Menu ‘Khusus Pembantu’ di Restoran Jepang Ini Picu Polemik Perbedaan Derajat Manusia

oleh Adi Nugroho
10:30 AM on Nov 1, 2016

Masih ingat dengan foto seorang pembantu yang dibiarkan duduk di meja terpisah sementara majikannya makan dengan lahap? Ya, foto yang sempat viral di jejaring sosial seperti Facebook itu sampai diangkat menjadi berita di luar negeri. Dalam berita juga dijelaskan betapa profesi pembantu rumah tangga ini direndahkan sehingga mereka tidak diberi makan meski berada di dalam satu ruangan.

Setelah kasus pembantu yang sangat dizolimi ini hilang dari peredarannya. Kasus yang hampir senada akhirnya muncul. Pada kasus ini, sebuah restoran makanan Jepang bernama Shabu Hachi menyediakan menu ‘khusus pembantu’. Melihat kejadian yang merendahkan para pembantu ini , seorang sutradara andal asli Indonesia bernama Joko Anwar mengunggah foto menu itu di akun Twitter.

Baca Juga
Bukan Tanpa Tujuan, Ini Loh Alasan Kenapa Teh Itu Baiknya Dipetik di Pagi Hari
Mirisnya Tata Krama Murid Sekarang, Guru Mendidik Sepenuh Hati Malah Dibuat Candaan

Tidak berselang lama sejak pengunggahan itu, foto yang menampilkan menu dari Shabi Hachi itu menjadi viral dan menimbulkan banyak polemik di kalangan masyarakat. Berikut foto yang diunggah Joko Anwar pada akun Twitternya.

Berselang sehari setelah Joko Anwar mengunggah foto menu di Twitter, pemilik restoran Jepang mulai memberikan jawaban. Seorang wanita bernama Githa Nafeeza itu menampik tuduhan dari Joko Anwar yang mengatakan kalau pembedaan menu ini akan melukai perasaan dari pembantu atau asisten rumah tangga. Githa berdalih kalau pemberian menu itu justru memberikan kemudahan bagi pembantu atau babysitter untuk makan.

Setelah memberikan tanggapan atas postingan dari Joko Anwar beberapa netizen mulai memberikan pendapatnya sendiri. Ada yang mengatakan kalau pembedaan menu justru menurunkan derajat atau level dari pembantu. Pada dasarnya pembantu tetaplah manusia meski dia bekerja untuk orang lain dan mendapatkan uang dari mereka.

Pendapat lain datang dari akun Twitter Alexander Tian yang menganggap menu itu tidak masalah. Kata maid atau pembantu dianggap hal yang wajar dan jangan dianggap sebagai sesuatu yang rendahan.

Setelah polemik dari menu ‘khusus pembantu’ ini bergulir, pihak dari restoran memutuskan untuk menurunkan menu itu. Menu khusus pembantu yang membuat banyak perdebatan ditiadakan agar tidak ada lagi keributan di sana-sini. Mengetahui menu ‘khusus pembantu’ itu diturunkan, Joko Anwar akhirnya lega.

Melihat fenomena di atas? Apa yang akan Anda lakukan? Menganggap menu itu biasa saja dan merupakan jalan untuk lebih memudahkan pembantu untuk dapat makan. Atau menganggap perbedaan menu ini justru semakin menumbuhkan perbedaan derajat antara pembantu dengan majikannya.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
5 Artis Cilik Zaman Dulu yang Penampilannya Sekarang Bikin Kita Mangap Gak Percaya Potret Kehidupan Mewah Anak Orang Kaya di Hong Kong yang Dijamin Membuatmu Melongo 7 Wanita Tercantik di Jepang ini Bikin Dengkul Lemes Pria Menikahi Boneka yang Ceritanya Menuai Kontroversi, Ternyata Kenyataannya Bikin Nyesek Orang-orang yang Dulunya Terkenal Ini Kini Nasibnya Berputar 180 Derajat Inilah 11 Status Kocak “Emak Zaman Now” di Medsos yang Bikin Minder Anak Muda Karena Kalah Eksis Bukan So Sweet, 10 Foto Prewedding Ini Malah Punya Konsep Kocak Abis, Pasti Ketawa Liatnya Sempat Jadi Terkenal Secara Instan, Seperti Ini Nasib 4 Artis Dadakan yang Karirnya “Terjun Bebas” Kisah Sedih Eva, Calon Pengantin Yang Tertabrak Kereta Saat Mengantar Undangan Pernikahannya 16 Foto Ini Jadi Bukti Kalau Orang Indonesia Kreatifnya Bukan Main
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA