4 Langkah Islami Menjemput Pernikahan

oleh Sofia Fitriani
08:00 AM on Apr 9, 2015

Siapa yang tak bahagia kala pernikahan yang telah lama  dinanti-nanti kita tinggal menghitung bulan atau minggu lagi? Tentunya semua umat muslim tahu dan memahami bahwa pernikahan bukanlah sekedar bisa bersama dengan orang yang kita cintai di sisa hidup kita, namun pernikahan sejatinya adalah sebuah bentuk komitmen kita kepada Allah, komitmen kita dalam menjaga amanah dan ibadah di dunia dan akhirat kita.

Bagi seorang pria, sebuah tanggungjawab besar untuk mampu mendidik dan menjaga wanita yang dinikahinya kelak agar bisa menjadi isteri yang shalihah, patuh, dan taat kepadanya, serta menjadi seorang Ibu yang baik dan membuatnya menjadi seorang wanita ahli syurga. Bukan sebuah tanggungjawab yang mudah memang, namun ketika seorang pria telah siap dan mampu memegang tanggungjawab tersebut, maka semua akan terasa mudah.

Baca Juga
4 Hal Negatif yang Mungkin Akan Dialami Masyarakat Jika Penggunaan KTP Sebagai Syarat SIM Card Terlaksana
Tukang Bakmi Bak Seleb, Gaya dan Dandanan Jamila “Janda” Dijamin Bikin Publik Melongo

Bagi seorang wanita juga, keputusan menerima seorang pria untuk menikahinya berarti siap untuk dipimpin dan dididik untuk menjadi lebih taat dan bertakwa kepada Allah. Dia yang selama lajang mungkin masih bisa bebas melakukan apa yang diinginkannya, ketika menikah dia harus sadar bahwa dia telah memiliki seorang Imam yang akan dipatuhi dan ditaati selama perintahnya adalah untuk mendekat kepada Allah SWT.

Makna Menikah Sesungguhnya

Menikah tak hanya sekedar bisa bermesra-mesraan, namun adalah sebuah proses kehidupan yang sebenarnya. Bagaimana kita akan dihadapkan pada kondisi perbedaan yang harus mampu kita kelola untuk bersatu dalam jalan visi dan misi pernikahan yang sama? Kita akan menemukan kondisi psikologis dari pasangan kita yang berbeda jauh dengan kita dan harus mampu kita hadapi dengan bijaksana.

Belum lagi ketika sudah lahir anak-anak kita, dan bagaimana juga menjaga hubungan baik dengan keluarga pasangan dan terlebih mertua. Karena menikah itu berarti menyatukan dua keluarga yang mungkin saja tak hanya berbeda karakter namun bahkan berbeda adat budaya yang dijunjung.

Nah, bagi yang tengah berbunga-bunga dalam menanti detik-detik pernikahan atau yang masih harap-harap cemas menanti dengan sabarnya sang jodoh datang, berikut ada beberapa hal dalam Islam yang perlu kita persiapkan untuk menyambut kehidupan baru kita, yaitu pernikahan:

1. Persiapan Ruhiyah

Ini adalah persiapan yang amat penting dan harus dipersiapkan jauh bahkan sebelum persiapan lain kita lirik. Ya, hubungan kedekatan kita dengan Allah akan sangat mempengaruhi kehidupan kita baik sebelum pernikahan maupun sesudah.

Bahkan dalam kita menentukan keputusan atau mengambil pilihan dalam hidup, ketika kita melakukannya dalam keadaan ruhiyah atau hubungan dengan Allah yang lemah, maka bisa jadi kita akan menemukan kebuntuan atau yang kemudian kita sebut salah pilih.j

Selalu perkuat hubungan kita dengan Allah, karena hubungan yang baik dengan Allah akan mendatangkan ketentraman dalam jiwa dan kehidupan kita. Pikiran kita menjadi bersih dan tingkah laku kita juga akan terjaga. Sehingga ketika kita menjadi orang tua, kita akan mampu memberikan contoh yang terbaik bagi putra dan putri kita.

Dan ketika jodoh tak kunjung datang kepada kita, bisa jadi itu karena hubungan kita dengan Allah yang masih kurang baik. Sehingga keridha-an Allah menjadi kurang kepada kita. Jika kita menginginkan sesuatu, mintalah kepada Allah dengan sebaik-baik cara meminta, kemudian biarkan Allah yang memutuskan yang terbaik untuk kita. In shaa Allah.

2. Persiapan Jasadi

Atau bisa kita sebut persiapan jasmani atau fisik. Bahkan sebelum menikah pun kita harus bisa mempersiapkan tubuh kita menjadi sehat dan kuat. Seorang wanita harus selalu menjaga pola makan dan pola hidupnya, karena akan berpengaruh pada rahim dan pada saat mengandung anak nanti. Bagi seorang wanita, tak ada yang lebih membahagiakan tentu selain menjadi seorang Ibu, yang akan mengandung, melahirkan, dan menyusui.anime1

Namun jika kita tak mampu menjaga kesehatan kita sejak dini, bagaimana kita akan mengurus anak dan pasangan kita? Begitupun dengan seorang pria, dia akan menjadi sosok kepala rumah tangga yang harusnya tangguh dan kuat dalam mencari nafkah dan mendidik isteri serta anaknya.

Namun jika seorang pria sakit-sakitan, maka dia tak akan bisa menjalankan kewajibannya dengan maksimal. Bahkan kondisi fisik yang kurang sehat seringnya juga memicu meningkatnya emosi yang bisa menimbulkan pertengkaran dalam rumah tangga.

3. Persiapan Fikriyah

Biasa disebut dengan persiapan ilmu. Nah, kehidupan itu ibarat sebuah madrasah atau sekolah, dimana Allah telah memberikan seluas-luasnya fasilitas untuk kita menuntut ilmu dunia dan akhirat apapun itu. Bahkan pun tentang pernikahan, kita harus tahu tugas seorang suami atau isteri, bahkan tugas orang tua, seorang menantu, dan bagaimana nanti jika kita akan menikahkan anak kita.

Muslimah
Muslimah

Banyak sekali ilmu pernikahan yang harus kita siapkan sebelum kita terjun ke dalam kehidupan pernikahan. Namun bukan berarti kita jadi berkutat melulu pada memenuhi asupan ilmu sehingga membuat kita enggan segera menikah, namun selagi kita terus berproses atau belajar maka kita bisa langsung terjun dan mengaplikasikannya.

Bukankah cara belajar cepat itu sambil dengan mempraktekkannya? Nah, persiapan ilmu ini bisa kita dapat dari dalam Al-Qur’an yang adalah pedoman hidup kita, kemudian ada AS-Sunnah, dan bisa kita ambil ilmu dari para ulama, orang tua kita, bahkan teman yang sudah menikah. Ambil ilmu dan pengalaman yang baik dan buanglah yang buruk.

4. Persiapan Maliyah

Dan yang tak kalah penting adalah persiapan maliyah atau finansial. Seorang pria walau sedikit apapun wajib hukumnya menafkahi isterinya. Meskipun dia belum memiliki pekerjaan tetap atau masih mencari, namun dia harus memiliki semangat dan sikap pekerja keras serta tanggungjawab tinggi untuk mencari penghasilan dan dinafkahkan kepada isteri dan anak-anaknya. Pekerjaan itu juga tak banyak menentukan sikap tanggungjawab seseorang.249072_589334504430338_1280883912_n

Ada seorang manager yang kaya raya dan uangnya melimpah namun tak pandai mengatur finansialnya sehingga dia habiskan untuk foya-foya sendiri dan lupa menafkahkan pada isteri dan anaknya. Kebalikannya, ada seorang pekerja serabutan dengan penghasilan sangat pas-pasan, namun mampu mengelola finansialnya sehingga dia bisa menjamin kehidupan isteri dan anak-anaknya menjadi sejahtera dan tak kekurangan.

Allah itu telah menjamin rezeki seseorang. Maka ketika kita meminta kepadaNya, apa yang tak mungkin baginya? Asal kita terus mendekatkan diri kepadanya dengan sebaik-baiknya takwa, percaya bahwa Allah akan menolong hambaNya yang berjuang di jalanNya, serta pasrah atau tawakal akan semua keputusan Allah.

Tak perlu kita menempuh jalan haram atau yang tidak Allah sukai, karena yang namanya rezeki tidak akan pernah berpindah tempat maupun orangnya. Begitupun dengan jodoh. (sof)

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA