Image Source]
Selanjutnya, kura-kura itu sendiri berdiri di atas ular besar yang menggulung. Nah jika salah satu saja dari hewan-hewan ini bergerak atau pindah posisi, maka terjadilah gempa bumi.

3. Bayi yang Menendang-Nendang

Suku Maori dari Selandia Baru menyebut bumi sebagai Papatuanuku. Menurut mitologi suku Maori, Papatuanuku sedang mengandung seorang dewa bernama Ru.

Ilustrasi Papatuanuku [Image Source]
Ilustrasi Papatuanuku [Image Source]
Nah, seperti halnya ibu lain yang sedang mengandung, ada kalanya bayi dalam kandungan akan menendang-nendang perut ibunya. Hal yang sama terjadi dengan bayi dewa Ru. Setiap kali ia bergerak dalam perut ibunya, maka bumi akan mengalami gempa bumi.

4. Lele yang Tidak Bisa Diam

Di Jepang memiliki mitos yang lebih unik lagi soal penyebab gempa bumi. Ikan lele raksasa yang disebut Namazu tinggal dalam lumpur di bawah pulau di Jepang.

Namazu yang disegel [Image Source]
Namazu yang disegel [Image Source]
Lele ini dijaga oleh Kashima yang merupakan seorang dewa perang. Ia menjaganya dengan sebuah batu agar tidak bergerak. Tapi ketika Kashima tidak menjaganya dengan benar, lele tersebut akan menggeliat dan berontak sehingga terjadilah gempa.

5. Kebaikan yang Terus Berkurang

Bangsa Rumania memiliki mitos yang berbeda lagi tentang gempa bumi. Menurut kepercayaan mereka, bumi ditopang oleh pilar-pilar yang terbuat dari harapan, kepercayaan, dan perbuatan baik manusia.

Perbukitan Romania [Image Source]
Perbukitan Rumania [Image Source]
Sayangnya, terkadang amalan kebaikan tersebut berkurang dan membuat pilar penopang bumi semakin melemah. Ketika salah satu pilar retan atau patah, maka terjadilah bencana gempa bumi.

6. Bumi Sedang Demam

Bagi orang suku Mozambik, Bumi itu sama seperti manusia. Sama-sama makhluk hidup. Karena itulah, terkadang bumi juga bisa sakit. Setiap kali Bumi sedang merasa demam, hal ini akan berpengaruh pada kondisi di dalamnya.

Dataran Mozambik [Image Source]
Dataran Mozambik [Image Source]
Biasanya, manusia akan sedikit bergetar ketika meriang atau demam. Nah, bagi mereka, bumi juga akan bergetar gara-gara sakit. Akibatnya terjadilah gempa bumi.

7. Poseidon yang Bad Mood

Poseidon dikenal sebagai salah satu dewa Yunani yang menguasai lautan. Tapi tidak hanya itu saja, ia juga dipercaya menjadi sosok dibalik terjadinya gempa bumi yang membuat orang-orang di bumi jadi panik dan ketakutan.

Poseidon [Image Source]
Poseidon [Image Source]
Masalahnya, Poseidon ternyata membuat gempa justru saat suasana hatinya sedang tidak baik alias bad mood. Saat marah, ia akan menghantamkan senjata trisulanya ke tanah sehingga terjadilah gempa dan tsunami.

Gempa bumi memang kejadian alam yang menyeramkan. Mungkin itu pula kenapa orang-orang zaman dahulu menghubungkan kejadian ini dengan hal-hal yang juga bersifat negatif sehingga munculah mitos-mitos tersebut. Mungkin dengan dibuatnya mitos ini, mereka jadi bisa menjelaskan mengapa gempa terjadi dan juga untuk mendorong mereka agar berbuat lebih baik lagi untuk mencegah hal tersebut terjadi.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA