Pasca Heboh Menteri Tidur di Bandara, Muncul Lagi Foto Menpora Mengenakan Sarung Nonton Bulutangkis di Pos Ronda

Meski tidak dapat menonton secara langsung, Menteri Imam menyaksikan final Indonesia Open dari sebuah pos ronda di Sidoarjo

oleh Faradina
13:00 PM on Jun 19, 2017

Gelaran Indonesia Open 2017 lalu tentunya menjadi salah satu ajang yang paling ditunggu masyarakat Indonesia. Pasalnya cabang olahraga bulu tangkis selama ini memang menjadi salah satu yang paling digemari warga selain sepak bola. Namun sayangnya memang dalam Indonesia Open 2017 ini Indonesia hanya mampu menghantarkan pasangan ganda campuran Owi/Butet dikarenakan kita harus gugur dalam kategori lainnya. Namun hal itu justru membuat masyarakat makin antusias dalam mendukung pasangan tersebut, tak terkecuali Imam Nahrawi selaku Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia.

Tapi ada yang berbeda dalam laga final saat itu. Bila biasanya seorang menpora akan terlihat mendukung perwakilan Indonesia secara langsung di tempat laga di gelar, berbeda halnya dengan Imam. Saat itu sang menteri justru tidak terlihat di Plenary Hall JCC Jakarta, melainkan di sebuah pos ronda di daerah Sidoarjo.

Baca Juga
Inilah 4 Fakta Meikarta, Kota Baru yang Katanya Bakal Menyaingi Ibukota
Inilah 4 Jasa Tak Terlupakan yang Dilakukan Malaysia Kepada Bumi Pertiwi

Final bertepatan dengan agenda menteri di Jawa Timur

Bagi yang belum tahu mungkin bertanya-tanya ya mengapa sosok Menpora Imam justru tidak terlihat mendukung langsung kebanggaan bulu tangkis Indonesia. Namun ternyata ketidakhadiran Imam Nahrawi saat itu dikarenakan memang laga final yang digelar bertepatan dengan agenda kunjungannya di Jawa Timur. Seperti tak mau ketinggalan, Imam nampak asik menonton laga final dari sebuah pos ronda.

Pos Ronda [image source]
Adapun agenda yang dilakukan sang menpora di Jawa Timur salah satunya adalah buka puasa bersama Ikatan Alumni UIN Sunan Ampel Surabaya. Seperti yang kita semua tahu bahwa pria kelahiran Bangkalan ini memang merupakan salah satu alumni universitas tersebut. Karena dirasa tidak memungkinkan bila harus kembali ke Jakarta mengejar pertandingan, jadilah suasana riuh tercipta di sebuah pos ronda sederhana.

Gaya santai menpora hanya bersarung di pos ronda

Sang menpora malam itu memang cukup membuat heboh. Selain keputusannya untuk menyaksikan final Indonesia Open dari sebuah pos ronda di depan rumahnya yang terletak di daerah Kedung Cangkring, Sidoarjo, gayanya malam itu juga ikut dibicarakan. Bukannya mengenakan dandanan kasual ala menteri olahraga yang lekat dengan polo shirt maupun celana jeans, Imam justru hadir dengan menggunakan sarung, baju koko, serta kopiah berwarna hitam.

Menpora bersarung [image source]
Pakaian tersebut dikenakan Imam karena memang waktu itu dia baru saja kembali dari acara buka bersama. Tidak ingin berlama-lama berganti pakaian, sang menteri justru terlihat dengan sangat sederhananya bergabung dengan masyarakat sekitar. Meski hanya menonton dari sebuah TV sederhana ditemani gelas-gelas kopi, nampaknya suasana malam itu benar-benar membuat sang menteri bisa terlihat sedikit santai di tengah ketegangannya atas hasil laga.

Ada kekhawatiran di balik senyuman sang menteri

Tidak bisa ditutupi bahwa meski suasana di pos ronda terkesan santai, Imam masih terlihat sedikit tegang dan khawatir. Selain hal ini disebabkan memang laga tersebut adalah satu-satunya yang masih bisa dipertahankan Indonesia, juga karena kondisi Liliyana Natsir. Pemain kebanggaan Indonesia itu ternyata sedang mengalami cidera. Jadi sontak Imam merasa ketar-ketir terhadap keadaan tersebut.

Antusiasme menteri [image source]
Selama menyaksikan tiap setnya, Menteri Imam juga terlihat sama sekali tidak canggung di hadapan masyarakat. Ada saat di mana beliau terlihat sangat serius, dan masa ketika dirinya sangat kegirangan bila Owi/Butet berhasil mencuri angka. Hingga pada akhirnya pertandingan ketat antara Owi/Butet melawan pasangan kuat dari Cina Zheng Siwei/Chen Qingchen berhasil dimenangkan oleh Indonesia.

Dukungan dan motivasi penuh dari Menteri Imam

Dalam situs resmi kemenpora, Menteri Imam menyebutkan permintaan maafnya karena tidak bisa menyaksikan secara langsung di Jakarta. Namun dirinya tetap menonton laga final tersebut bersama warga di Sidoarjo. Dirinya juga sangat bersyukur karena Tantowi Ahmad dan Liliyana Natsir (Owi/Butet) bisa mempersembahkan gelar kebanggaan untuk Tanah Air. Beliau juga berpesan bahwa semangat dan perjuangan pebulutangkis itu harus menjadi contoh bagi generasi muda Indonesia.

Sujud syukur saat menang [image source]
“Semoga kemenangan ini menjadi pemacu semangat buat bulutangkis Indonesia di kejuaraan internasional berikutnya. Terkait hanya mengoleksi satu gelar juara, tapi semangat yang ditunjukkan Owi/Butet ini patut ditiru oleh pemain muda lainnya. Pemain muda tidak boleh gampang menyerah dan putus asa, harus tetap semangat. Secara keseluruhan saya ucapkan terima kasih kepada PBSI, kepada seluruh pemain dan seluruh pecinta bulutangkis Indonesia yang sudah memberikan dukungan luar biasa,” tambah Menteri Imam.

Bila kita lihat beberapa dokumentasi yang berhasil diabadikan oleh staf Kemenpora, memang terlihat seru sekali ya ketika sang Menteri melakukan nobar. Meski hanya di sebuah pos ronda sederhana dengan mengenakan sarung serta kopiahnya, suasanya riuh berhasil tercipta. Tak terlepas dari betapa hebatnya pebulutangkis Tanah Air yang bisa membuat merah putih berjaya. Tak terbayangkan bagaimana bangganya Owi serta butet dan bergetarnya hati para pendukung ketika melihat kemenangan mereka.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA