6 Hal ini Harus Kamu Persiapkan Jika Kepincut Menjadi Anggota Bin, CIA-Nya Indonesia!

oleh Rizal
14:00 PM on Feb 4, 2016

Aparat memang posisinya sebagai frontliner alias gugus depan dalam sebuah peristiwa atau kejadian. Tapi, sebelum melakukan upaya-upaya, biasanya pemerintah akan mengirim intelijen untuk mengumpulkan informasi. Dari sini, baru kemudian disusun rencana yang nantinya akan dieksekusi oleh aparat. Siklus umumnya selalu seperti ini. Jadi, bisa dibayangkan jika sebuah tanpa intelijen, maka akan kacau balau pemerintahannya.

Baca Juga :5 Fakta Kehebatan Sniper di Indonesia ini Membuat Dunia Ketar-ketir Ketakutan

Baca Juga
Bukan Tanpa Tujuan, Ini Loh Alasan Kenapa Teh Itu Baiknya Dipetik di Pagi Hari
Mirisnya Tata Krama Murid Sekarang, Guru Mendidik Sepenuh Hati Malah Dibuat Candaan

Setiap negara pasti punya badan intelijennya. Amerika ada CIA, Rusia ada GRU, Inggris ada MI5 dan sebagainya. Indonesia pun juga memiliki badan semacam ini namanya adalah BIN. BIN sama seperti deretan badan intelijen itu, mereka punya banyak tugas-tugas penting yang berhubungan dengan tujuan stabilitas negara.

Mengabdi secara nyata kepada negara bisa dengan menjadi anggota BIN. Namun, untuk bisa masuk ke dalamnya butuh perjuangan dan risiko yang tidak main-main. Kira-kira hal-hal apa saja yang harus diperhatikan jika ingin menyandang gelar sebagai seorang intelijen? Berikut ulasannya.

1. Super Cerdas, Hukumnya Wajib!

Syarat paling penting menjadi seorang intelijen haruslah cerdas. Bukan diskriminasi, tapi kecerdasan memang dibutuhkan dalam setiap tugas seorang anggota BIN. Mengumpulkan informasi tanpa ketahuan, melakukan penyelidikan-penyelidikan, tentu hal-hal semacam ini harus dibekali dengan aksi dan perhitungan akurat yang notabene hanya dimiliki orang-orang berotak encer.

Gayarti, wanita super jenius ini adalah anggota BIN [Image Source]
Gayarti, wanita super jenius ini adalah anggota BIN [Image Source]
Jika tak percaya anggota BIN harus cerdas, coba cari nama gadis bernama Gayatri Wailisa. Percaya atau tidak, Gayatri menguasai sekitar 13 bahasa, dan faktanya penguasaan perbendaharaan bahasa adalah ciri-ciri orang cerdas. Bahkan angka 13 bahasa bisa dibilang super jenius. Kualifikasi BIN memang ketat seperti ini karena tugasnya sama sekali tidak remeh.

2. Harus Lolos Seleksi Dari Ribuan Orang

Ya, sama seperti penerimaan PNS atau sejenisnya, untuk bisa menjadi anggota BIN seseorang harus terlebih dahulu lulus ujian. Setelah mendaftar dan memenuhi syarat administratif, kemudian yang harus dilakukan adalah bersaing dengan para kandidat yang jumlahnya mungkin ribuan lebih dan rata-rata semuanya berkualitas.

Sebelum menjadi anggota, harus lolos seleksi super ketat [Image Source]
Sebelum menjadi anggota, harus lolos seleksi super ketat [Image Source]
Jenis-jenis tesnya biasanya macam-macam, tak hanya berhubungan dengan intelektualitas, tapi juga fisik. Ingat James Bond? Ia adalah intel yang tidak hanya duduk manis dan pacaran dengan wanita cantik. Meskipun intel ia juga harus berjibaku dengan penjahat. Meskipun tidak seekstrem 007, tapi anggota intel memang dituntut untuk punya skill yang berhubungan dengan fisik.

3. Siapkan Duit Banyak

Bukan, bukan untuk menyuap negara, melainkan sebagai denda kalau mengundurkan diri dari kesatuan. Ya, dikatakan dalam aturan penerimaannya, barang siapa mengundurkan diri dengan alasan-alasan tertentu, maka si bersangkutan harus membayar denda dengan jumlah yang cukup banyak.

Mantapkan hati sebelum menjadi anggota BIN karena risikonya dendanya besar kalau mundur [Image Source]
Mantapkan hati sebelum menjadi anggota BIN karena risikonya dendanya besar kalau mundur [Image Source]
Tak hanya mundur ketika di tahap tes saja, saat sudah diterima dan kemudian mundur lantaran alasan-alasan khusus, juga bakal kena denda bahkan lebih besar lagi. Hal ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan sebagai peringatan nyata kalau BIN bukan pekerjaan yang main-main.

4. Harus Pintar Jaga Rahasia dan Bukan Tukang Pamer

Kasus Banyu Biru yang mengunggah surat pengangkatannya menjadi anggota BIN di sosmed mengundang polemik. Banyak yang menilai aksinya sangat konyol dan kekanak-kanakan. Pasalnya, BIN adalah organisasi rahasia. Maka apa pun yang berhubungan dengannya termasuk surat seperti ini, tentulah menjadi rahasia juga.

Menjadi anggota BIN harus bisa jaga rahasia apa pun itu [Image Source]
Menjadi anggota BIN harus bisa jaga rahasia apa pun itu [Image Source]
Membeberkan kepada umum kalau seseorang menjadi BIN sama seperti memberi tahu penjahat di mana kantor polisi. Ya, info seperti ini pasti akan bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak berkepentingan. Belum lagi bagi Banyu Biru sendiri hal tersebut akan membuat dirinya dicurigai dalam setiap langkahnya. Namanya juga intelijen, maka ‘rahasia’ harusnya menjadi nama tengah semua anggotanya.

5. Siap Berkonfrontasi Dengan Intelijen yang Lain

Seperti Amerika dengan CIA-nya yang selalu sok ikut campur urusan negara lain, maka mungkin BIN juga akan diposisikan seperti itu. Tentu saja tujuannya bukan untuk mengganggu negara lain melainkan menjaga kestabilan negara. Ketika diturunkan dalam tugas-tugas seperti ini, maka sudah pasti nantinya akan dihadapkan dengan kondisi di mana seorang intelijen beradu dengan intelijen dari negara lain.

Menjadi anggota BIN harus siap ketika berhadapan dengan intelijen negara lain [Image Source]
Menjadi anggota BIN harus siap ketika berhadapan dengan intelijen negara lain [Image Source]
Mungkin saja BIN akan berkonfrontasi dengan CIA atau mungkin MI5 ketika terjadi peristiwa yang menyangkut-pautkan beberapa negara termasuk Indonesia. Risiko ketika berhadapan dengan intelijen asing tentu tidak kecil. Harus siap-siap beradu otak atau bahkan yang lebih gila lagi.

6. Siap Mati Tentu Saja

Pekerjaan apa pun yang berhubungan dengan stabilitas negara, risikonya adalah mati. Menjadi penegak hukum mati, menjadi aparat mati, masuk militer risikonya juga mati. BIN pun begitu, ketika berhasil menjadi salah satu anggotanya, maka risiko siap mati sudah harus bisa ditanggung.

Mati dalam tugas adalah risiko menjadi anggota BIN [Image Source]
Mati dalam tugas adalah risiko menjadi anggota BIN [Image Source]
Kenapa jadi anggota BIN bisa mati? Alasannya sudah jelas karena tugas mereka yang penting. Orang-orang yang punya kepentingan pasti akan menganggap anggota BIN sebagai batu sandungan untuk mencapai tujuannya. Belum lagi, ketika ada sebuah kejadian kemudian seseorang terkuak identitasnya sebagai anggota, maka sudah jelas akan diincar dan dienyahkan oleh pihak yang beroposisi.

Baca Juga :5 Alasan Kenapa Pencak Silat dari Indonesia Bisa Menembus Megahnya Hollywood

BIN bukan tentang pride atau kebanggaan, bukan juga bayaran tinggi. Tapi, soal bagaimana kita bisa menjaga kestabilan negara, melakukan upaya-upaya untuk membuat negara ini tetap aman dan tentram. Dengan semua risiko yang ada serta prestasi yang sudah dibuatnya meskipun tidak banyak yang bisa diungkap, kita patut syukuri akan eksistensi BIN di negara ini.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA