5 Hal yang Membuatmu Ingin Mengulang Masa Kecil

oleh Tetalogi
17:36 PM on Dec 2, 2015

Masa kecil bisa jadi adalah masa yang paling membahagiakan. Karena di masa-masa tersebut, kita masih bisa bebas bermain dan bersenang-senang tanpa mengerti tanggung jawab atau kesusahan.

Masa-masa kecil yang penuh kebebasan itulah yang terkadang membuat kita ingin kembali mengulang hari itu. Apalagi jika sekarang ini kita telah tumbuh dan menyadari dunia terkadang tidak seperti yang kita bayangkan. berikut ini beberapa hal yang sering kali kita rindukan dari masa-masa tersebut.

Baca Juga
Dinobatkan Jadi Atlet Tercantik dan Terseksi SEA Games 2017, Ini Lho Pesona Lindswell Kwok Yang Bikin Indonesia Bangga
Inilah 4 Bukti Kalau Pengguna Medsos yang Ada di Indonesia Polosnya Bukan Main

1. Puas Bermain dan Punya Banyak Mainan

Bangun dari tidur, kita memikirkan kira-kira mau bermain apa hari ini. Berangkat ke rumah tetangga sebelah untuk mengajaknya bermain di rumah, atau sekadar berpetualang di sekeliling kompleks. Membongkar tempat menyimpan mainan untuk menunjukkan mainan baru dan memainkannya bersama teman.

Anak-anak yang sedang bermain [Image Source]
Anak-anak yang sedang bermain [Image Source]
Saat itu hal yang paling keren adalah mainan, bukan trend terbaru. Saat itu, yang paling menyenangkan adalah bermain bersama teman-teman, bukan nongkrong ngomongin orang.

2. Menantikan Libur Sekolah

Setelah enam bulan belajar di sekolah, musim liburan menjadi hal yang paling dinantikan. Kita bersiap membuat rencana apa yang akan dilakukan selama liburan. Atau kira-kira ke mana orang tua akan membawa kita untuk berlibur.

Anak kecil berangkat sekolah [Image Source]
Anak kecil berangkat sekolah [Image Source]
Kita menikmati waktu berlibur dengan seharian nonton kartun atau film anak-anak. Sambil terkadang bermain ke luar kota bersama ayah ibu. Atau terkadang sekadar bermain setiap hari bersama anak-anak tetangga. Tapi kita sudah bisa tertawa bahagia dengan itu semua.

3. Bahagianya Dapat Nilai Bagus

Ulangan dan ujian adalah momok terbesar. Ada rasa takut ketika guru mengatakan akan ada ulangan keesokan harinya. Apalagi ketika waktunya ujian akhir tiba, orang tua mendadak makin disiplin mendorong kita belajar.

Siswa SD di kelas [Image Source]
Siswa SD di kelas [Image Source]
Meski harus bersusah payah belajar dan ada rasa takut dengan ujian, kerja keras itu terbayar ketika kita mendapatkan nilai bagus. Saat itu kita merasa, belajar dan mendapatkan nilai bagus adalah perjuangan terbesar. Bukan berjuang agar dipandang tinggi oleh orang lain.

4. Merasa Takut Karena Dimarahi Guru

Guru adalah sosok yang ditakuti sekaligus dihormati. Saat kecil, kita selalu menganggap seorang guru tahu segalanya. Di mata kanak-kanak, mereka adalah sosok paling pintar dengan begitu banyak pengetahuan.

Anak SD dan gurunya [Image Source]
Anak SD dan gurunya [Image Source]
Dimarahi oleh guru adalah salah satu hal yang membuat kita paling merasa takut. Kita takut berbuat salah, juga takut tidak mengerti apa yang mereka ajarkan. Tapi dibalik itu semua, kita tahu mereka hanya marah jika kita memang bersalah. Bukan sengaja mencari kesalahan.

5. Merasa Aman

Hal terbesar yang paling kita rindukan, mungkin adalah rasa tenang dan aman. Ketika kita ada di balik hangatnya selimut, atau lembutnya kasih orang-orang di sekitar kita. Kita merasa bahwa orang tua kita selalu tahu apa yang terjadi, atau bagaimana sesuatu seharusnya terjadi. Bahwa dunia ini aman dan menyenangkan, dan orang-orang baik di sekitar kita tidak akan pernah pergi atau mati.

Anak kecil melamun [Image Source]
Anak kecil melamun [Image Source]
Saat kecil, kita merasa semua akan baik-baik saja asalkan kita sudah mengerjakan PR, atau membersihkan kamar. Bahwa segalanya akan berjalan dengan lancar secara sendirinya dan hidup pada akhirnya akan memberikan apa yang kita inginkan. Kita belum tahu, bahwa ternyata hidup bisa lebih berat.

Kita memang tidak bisa kembali ke masa lalu dan menjadi anak-anak lagi. Tapi setidaknya dengan mengingat semua ini, kita bisa bersyukur bahwa hidup kita bisa bahagia hanya dengan hal-hal sederhana. Mungkin seandainya kita bisa kembali menjadi sederhana, dan fokus pada kebaikan, kita bisa kembali merasakan kebahagiaan yang dulu selalu menyelimuti masa kanak-kanak kita.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA