Menelisik Kehidupan di Raqqa, Kota Denyut Nadi ISIS yang Penuh Kematian

Di tempat ini, kematian sudah menjadi makanan sehari-hari

oleh Aini Boom
13:00 PM on Jun 11, 2017

Keberadaan ISIS beberapa tahun terakhir telah membuat dunia Internasional murka. Sebab kelompok radikal tersebut kerap membuat onar dan melakukan berbagai macam tindak tak manusiawi. Mulai dari pembantaian massal pada siapa saja yang menghalangi jalannya termasuk anak-anak, hingga tindakan pemerkosaan yang dilakukan dengan membabi buta.

Kelompok yang diduga kuat sebagai dalang teror bom di berbagai belahan dunia ini berpusat di kota bernama Raqqa yang ada di Suriah. Mereka pun melakukan klaim bahwa Raqqa adalah pusat pemerintahan dan pusat kegiatan militer ISIS. Sejak saat itu, publik seakan tak mampu mengakses suasana Raqqa yang memang sengaja ditutup-tutupi oleh ISIS. Namun belakangan ada seorang aktivis yang secara sembunyi-sembunyi mengabadikan video suasana Raqqa dan membawanya ke Turki. Seperti apa mencekamnya kota yang dipenuhi militan ISIS itu? Berikut pembahasannya.

Baca Juga
4 Hal Negatif yang Mungkin Akan Dialami Masyarakat Jika Penggunaan KTP Sebagai Syarat SIM Card Terlaksana
Tukang Bakmi Bak Seleb, Gaya dan Dandanan Jamila “Janda” Dijamin Bikin Publik Melongo

Suasana Keramaian di Raqqa

Rekaman yang berhasil didapat aktivis tersebut menunjukkan masyarakat Raqqa berlalu-lalang di satu bagian kota. Di bagian kanan dan kiri jalan terdapat tumpukan kantong pasir. Bendera kebanggaan ISIS yang berwarna hitam berkibar-kibar di atas salah satu gedung. Di tempat lain, terlihat suasana pasar tradisional yang cukup ramai. Nampak juga penjual yang menjaga kios-kios, serta beberapa orang menarik gerobak dagangannya. Dan di beberapa sisi jalan hampir selalu ada tumpukan kantong pasir.

Militan ISIS menggunakan pengeras suara untuk memberi pengumuman pada warga kota Raqqa [image: source]
PBB melaporkan bahwa di dalam kota ini harga pangan melambung tinggi. Tak hanya itu, pasokan air bersih pun hanya tersedia selama kisaran waktu empat jam per harinya. Penderitaan semakin diperparah dengan terbatasnya tenaga medis dan juga obat-obatan.

Terpal Digunakan untuk Menyembunyikan Jalan

Dua anggota ‘polisi’ ISIS menghentikan kendaraan di salah satu titik kota Raqqa [image: source]
Ada pemandangan cukup ganjl di daerah Raqqa. Yaitu adanya terpal-terpal yang dipasang beberapa meter di atas beberapa ruas jalan. Keberadaan terpal-terpal itu menurut para aktivis adalah salah satu strategi kelompok ISIS yang bertujuan agar jalan-jalan tersebut tidak terlihat dari pesawat tempur musuh. Konon, secara rutin terdapat pesawat-pesawat tempur milik koalisi yang menggempur Raqqa.

Tidak Semua Warga Raqqa Menerima Kehadiran ISIS

Militan ISIS [image: source]
Menurut informasi yang diberikan aktivis pengambil video kepada BBC di Turki, tidak semua warga di Raqqa menerima kehadiran ISIS. Mereka yang menentang ISIS menamakan dirinya kelompok Ahrar al-Furat. Sang aktivis pun menjelaskan bahwa kelompok ini melakukan hal-hal kecil sebagai simbol perlawanan pada ISIS. Salah satunya dengan menulis grafiti di tembok kota.

Arus Informasi Dikontrol Ketat dan Kondisi Kota Selalu Waspada

Militan anggota ISIS di Raqqa [image: source]
Meski tidak berpihak pada ISIS, aktivis Raqqa tidak bisa berbuat banyak. Sebab informasi keluar sangat sulit untuk dikirim. Karena ISIS melakukan kontrol terhadap siapa dan apa saja. Kelompok radikal ini melakukan semua upaya agar warga kota tidak bisa berkomunikasi dengan dunia luar. Anggota ISIS di jalan-jalan pun selalu waspada, mereka menciptakan suasana seakan-akan setiap saat sangat mungkin akan meletus peperangan.

Di Raqqa, Siapapun Bisa Mati Setiap Saat

Dokumen kuburan massal korban pembantaian [image: source]
Pertempuran yang sering terjadi membuat warga khawatir, karenanya puluhan ribu orang di pinggiran Raqqa terlebih dulu mengungsi. Namun masih banyak pula warga yang terjebak di Raqqa. Mereka mengalami masa amat sulit sebab di gempur dengan bom hingga serangan udara yang diluncurkan pihak koalisi ISIS. Seperti yang dilaporkan organisasi HAM pada 5 Juni 2017 lalu bahwa 17 warga sipil tewas akibat serangan udara kala menempuh perjalanan meninggalkan Raqqa. Korban termasuk perempuan dan anak-anak yang menyeberangi Sungai Efrat.

Kondisi di Raqqa cukup memprihatinkan, terlebih bagi warga sipil yang terjebak dan tahu harus berbuat apa. Kekurangan makanan, air bersih, hingga setiap saat tertekan oleh militan ISIS, ancaman bom, hingga gempuran serangan udara koalisi.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA