Inilah 5 Mitos Yang Kamu Percaya Gara-Gara Film

oleh Tetalogi
07:00 AM on Jun 5, 2015

Industri film terus berkembang pesat dengan beragam ide dan genre yang menarik. Dengan kreativitas orang-orang yang ada di balik layar, film-film bagus dan berkualitas semakin banyak hadir menghibur penonton.

Jika kamu termasuk seseorang yang sangat menggemari nonton film, kamu harus ingat, bahwa ada beberapa hal tertentu yang ditampilkan di televisi itu tidak benar. Nah, berikut ini adalah beberapa mitos yang tercipta karena film yang mungkin beberapa diantaranya kamu percayai.

Baca Juga
Dinobatkan Jadi Atlet Tercantik dan Terseksi SEA Games 2017, Ini Lho Pesona Lindswell Kwok Yang Bikin Indonesia Bangga
Inilah 4 Bukti Kalau Pengguna Medsos yang Ada di Indonesia Polosnya Bukan Main

1. Klorofom Bisa Langsung Bikin Orang Pingsan

Dalam film-film yang menceritakan tentang kriminal, mereka biasanya akan menggunakan klorofom untuk membuat korbannya pingsan. Kenyataannya, cara kerja klorofom tidaklah semudah itu. Dibutuhkan bahan kimia lain untuk bisa membuatnya berfungsi dengan cepat seperti yang ada di film-film.

Kloroform [Image Source]
Kloroform [Image Source]
Butuh waktu paling tidak lima menit untuk bisa membuat orang pingsan dengan klorofom. Jadi adegan di film yang menuangkan klorofom ke kain dan membekap korbannya begitu saja tidak akan mungkin terjadi. Ini justru bisa membuat korban tercekik karena tak bisa bernafas.

2. Jangan Pernah Menyuntikkan Obat Langsung ke Jantung

Beberapa film action terkadang menunjukkan karkter yang selamat dari hal yang mematikan setelah menyuntikkan obat langsung ke jantung. Suntikan langsung ke jantung memang benar ada, namun hal ini sebenarnya sangat jarang digunakan karena ada cara lain yang lebih aman untuk memasukkan obat.

Suntikan [Image Source]
Suntikan [Image Source]
Sebenarnya menyuntikkan obat langsung ke pembuluh darah sudah merupakan hal yang efektif karena darah sudah mengalir ke seluruh bagian tubuh dengan sangat cepat bahkan kurang dari satu menit. Sementara itu, menyuntikkan obat ke jantung justru beresiko tinggi mulai dari pendarahan atau tidak sengaja melubangi paru-paru. Keduanya sama-sama fatal dan bisa menyebabkan kematian.

3. Defibrillator Tidak Mengembalikan Jantung yang Berhenti

Terkadang dalam sebuah film akan ada adegan dramatis saat jantung seseorang tiba-tiba berhenti dan ahli medis akan mengambil defibrillator dan mengembalikan korban kembali hidup. Kenyataannya, defribilator tidak bekerja jika jantung benar-benar berhenti.

Defribilator [Image Source]
Defribilator [Image Source]
Alat ini bekerja ketika seseorang mengalami gagal jantung dan jantung mereka berdetak tidak beraturan. Jadi kamu tidak akan melihat garis lurus yang berarti jantung mereka berhenti berdetak, sebaliknya, kamu akan melihat garis yang tidak beraturan. Alat ini membantu jantung kembali ke ritme yang seharusnya.

4. Peredam Suara pada Senjata Api Tidak Membuat Suara Tembakan Jadi Hilang

Kalau kamu hobi nonton film action atau spionase dengan banyak adegan tembak menembak, kamu akan familiar dengan peredam suara pada senjata api. Alat ini biasanya digunakan oleh mata-mata agar suara tembakan tidak terdengar oleh orang lain dan sang aktor bisa melenggang pergi dengan aman setelah melakukan tugasnya.

Peredam Suara [Image Source]
Peredam Suara [Image Source]
Nyatanya, peredam suara tidak benar-benar membuat tembakan jadi tidak bersuara. Suara tembakan akan tetap terdengar cukup keras untuk membuat orang-orang di sekitarnya menyadari ada suara tembakan. Jadi, peredam suara sebenarnya bukan berfungsi untuk menembak tanpa ketahuan, tapi untuk melindungi agar telinga penembak tetap aman jika tidak menggunakan pelindng telinga.

5. Ahli Forensik Tidak Serta Merta Mampu Mengungkap Kejahatan

Ahli forensik memang berguna untuk mengumpulkan data dan bukti untuk mengungkap kejahatan. Tapi cara kerjanya tidak semudah yang ada di film-film seperti CSI, NCIS, atau sejenisnya. Di televisi, mereka akan mendapatkan sample rambut, darah, bekas permen atau sejenisnya yang berisi DNA dari pelaku.

CSI [Image Source]
CSI [Image Source]
Nyatanya, orang yang lewat yang tidak berhubungan dengan kasus juga bisa mengkontaminasi lokasi kejahatan dengan DNA mereka. Tidak cuma itu saja, bahkan jika DNA sudah ditemukan, belum tentu data mereka ditemukan di kepolisian karena hanya ada sekitar 3% data DNA yang tersimpan di database mereka.

Itu tadi beberapa hal yang sebenarnya tidak benar namun jadi banyak dipercayai karena seringnya muncul di televisi. Meskipun film tersebut bagus dan bermutu, ada beberapa hal yang memang klise namun sengaja dibuat agar film tersebut tetap menarik.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
error put content