Menengok Kehidupan di Burundi, Si Negara Paling Miskin dan Tidak Bahagia di Muka Bumi

oleh Rizal
07:00 AM on Aug 16, 2016

Minim korupsi, gaji super tinggi, kehidupan sosial yang sangat nyaman, jadi sedikit dari banyak alasan kenapa Denmark mendapatkan gelar negara paling bahagia di dunia tahun ini. Dan memang pada kenyataannya, hal-hal baik dan menyenangkan tersebut dimiliki oleh si negara yang gadisnya cantik-cantik itu. Maka tak heran kemudian kalau banyak orang yang berandai-andai tentang enaknya hidup mereka sekarang seumpama terlahir sebagai seorang Denmark.

Ketika orang-orang memuja Denmark dengan segala pencapaiannya, ada satu negara yang bisa dikatakan berkebalikan dengan semua hal yang dimiliki negara Nordik itu. Ya, negara ini bernama Burundi. Angka kemiskinan sangat tinggi, kehidupan sosial menyeramkan, pemerintah yang bermasalah, adalah sedikit dari banyak borok yang dimiliki Burundi. Titel negara paling sedih dan menderita pun seolah jadi penegasan kalau Burundi memang sangat terpuruk.

Baca Juga
Inilah 4 Fakta Meikarta, Kota Baru yang Katanya Bakal Menyaingi Ibukota
Inilah 4 Jasa Tak Terlupakan yang Dilakukan Malaysia Kepada Bumi Pertiwi

Kita mungkin menduga kalau Suriah nasibnya sangat mengkhawatirkan. Tapi, siapa sangka kalau negara dikepung konflik itu ternyata punya indeks kebahagiaan yang lebih tinggi dari Burundi. Ya, Burundi baik dari fakta dan data, ternyata lebih prihatin lagi dari pada Suriah yang begitu parah. Lalu, seburuk apa sih kehidupan di negara Afrika bagian tengah ini? Ketahui jawabannya lewat ulasan berikut.

Burundi Jadi Sisi Kebalikan dari Denmark

PBB sudah merilis daftar terbaru negara-negara paling bahagia di dunia. Di sana kita bisa dapatkan nama Denmark di peringkat pertama, dan seperti yang sudah kamu ketahui, Burundi terpuruk di peringkat paling buncit. PBB tentu tidak ngawur dalam menyusun daftar ini kecuali pada kenyataannya Burundi memang sangat kacau.

Masyarakat Burundi [Image Source]
Masyarakat Burundi [Image Source]
Suriah mungkin jadi negara paling ngeri saat ini, tapi nyatanya di Burundi lebih parah. Dari berbagai aspek Burundi memang sangat edan. Mulai dari pemerintahannya yang tidak beres, kehidupan sosial masyarakatnya yang rusak, angka kekerasan tinggi, korupsi tinggi, serta angka kemiskinan yang juga melambung. Sungguh, hidup di Burundi memang benar-benar mengerikan.

Makin Terpuruk Dengan Titel Negara Termiskin

Tak hanya diganjar gelar negara paling tidak bahagia, Burundi nyatanya juga masuk ke dalam tiga besar negara paling miskin di dunia bersama Kongo dan Republik Afrika Tengah. Dari data yang disusun IMF, rata-rata pendapatan per kapita Burundi hanya $818. Sangat jauh kalau dibandingkan dengan Indonesia yang mencatatkan angka $11.126. Dan makin jauh pula dengan Qatar yang memiliki pendapatan per kapita sebesar $132.009.

Kemiskinan di Burundi [Image Source]
Kemiskinan di Burundi [Image Source]
Masyarakat Burundi lebih dari 80 persen berprofesi sebagai petani. Pekerjaan yang sebenarnya bisa membuat mereka hidup cukup, walaupun pada kenyataannya tidak seperti itu. Di sana memenuhi kebutuhan sehari-hari adalah hal yang berat bahkan butuh usaha yang sangat keras. Belum lagi soal gaji yang rata-rata hanya sedikit sekali. Kamu mungkin merasa bekerja di Indonesia ini susah luar biasa, tapi coba lihatlah Burundi dan kamu bakal bersyukur sejadi-jadinya.

Burundi Makin Terpuruk Dengan Human Trafficking

Tak habis cerita soal titel negara miskin dan paling tidak bahagia, Burundi ternyata juga jadi salah satu tempat di mana human trafficking begitu gencar dilakukan. Tercatat setiap tahunnya ada begitu banyak orang-orang di sana yang dijadikan komoditi. Entah sebagai wanita penghibur atau bekerja di luar negeri yang bayarannya mungkin sangat-sangat rendah.

Human trafficking di Burundi [Image Source]
Human trafficking di Burundi [Image Source]
Masih berhubungan soal human trafficking, di negara satu ini juga terdapat banyak oknum yang diduga mengeksploitasi anak. Caranya adalah lewat mempekerjakan anak-anak itu di ladang-ladang atau pun pabrik-pabrik. Seperti yang kita tahu, ini adalah hal yang sangat dilarang. Mengeksploitasi anak adalah tindakan pidana berat.

Ngerinya Kekerasan di Burundi

Beberapa waktu lalu di Burundi sempat terjadi ketegangan luar biasa di antara orang-orangnya. Masalah pokoknya sebenarnya politik, tapi meluas jadi konflik etnis. Jadi, orang-orang yang ketahuan berseberangan dengan pemerintah akan diburu untuk dibunuh. Yang perempuan mungkin juga mengalami hal yang sama setelah sebelumnya bakal diperkosa lebih dulu.

Konflik di Burundi [Image Source]
Konflik di Burundi [Image Source]
Pembunuhan terjadi hampir tiap hari, bahkan korbannya mencapai angka 100an orang. Sungguh mengerikan saat itu. Dan kabar buruknya, konflik di sana tak kunjung segera berhenti dan terkesan ditutup-tutupi oleh pihak terkait. Fakta ini pun akhirnya membuat nama Burundi makin terpuruk, tak hanya jadi negara termiskin tapi juga penuh konflik.

Ketika Orang-Orang Burundi Muak Dengan Negaranya Sendiri

Seumpama kamu jadi warga Burundi dan mendapati segala hal di atas, lalu apa yang bakal kamu lakukan? Bertahankah atau memilih pergi untuk nasib yang lebih baik? Jawabannya sudah jelas adalah pergi, dan hal tersebutlah yang memang dilakukan oleh orang-orang Burundi.

Pengungsi Burundi di Rwanda [Image Source]
Pengungsi Burundi di Rwanda [Image Source]
Ya, dengan semua kegilaan yang terpampang di sana, wajar rasanya kalau orang-orang Burundi memilih hengkang dari negerinya sendiri. Dari data yang ada, tercatat ada ratusan ribu orang-orang Burundi yang mengungsi dari negaranya. Tanzania, Rwanda, Kongo adalah beberapa negara yang jadi tujuan orang-orang Burundi. Mengungsi memang adalah pilihan yang paling waras kalau melihat hal-hal mengerikan yang ada di Burundi setiap harinya.

Beginilah potret Burundi, negara dengan segala titel buruk yang membuat semua orang di dunia bersyukur tidak lahir dan tinggal di sana. Menyakitkan memang kalau melihat orang-orang di sana. Mereka berjuang untuk bisa hidup lebih baik, tapi susahnya minta ampun. Melihat kehidupan orang-orang ini, kita mungkin harus benar-benar sangat bersyukur karena lahir dan tinggal di Indonesia.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA