5 Cara Mudah Menyiasati Bulan Ramadan Agar Harimu Lebih Produktif

oleh Adi Nugroho
08:06 AM on Jun 6, 2016

Ramadan akhirnya tiba dengan semua keberkahannya. Semua umat Islam di seluruh dunia bersuka cita menyambut bulan yang semua amalan akan dilipatgandakan. Semua orang akan berlomba-lomba untuk melakukan ibadah hingga kelak mendapatkan apa yang namanya Lailatul Qadar. Sayangnya, banyaknya ibadah di bulan ramadan justru membuat kita semua jadi kendor.

Bangun pagi buta untuk sahur lalu beribadah seperti tarawih hingga tadarus lewat tengah malam. Akhirnya tubuh menjadi kurang tidur dan akhirnya lemes. Akibat tubuh yang tidak bersahabat ini kegiatan keseharian jadi terganggu, pekerjaan jadi tidak produktif hingga akhirnya kacau. Akhirnya kita dengan gampangnya bilang gini: namanya juga bulan ramadan, jadi wajar dong.

Baca Juga
Tak Banyak yang Tahu, Inilah Aksi Hebat Kepolisian Indonesia yang Begitu Disegani di Dunia
6 Cara Ini Bisa Dipakai Agar Tragedi ‘Panjat Pinang Maut’ Tak Terjadi Lagi

Ramadan itu bukan waktunya males-malesan. Ramadan itu harus dijalani dengan lebih produktif. Begini cara yang bisa kita semua praktikkan.

1. Mengalkulasi dan Mengatur Jadwal Ibadah

Anda mungkin akan bilang: mau ibadah kok itung-itungan waktu. Well, sebenarnya bukan masalah itung-itungan waktu. Tapi membuat ibadah jadi lebih terstruktur hingga kita semua bisa menjalaninya dengan lebih maksimal. Salah satu yang bisa dilakukan adalah melakukan salat dengan tepat waktu dan tidak molor-molor.

Jadwal Ibadah [image source]
Jadwal Ibadah [image source]
Perkirakan waktu-waktu ibadah lain seperti saat tadarus Alquran dan tarawih di masjid. Dengan melakukan penghitungan waktu, maka kita semua akan bisa menggunakan waktu lain untuk kegiatan yang bermanfaat. Tidak hanya tidur dengan alasan lemas.

2. Mengatur Waktu Tidur

Sebagian besar orang akan mengatakan bahwa tidurnya orang puasa adalah ibadah. Memang benar. Namun, bukan berarti selama seharian dihabiskan untuk tidur saja. Setiap ada kesempatan jangan langsung tidur dengan alasan karena tidur adalah ibadah. Ada waktu-waktu tertentu di mana kita semua bisa tidur dengan lebih beralasan.

mengatur waktu tidur [image source]
mengatur waktu tidur [image source]
Oke anggap saja normalnya orang tidur itu 6-8 jam sehari. Kita ambil 6 jam karena sisanya digunakan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah. Misal kita tidur pukul 21.00 dan bangun pukul 03.00. Selebihnya bisa digunakan untuk ibadah wajib atau pun sunah. Jangan sesekali melanggar jam tidur ini agar esok hari tubuh tidak lemas.

3. Melakukan Olahraga Secara Rutin

Saat bulan ramadan tiba, banyak orang tidak melakukan olahraga dengan alasan tidak kuat. Takut puasanya batal dan alasan-alasan klasik lainnya. Padahal dengan melakukan olahraga tubuh akan semakin kuat, jarang sakit, dan menghindari lemas akibat metabolisme tubuh yang menurun dengan drastis.

olahraga [image source]
olahraga [image source]
Olahraga bisa dilakukan pada pagi buta setelah subuh saat kondisi tubuh masih full energi. Selanjutnya olahraga bisa dilakukan juga menjelang atau sesudah berbuka puasa. Olahraga tak perlu yang berat-berat, terpenting tubuh bergerak aktif dan berkeringat. Jika biasanya Anda berolahraga 1 jam setiap hari, pangkas jadi separuhnya saja.

4. Hindari Multitasking dalam Bekerja

Dalam bulan-bulan biasa mungkin Anda bisa melakukan banyak hal dalam sekali waktu. Untuk bisa lebih produktif Anda harus meningkatkan kuantitas pekerjaan. Saat puasa, melakukan multitasking hanya akan membuat Anda semakin tak produktif. Mengapa? Karena tubuh memiliki keterbatasan secara fisik dan pikiran.

hindari multitasking [image source]
hindari multitasking [image source]
Lakukan pekerjaan secara bertahap. Buat prioritas pekerjaan mana saja yang bisa dikerjakan duluan dan mana yang bisa dikerjakan selanjutnya. Dengan memberlakukan ini, semua pekerjaan akan bisa dikerjakan dengan baik tanpa ada masalah di sana-sini. Bukankah sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit?

5. Hindari Terlalu Banyak Waktu untuk Sosial Media

Disarankan untuk tidak banyak menghabiskan waktu senggang dengan bersosial media. Alasannya sederhana saja, saat bersosial media semua orang akan asyik hingga akhirnya lupa diri. Padahal waktu yang berguna itu bisa digunakan untuk hal-hal yang jauh lebih berguna, mengaji misalnya.

sosial media [image source]
sosial media [image source]
Selain itu, sosial media kadang berisi hal-hal yang kurang berkenan dan bisa mengurangi pahala berpuasa. Jadi daripada menghabiskan hari dengan sosial media yang kadang memabukkan itu lebih baik habiskan waktu untuk bekerja, membaca, atau hal lain yang tidak mengurangi pahala beribadah.

Inilah lima cara yang bisa Anda lakukan untuk menyiasati bulan ramadan yang penuh berkah. Yuk, persiapkan ramadan seproduktif mungkin biar enggak malas-malasan!

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
error put content