8 Pandangan Mitologi yang Unik dan Aneh Tentang Datang Bulan

oleh Tetalogi
14:03 PM on Jul 10, 2015

Setiap bulan, wanita mengalami hal yang pasti dialami wanita dewasa, yaitu menstruasi. Tidak ada yang aneh dari hal ini dan semua wanita sudah terbiasa dengan siklus bulanan ini. Namun ternyata di berbagai belahan dunia dan budaya lain, menstruasi ternyata punya cerita tersendiri, lho.

Menstruasi oleh berbagai budaya tertentu sering dipandang sebagai kekuatan spiritual wanita. Terkadang dihormati, tapi terkadang juga ditakuti karena kepercayaan tertentu. Nah, berikut ini ada 10 pandangan mitologi seputar menstruasi yang ada dalam sejarah.

Baca Juga
Tak Melulu Miris, Ini Cerita dari Para Veteran yang Akhirnya Diperhatikan oleh Pemerintah
7 Hal Ini Jadi Alasan Kenapa Wanita Jepang Ogah Menikah

1. Stoneclad

Darah adalah bagian penting dalam kepercayaan tradisional suku Cherokee yang melambangkan kehidupan. Menurut tradisi mereka, daging dan darah bayi berasal dari ibu, sedangkan sperma sang ayah yang menjadi dasar dibuatnya tulang. Itulah mengapa darah menstruasi dianggap sangat kuat, melambangkan kekuatan wanita, serta bisa digunakan untuk melawan musuh dalam kejahatan sihir, peperangan, serta beragam ritual.

Suku Cherokee [Image Source]
Suku Cherokee [Image Source]
Dalam sebuah legenda Cherokee, ada sebuah monster kanibal bernama Nun’yunu’wi atau dikenal juga dengan Stoneclad. Makhluk ini tidak bisa dikalahkan oleh prajurit manapun kareka kulitnya yang keras seperti batu. Ia akan mengintai di gunung, membunuh pemburu dan memakan mereka. Tapi, satu-satunya kelemahannya adalah ia tidak bisa melihat wanita yang menstruasi. Akhirnya, makhluk ini bisa dikalahkan saat ia bertemu dengan tujuh orang perawan yang sedang menstruasi dan mereka menghisap kekuatan monster ini. Stoneclad pun akhirnya mati dan menjadi debu.

2. Ritual Kung Menarcheal

Masyarakat Kung di Afrika Selatan percaya bahwa darah menstruasi adalah kekuatan hidup yang sangat kuat. Tidak hanya itu saja, bahkan darah menstruasi pertama seorang wanita dipercaya punya energi spiritual. Saat seorang wanita mengalami menstruasi pertamanya, ia harus berjongkok dan memandang ke bawah sampai seorang mentor wanita yang bukan ibunya untuk membimbingnya.

Gubuk Pengasingan [Image Source]
Gubuk Pengasingan [Image Source]
Sebuah rumah pengasingan kecil dibangun untuk gadis itu, dekat dengan komunitas tapi masih terpisah. Menurut kepercayaan mereka, jika gadis tersebut melihat ke matahari, maka matahari akan menjadi lebih panas dan bisa menghancurkan bumi. Jika ia melihat awan, maka hujan tidak akan turun. Jika ia bertemu dengan pria pemburu, maka senjata para pria tersebut akan berkurang dan mereka jadi malas dan lesu.

3. Memenggal Kepala Naga Merah

Dalam sebuah mitologi Taoist kuno, darah menstruasi disebut chilong atau Naga Merah dan menjadi sumber kekuatan wanita. Saat sedang menstruasi, wanita kehilangan energi qi mereka, tapi dalam ginekologi alkemi ada sebuah teknik yang bisa digunakan untuk mengurangi menstruasi wanita agar mengalir berwarna kuning sebelum benar-benar berhenti agar wanita bisa menjaga energi mereka.

Wanita China [Image Source]
Wanita China [Image Source]
Dalam sebuah cerita kuno, seorang wanita bersama Guan kabur ke gunung untuk menghindari perjodohan. Ia kemudian bertemu dengan seorang pria tua dengan mata biru yang menggambar sebuah garis di perutnya dan berkata bahwa ia sudah memenggal kepala naga merah untuknya dan ia bisa bergabung dengan Dao. Mencegah menstruasi membutuhkan kemurnian seksual agar wanita bisa memenggal kepal a naga merah. Hal ini juga memberikan efek samping yaitu membuat payudara mereka berhenti tumbuh.

4. Tapu

Dalam kepercayaan Maori, darah dan menstruasi wanita adalah tapu, atau atribut spiritual yang sangat penting berasal dari dewa. Karena kekuatan inilah wanita yang mengalami menstruasi akan diberi beberapa batasan tertentu misalnya tidak boleh masuk ke laut atau menaiki kuda karena hiu atau kuda bisa mencium bau darah.

Wanita Maori [Image Source]
Wanita Maori [Image Source]
Beberapa menghubungkan menstruasi dengan bulan yang dikatakan sebagai suami dari semua wanita. Kepala suku dan pria dengan kedudukan tinggi lainnya harus menghandari wanita yang sedang menstruasi atau berkontak dengan tempat atau barang yang terkena kekuatan menstruasi karena hal ini bisa menghilangkan kekuatan magis para pria tersebut.

5. Lady Blood

Suku Maya percaya bahwa suku menstruasi dan proses kelahiran dihubungkan dengan dewi bulan yang biasa dikenal dengan Lady Blood atau Ixchel. Darah menstruasi juga dianggap sebagai sumber kekuatan bagi setiap gender.

Lukisan Menggambarkan Suku Maya [Image Source]
Lukisan Menggambarkan Suku Maya [Image Source]
Salah satu kata untuk menstruasi adalah yilic yang berasal dari kata ilah atau ilmah yang bisa berarti menstruasi atau melihat. Menstruasi dianggap sebagai bentuk suatu penglihatan bukan dari mata tapi dari rahim dan darah.

6. Geh

Menurut para Zoroastrians, menstruasi berhubungan dengan dewa jahat Ahriman. Dewa yang baik Ohrmazd atau Ahura Mazda membuat alam kemudian tiba-tiba diserang oleh Ahriman namun Ahriman kalah dan tertidur selama 3.000 tahun. Berbagai macam iblis berusaha membangunkan Ahriman tapi ternyata hanya Geh, iblis wanita yang bisa membangunkannya. Ahriman terbangun dan mencium Geh di kening dan ia menjadi sosok pertama yang terkontaminasi dengan darah menstruasi yang membuat manusia tidak bisa bertarung melawan kekuatan jahat.

Tangan Iblis Wanita [Image Source]
Tangan Iblis Wanita [Image Source]
Versi lainnya mengatakan bahwa Geh menjadi prajurit Ahriman yang tugasnya untuk mencemari wanita, yang selanjutnya akan mencemari para pria agar mereka tidak mengerjakan tugas dan pekerjaan mereka. Karena itulah suku Zoroastria kemudian memandang tabu seorang wanita yang mengalami menstruasi dan tidak ada yang boleh mendekati mereka paling tidak dalam radius 1 meter. Wanita yang mengalami menstruasi juga harus diberi makan lewat piring metal dan tidak boleh makan daging atau makanan segar yang membuat kemampuan jahat tersebut semakin kuat.

7. Pliny The Elder

Penulis abad pertama di Romawi menjadi sosok yang bertanggung jawab dengan banyaknya mitos mengenai menstruasi yang beredar di Eropa selama abad pertengahan. Di bukunya yang berjudul Natural History, Pliny menulis banyak hal tentang darah menstruasi yang punya kekuatan merusak. Beberapa di antaranya adalah membuat buah dan tanaman jadi layu, minuman anggur jadi asam, cermin menjadi buram, besi dan perunggu jadi berkarat, pisau cukur jadi tumpul, lebah-lebah mati, anjing menjadi gila, serta menyebabkan manusia dan kuda keguguran.

Pliny the Elder [Image Source]
Pliny the Elder [Image Source]
Bersetubuh dengan wanita yang mengalami menstruasi selama gerhana bulan atau matahari juga bisa menimbulkan penyakit bahkan kematian bagi si pria. Selain berbagai pengaruh buruk seperti yang disebutkan oleh Pliny, ia juga menyebutkan bahwa darah menstruasi juga bisa digunakan sebagai penyembuhan. Misalnya menyembuhkan encok, penyakit kelenjar, luka bakar, demam, gigitan anjing gila, serta melindungi dari pengaruh sihir hitam.

8. Pengasingan Yanomami

Orang-orang Yanomami di utara Brasil percaya bahwa wanita yang mengalami menstruasi memiliki kelebihan darah dalam tubuhnya sehingga mereka harus diisolasi dengan ritual tertentu agar tetap aman. Saat wanita pertama kali mengalami menstruasi, ia harus memberitahu ibunya yang kemudian akan membangunkan gubuk terisolasi dari dedaunan tertentu untuk menyembunyikan wanita tersebut dari mata lelaki.

Yanomami [Image Source]
Yanomami [Image Source]
Ia harus menjalani ritual-ritual di,antaranya adalah ia harus telanjang, menghindari kontak langsung dengan air dengan cara minum dengan menggunakan tongkat berlubang yang didorong jauh ke dalam mulut, hanya boleh berbisik, dan makanan mereka dibatasi dengan makan pisang raja dan terkadang kerang.

Sebuah legenda kuno bercerita tentang seorang wanita muda yang sedang diisolasi pada menstruasi pertamanya menjalani ritual untuk komunitas dan tamu yang datang. Seorang pria kemudian berteriak, ‘setiap wanita tanpa terkecuali harus bernyanyi dan menari’. Gadis tersebut mengira ia termasuk salah satu yang harus menari sehingga ia keluar dari gubuk pengasingannya dan ikut menari. Akibatnya, tanah berubah menjadi lumpur dan seluruh desa tenggelam ke dunia bawah dan menjadi batu.

Nah, itu tadi beberapa kisah mitologi seputar wanita yang mengalami menstruasi di berbagai budaya kuno. Bagaimana menurutmu? Mana yang paling menarik?

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
BERITA LAINNYA
BERITA PILIHAN
Seperti Ini Nasib Para Pemain Film Esek-Esek Setelah Pensiun, Dijamin Kaget Kamu Lihatnya 25 Foto Selfie Fail Abis yang Bikin Kamu Ketawa Ngakak Sampe Perut Mules 15 Potret Nona Berlian, Pemeran Ronaldowati yang Kini Cantiknya Tak Kalah dari Gadis Korea Tak Hanya Fenomena Gancet, Ternyata ‘Cupang’ Juga Bisa Membuat Orang Meninggal Kabar Terbaru Dicky Haryadi, Kontestan AFI 1 yang Dulu Pernah Bikin Para Cewek Meleleh 7 Fakta Tentang Dunia Esek-Esek Jepang yang Bakal Membuatmu Tercengang Ternyata Segini Gaji Pemain Film "Dewasa", Penderitaan Tidak Sebanding dengan Penghasilan Cantik dan Soleha, Putri Sulung Almarhum Uje ini Bikin Cowok Rela Ngantri Jadi Imamnya Wanita Ini Bikin Geger Gara-Gara Mengaku Sebagai Nabi Terakhir dan Punya Kitabnya Sendiri 8 Ilustrasi Kocak yang Membuktikan Dunia Berubah ke Arah yang Lebih Buruk, Setuju?
BERITA TERKAIT
BACA JUGA