4 Orang Terkenal ini Meninggal Lantaran Serangan Jantung Mendadak Setelah Berolahraga

oleh Rizal
12:00 PM on Aug 20, 2015

Kamu mungkin pernah mendengar sebuah ujaran kalau kebanyakan orang akan meninggal dengan melibatkan sesuatu yang dicintainya. Percaya atau tidak hal ini memang adalah fakta nyata yang sudah dibuktikan banyak orang terutama lewat jajaran sosok terkenal Indonesia. Tidak hanya karena kematian yang disebabkan oleh motor seperti Alm. Ust Jefrrie atau Alm. Adi Firansyah yang semasa hidupnya memang hobi otomotif, kematian yang berhubungan dengan olahraga juga sering terjadi.

Yang paling baru, adalah pelatih Arema, Suharno, yang mengalami serangan jantung mendadak tak lama setelah melakukan coaching anak didiknya di Malang. Selain Suharno, ada sosok terkenal lain yang juga meninggal dengan skenenario yang sama, olahraga dan serangan jantung. Berikut ulasannya.

Baca Juga
6 Alasan Kenapa One Piece Nggak Pernah Bikin Penggemar Bosen Meski Sudah 20 Tahun
Inilah 4 Alasan Mengapa Profesi TKI Bisa Bikin Seseorang Jadi Kaya Mendadak

1. Suharno

Meninggalnya Suharno menjadi pukulan telak bagi Arema dan seluruh pecintanya. Bagaimana tidak, pelatih yang sudah malang melintang di dunia kepelatihan ini tidak pernah menunjukkan tanda-tanda akan pergi. Kematiannya begitu cepat dan sangat mengejutkan.

Suharno [Image Source]
Suharno [Image Source]
Sebelum musibah tersebut terjadi, Suharno sempat melatih anak didiknya di Kanjuruhan pada hari Rabu malam kemarin sebagai persiapan untuk mengikuti Piala Presiden. Usai melatih dan dalam perjalanan pulang, ia pun mengeluh perutnya sangat sakit. Saat itu Suharno tengah menyetir mobil dan kemudian meminta I Made Pasek Wijaya sang asisten untk menggantikannya.

Suharno masih meraung kesakitan ketika mobil yang ditumpanginya tiba di daerah Pakisaji. Bahkan ia sempat terbatuk-batuk dan mengeluarkan busa. Penanganan darurat pun dilakukan di Puskesmas Terdekat. Kurang lebih sekitar 10 menit Suharno mendapatkan perawatan, namun akhirnya jantungnya makin melemah dan akhirnya dinyatakan meninggal pada hari itu juga.

Kematian Suharno menjadi kado ulang tahun paling buruk yang pernah didapatkan Arema. Pasalnya, tak lama sebelum kematian sang pelatih kesayangan ini, klub berjuluk Singo Edan tersebut sempat melakukan aksi konvoi untuk memperingati hari jadi mereka. Arema sendiri masih belum berpikir untuk cepat-cepat mendapatkan pelatih pengganti untuk menutup peran Suharno di klub kesayangan masyarakat Malang ini.

2. Benyamin Sueb

Kehilangan seorang Benyamin Sueb, sama seperti ketika Amerika ditinggalkan oleh Elvis Presley, Bon Jovi, Michael Jackson dan deretan artis fenomenal lainnya. Bagaimana tidak, sumbangsih si empunya peran babe dalam Si Doel Anak Sekolahan ini begitu besar di dunia seni, khususnya musik dan film.

Benyamin Sueb [Image Source]
Benyamin Sueb [Image Source]
Jika dihitung, almarhum sudah memiliki sekitar 73 album musik dan juga 53 judul film. Sebuah torehan yang tidak akan mudah untuk bisa dicapai seniman manapun. Soal prestasi, pria yang sangat humoris ini juga pernah dua kali menyabet Piala Citra dan beberapa nominasi lain. Bahkan namanya diabadikan menjadi nama salah satu jalan di Kemayoran, Jakarta.

Pada tahun 1984 lalu, publik sempat heboh gara-gara mendengar isu Benyamin meninggal. Alhasil, telepon rumah sang aktor beken ini pun berdering tiada henti hampir setiap hari. Hingga akhirnya dikonfirmasi kalau Benyamin rupanya sedang beristirahat total pasca operasi batu ginjal.

Skenario kematian sungguhan Benyamin sendiri hampir sama seperti Suharno. Pria ini usai melakukan aktivitas kesukaannya yakni bermain bola. Kemudian tak lama setelah itu ia mengalami serangan jantung mendadak dan akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. 5 September 1995, sangat diingat para fans Bang Ben sebagai hari dimana sang idola meninggal dunia.

3. Basuki

Basuki, mungkin kamu yang lahir di tahun akhir 90an masih begitu mengenal sosok satu ini. Entah banyolannya di Srimulat bersama Kadir dkk, atau kiprahnya ketika menjadi Mas Karyo di serial keluarga paling laris sepanjang sejarah pertelevisian  negeri ini, Si Doel Anak Sekolahan. Basuki dikenal sebagai pecinta kesenian humor, namun siapa sangka kematiannya sama sekali tak berhubungan dengan hal tersebut.

Basuki [Image Source]
Basuki [Image Source]
Basuki meninggal pada bulan Desember tahun 2007 dengan sebab yang sama seperti dua tokoh di atas. Bermain bola dan kemudian terkena serangan jantung. Kronologinya sendiri cukup dramatis, dimana ketika itu Basuki tengah asyik bermain kemudian pingsan seketika.

Sempat dilarikan ke Rumah Sakit Melia, Cibubur, namun nyawanya tidak tertolong lagi. Jasad komedian cerdas ini dimakamkan di Jagakarsa, Jakarta Selatan. Salah satu stasiun televisi beberapa waktu lalu sempat menayangkan kembali serial Si Doel Anak Sekolahan. Di sana nampak sang komedian masih begitu lincah tanpa terlihat tanda jika ia harus dipanggil dengan cepat oleh Tuhan.

4. Adjie Massaid

Mengungkap kematian artis yang berhubungan dengan sepak bola, maka tidak ada nama yang lebih sering diulas selain Adjie Massaid. Pria ganteng ini memang sangat menyukai bola walaupun dilihat dari aktivitasnya ia adalah sosok yang sangat sibuk. Terlebih ketika menjabat menjadi salah satu dewan terhormat di negara ini.

Adjie Massaid [Image Source]
Adjie Massaid [Image Source]
Tidak ada sosok artis satu pun yang begitu aware terhadap perkembangan sepak bola Indonesia selain Kang Adjie. Hal tersebut dibuktikan dengan tampilnya ia sebagai pendamping Okto Maniani ketika si mantan pemain U-23 Timnas ini terkena sangksi gara-gara menanduk seorang wasit. Adjie memang turut berkiprah untuk kemajuan skuad Garuda Muda saat itu.

Kronologi kematiannya sendiri dimulai ketika ia usai bermain futsal. Malam harinya sekitar pukul 10, Adjie mengeluh dadanya sesak dan kemudian langsung dilarikan ke Rumah Sakit Fatmawati. Segala upaya pun dilakukan namun tidak dapat membawanya kembali seperti sedia kala. Hingga akhirnya ia meninggal beberapa jam setelahnya dan diketahui penyebabnya juga adalah serangan jantung.

Kematian memang tidak ada yang bisa menebaknya, termasuk dokter paling ahli sekalipun. Boleh jadi seseorang divonis nyawanya tinggal seminggu lagi, namun nyatanya masih bertahan hidup hingga bertahun-tahun lamanya. Sebaliknya, yang kelihatan begitu sehat dan segar juga tidak ada jaminan selamat dari takdir kematian.

Kematian sering sekali turut membawa aktivitas yang disukai. Maka mulai sekarang mulai mulai kurangi dan hentikan hobi atau kegiatan jelek yang dimiliki. Kita tidak akan pernah tahu kapan akan meninggal. Dan seburuk-buruknya kematian adalah mati dalam keadaan berbuat dosa.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
error put content