7 Alasan Ini Bisa Buatmu Berpikir Dua Kali Untuk Menikah di Usia Muda

oleh Ayu
12:00 PM on Nov 18, 2015

“Masa muda masanya berapi-api,” begitulah senandung Bang Rhoma dalam menggambarkan darah pemuda yang tengah bersemangat menjalani hidup mereka. Tak hanya soal karir, mereka juga dimabuk asmara yang tengah menggila di usia 20-an. Sayangnya, gejolak jiwa di usia tersebut kadang ditanggapi terlalu cepat oleh sebagian dari mereka. Well, salah satunya dengan memutuskan menikah terlalu dini!

Tak ada yang melarang menikah di usia muda. Namun mengingat semua resiko dan pertimbangan ke depannya, bukankah seharusnya menunggu waktu yang lebih matang untuk membina keluarga? Karena cinta tak selamanya membawa rumah tangga mulus hingga maut memisahkan bukan? Jika kalian sudah kepikiran menikah muda, mungkin sederet alasan ini bisa jadi pertimbangan untuk menunda pernikahan kalian deh. Intip lebih lengkap yuk!

Baca Juga
Blunder! 9 Pejabat Ini Pernah Salah Ucap Ketika Sedang Menyampaikan Pidato Penting
Inilah Perbandingan Tunjangan Veteran Indonesia dan Luar Negeri Ibarat Langit dan Bumi

1. ‘Me Time’ Bakal Terbatas

Sudah yakin melepas masa lajang?! Maka pikirkan jika waktu senang-senangmu dengan diri sendiri alias me time bakal terbatas. Yup! Kehidupan yang kamu miliki seutuhnya bukan lagi tentang dirimu sendiri bukan? Ada lelaki tersayang yang akan selalu bersamamu dalam suka dan duka, belum lagi bayi mungil yang akan menambah bahagiamu di kehidupan yang baru. Kamu mungkin bisa bersenang-senang satu dua kali, tapi takkan lagi sama dengan kehidupanmu dahulu.

[Image Source]
Kehabisan me-time dan sibuk mengurus anak. [Image Source]
Akan banyak kewajiban yang membelenggu keinginan. Seperti waktu jalan-jalan yang beralih fungsi menjadi baby day care, dari waktu nongkrong yang harus dikorbankan dengan banyak kegiatan mengurus keperluan rumah dan lain sebagainya. Di satu titik kalian pasti merasa ingin keluar dari kebiasaan baru yang membuat tidak nyaman tersebut. Oleh karenanya, sebelum melangkah lebih jauh pikir masak-masak dulu deh, sebelum menyesal di tengah jalan!

2. Hidupmu Akan ‘Terganggu’ Dengan Orang Baru

Memulai hidup baru dalam payung pernikahan nyatanya tak hanya mempersatukan dua pengantin yang saling mencintai. Namun juga kedua keluarga yang pada awalnya tak pernah terhubung. Oleh karenanya, akan muncul banyak orang baru yang berhubungan dengan hidupmu dan kalian akan menjadi keluarga.

Mitos ibu mertua galak [Image Source]
Mitos ibu mertua galak [Image Source]
Kalian pasti mengharapkan keluarga baru yang menyenangkan, sama dengan lingkungan keluarga yang kalian miliki. Namun kadang kala hal tersebut tak berjalan sesuai keinginan bukan? Bersiaplah terlibat dengan orang-orang yang akan ‘mengganggu’ hidupmu. Dengan kedok sebagai keluarga, mereka mungkin membuatmu marah dan memunculkan perdebatan dengan pasangan. Sedikit saran, kenali lebih dalam calon keluarga barumu dan siapkan trik-trik jitu untuk ‘menjinakkan’ mereka.

3. Miliknya Milikmu, Milikmu Sudah Jelas Juga Punya Dia!

Untuk poin yang satu ini sepertinya kalian sudah paham banget! Karena setelah menikah, seolah tak ada lagi pembatas antar pasangan. Segala hal menjadi milik bersama, mulai dari perabotan hingga tabungan. Bagi sebagian orang, ini bukan hal besar. Tapi bagi kalian para tipe individual, hal di atas sepertinya sedikit mengganggu.

Milikku milikku, milikmu milikku juga [Image Source]
Milikku milikku, milikmu milikku juga [Image Source]
Oleh karenanya perlu kesepakatan untuk membuat batas-batas sebelum menikah. Dimana kalian bisa berbagi harta hingga barang yang kalian miliki secara pribadi. Jangan sampai karena anggapan menikah adalah penyatuan dua hati, pasanganmu bertindak semena-mena dengan menguasai semua yang kamu miliki!

4. Bersiap Mengurangi Budget Hura-Hura Deh!

Itu benar! Memulai hidup baru dengan pasangan dan membentuk keluarga kecil sendiri, maka bersiaplah untuk mengurangi budget hura-hura yang kamu miliki! Tanya kenapa? Well, uang adalah pondasi yang membuat kondisi rumah barumu stabil. Tanpa uang, bisa dipastikan akan banyak perdebatan dan hal-hal buruk lainnya akan terjadi kemudian.

menahan diri
Mengorbankan banyak kesenangan pribadi.

Saat membentuk keluarga, ada tangga prioritas yang musti kalian perhatikan! Dimana kesenangan pribadi berada di bawah segala keperluan rumah tangga. Mulai dari beli beras, susu anak, sampai dana emergency yang harus siap sedia untuk jaga-jaga di waktu yang tak terduga. Yang jadi korban, ya budget hura-hura yang kalian miliki.

5. Pasanganmu Bisa Berubah Setiap Saat

Bersiap dengan kemungkinan terburuk, saat pasanganmu berubah menjadi individu yang tak kalian kenal! Saat pacaran, dia mungkin orang tersabar, paling manis dan tahu apa yang kamu mau. Tapi saat sudah menikah, perlakuannya bisa saja berubah. Dalam beberapa kasus, mereka yang sudah menikah akan menunjukkan karakter asli mereka. Tak ada lagi perkara jaim pada pasangan! So, be aware guys!

berubah
Sikap pasanganmu bisa berubah.

Meski kita tidak tahu bagaimana mendeteksi tanda-tanda ‘bunglon’ ini bakal terjadi, setidaknya kalian musti bersiap bagaimana menangani kemungkinan terburuk ini nantinya. Setidaknya jangan kaget, kalau pasangan ternyata tak sesabar saat kalian masih pacaran!

6. Larangan Curhat Pun Berlaku!

Tak pandang lelaki atau wanita, curhat memang jadi satu agenda yang kerap mereka lakukan. Saling bercerita tentang masalah dan hal yang mengganjal di kehidupan masing-masing, Itu sih boleh-boleh saja. Tapi setelah menikah sepertinya kalian musti mengurangi hal tersebut. Karena, meskipun kamu curhat tentang pasanganmu itu berarti kamu membuka aibmu sendiri. Karena dia sekarang adalah bagian dari hidupmu!

curhat terbatas

Apalagi kalau curhatnya sama lawan jenis, hati-hati terjebak zona nyaman deh! Jadi siap-siap dilema ya! Setelah menikah, kegiatan curhat musti dan wajib dikurangi. Lebih baik lagi, kalau kamu menghentikan kebiasaan curhat pada teman dan menggantinya dengan agenda konsultasi dengan pakar psikolog. Itu lebih baik.

7. Sudah Jago Kendalikan Emosi Belum?

Tua itu pasti, dewasa itu pilihan! Ungkapan itu ada benarnya kok! Usia seseorang akan terus bertambah, namun proses jadi ‘orang’ itu pilihan masing-masing individu. Jika kalian sudah memutuskan untuk menikah, maka tanyakan pada diri kalian. Sudahkah berhasil mengendalikan emosi dalam diri kalian? Karena hal tersebut nyatanya penting sekali, dan menjadi kunci kebahagiaan keluarga yang kalian bentuk nantinya.

Mengendalikan emosi [Image Source]
Mengendalikan emosi [Image Source]
Dalam proses hidup bersama, akan banyak hal sederhana yang jadi bahan perdebatan. Jika kamu gampang emosi, dan tidak bisa berpikir bijak maka kata ‘pisah’ dan ‘cerai’ pun sepertinya bakal cepat keluar deh! Jadi, sudah siapkah kamu sabar menahan ego dan berpikir bijak menangani masalah kecil dalam kehidupan barumu nanti?!
Well, itu tadi sederet alasan yang bisa jadi pertimbanganmu untuk memikirkan kembali keputusan menikah! Meski menikah tak harus menunggu matang, tapi perlu pertimbangan yang benar-benar masak untuk lanjut ke tingkat itu bukan?! Karena hidup di dunia yang menggila ini, tak hanya butuh cinta untuk bisa bertahan! Bagaimana menurutmu?

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA