Mengenang Raja Abdullah, Sang Pemimpin Reformasi

oleh Vyra Sofia
11:18 AM on Jan 23, 2015

Terdengar berita duka meninggalnya sang raja Arab Saudi yaitu Raja Abdullah pada tanggal 23 Januari 2015 pada pukul 01.00 dini hari tadi. Berita duka ini dinyatakan di stasiun televisi Arab Saudi.  Diketahuo bahwa sang raja telah menderita pneumonia sejak lama. Ia berulang kali keluar masuk rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Sang raja telah mendapatkan perawatan di Medical City sejak Desember lalu. Hingga, ia tutup usia dini hari tadi pada usianya yang ke 90 tahun. Selama pemerintahannya, ia dikenal sebagai pemimpin reformasi bagi negara pemasok minyak terbesar tersebut. Berikut sosok sang Raja selama hidupnya.

1. Menjabat Berbagai Posisi

Putra dari King Abdullah al-aziz bin saud ini menjabat berbagai posisi di kursi pemerintahan, sebelum akhirnya ia mejabat sebagai raja. Pria yang lahir di Nejd, Riyadh pada 1 Agustus 1924 ini memulai pendidikannya di pengadilan milik negara.

Baca Juga
Bukan Tanpa Tujuan, Ini Loh Alasan Kenapa Teh Itu Baiknya Dipetik di Pagi Hari
Mirisnya Tata Krama Murid Sekarang, Guru Mendidik Sepenuh Hati Malah Dibuat Candaan

Raja Abdullah, Sang Pemimpin Reformasi
Raja Abdullah, Sang Pemimpin Reformasi

Berbagai posisi di kerajaan ia dapatkan. Mulai dari sebagai Komandan Garda Nasional pada tahun 1962. Kemudian menjadi Wakil kedua Premier dan Komandan Garda Nasional pada tahun 1975. Ia juga pernah menjadi  Putra Mahkota, Wakil Premier dan Komandan Garda Nasional pada tahun 1982. Selain itu, ia juga pernah menjabat  Ketua Dewan Keluarga, Ketua Dewan Tertinggi Ekonomi, Ketua Equestrian Club dan Wakil Ketua Dewan Tertinggi untuk Urusan Minyak dan Mineral. Ia juga menjabat sebagai  Ketua Pangeran Abdullah bin Abdulaziz Yayasan Orangtuanya untuk Pembangunan Perumahan. Selain itu, ia menjadi ketua yayasan bakat milik King Abdulaziz.

2. Menjabat Sebagai Raja dari tahun 2005

Setelah Raja Fahd yang menjabat sebagai raja arab Saudi sebelumnya meninggal, ia memperoleh mandat untuk menjabat sebagai raja dari tahun 2005 hingga meninggalnya beliau pada 23 Januari 2015 dini hari tadi. Sejak itulah, raja Abdullah membuat perkembangan yang berpusat pada ekonomi, sosial , pendidikan, kesehatan dan proyek infrastruktur yang  telah membawa perubahan yang besar selama pemerintahannya.

Raja Abdullah, Sang Pemimpin Reformasi 2
Raja Abdullah, Sang Pemimpin Reformasi 2

Sifat hormat, sederhana, murah hati, keberanian, dan keinginan untuk menyejaterakan rakyatnya sudah tertanam pada dirinya sejak ia hidup di kalangan suku Badui. Selain itu atas pengaruh dari ayahnya yang merupakan raja yang menggunakan sistem kepemimpinan modern menginspirasi dirinya untuk mengembangkan perhatian yang lebih dalam terhadap agama, sejarah dan warisan Negara Arab.

3. Kebijakan Terhadap Terorisme

Saat Raja Abdullah ini menjabat, ia melaksanakan berbagai kebijakan. Salah satu kebijakannya yaitu mengenai terorisme. Hal tersebut dikarenakan Arab Saudi lekat dengan peristiwa terorisme.

Raja Abdullah, Sang Pemimpin Reformasi 3
Raja Abdullah, Sang Pemimpin Reformasi 3

Raja Abdullah telah teguh dalam mengutuk orang yang membunuh nyawa tak berdosa. Ia sangat membenci kelompok palsu yang mengatasnamakan dirinya sebagai kelompok islam. Pada Konferensi Internasional Anti-Terorisme di Riyadh pada bulan Februari 2005, ia mendesak kerjasama internasional untuk memerangi terorisme yang menjadi momok di seluruh dunia.

4. Kebijakan Untuk Perempuan

Selama masa hidupnya ia dipekirakan telah menikah dengan 30 perempuan. Bukan 30 perempuan dalam waktu yang bersamaan. Namun, di waktu yang sama ia hanya mempunyai empat istri. Kemudian, saat salah satu istrinya meninggal , ia menikah lagi. Ia telah mempunyai 15 anak laki-laki dan 20 anak perempuan.

Raja Abdullah, Sang Pemimpin Reformasi 4
Raja Abdullah, Sang Pemimpin Reformasi 4

Namun kenyataan bahwa ia menikah berulang-ulang kali bukan berarti ia tidak menghormati perempuan. Bahkan sang Raja inilah yang membuat perubahan terhadap kebebasan dan hak perempuan. Semenjak ia memerintah, perempuan mempunyai kebebasan untuk berpendapat dan menjabat di berbagai posisi. Bahkan mereka bisa menjabat di kursi pemerintahan.

Salah satu kutipan sang raja yang juga merupakan pemimpin reformasi yang sangat menginspirasi yaitu kepercayaan adalah hal yang paling penting untuk dibangun bagi terhadap diri sendiri dan juga kepada orang lain. Jika kepercayaan sudah dibangun maka Negara Arab akan berjaya.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA