Media Asing Soroti Ritual Gunung Kemukus

oleh didi
09:12 AM on Nov 23, 2014

Jakarta — Nama Gunung Kemukus di Sragen, Jawa Tengah mendadak tenar setelah Patrick Abboud, jurnalis asing dari program Dateline SBS Australia yang membuat kisah ritual seks di gunung tersebut. Hasil rekaman ini ditayangkan dalam program acara SBS Dateline pada Senin (17/11) waktu setempat. Lokasi itu pun kini terkenal dengan nama ‘Gunung Seks’.

Video yang berjudul ‘Sex Mountain’ ini menggambarkan Gunung Kemukus. Video tersebut juga sudah diunggah di media sosial YouTube. Video itu berdurasi 14 menit 9 detik dengan viewer sekitar 2.800 orang.

Baca Juga
Inilah Perbandingan Tunjangan Veteran Indonesia dan Luar Negeri Ibarat Langit dan Bumi
4 Aksi Greget yang Dilakukan Barisan Patah Hati di Pernikahan Mantan, Dijamin Bikin Geleng Kepala

Media Asing Soroti Ritual Gunung Kemukus
Media Asing Soroti Ritual Gunung Kemukus

Video ini menceritakan para peziarah harus datang ke gunung tersebut setiap 35 hari sekali. Tiap kali berkunjung ke sana, mereka harus melakukan hubungan intim dengan orang asing sebanyak tujuh kali. Para peziarah melakukan hal itu untuk meningkatkan rezeki.

Ritual di Gunung Kemukus ini berawal dari kisah seorang pangeran yang memiliki hubungan gelap dengan ibu tirinya sendiri. Kemudian keduanya melarikan diri ke Gunung Kemukus. Mereka berdua tetap melakukan hubungan terlarang tersebut hingga akhirnya ditangkap, dibakar dan dikubur. Setelah itu, kemudian berkembangkan ritual dengan berhubungan seks di gunung tersebut yang konon akan memberikan kemakmuran dan kekayaan.

Tempat itu saat ini begitu populer sehingga menarik wisatawan lokal. Ironisnya, pemerintah setempat menarik pungutan kepada mereka yang memasuki kawasan tersebut. “Ini sebuah kontradiksi. Pemerintah mengetahui perzinahan yang terjadi, tetapi mengabarkan sesuatu yang berbeda dan menutup mata,” kata Abboud.

Menurutnya, pemerintah setempat terkesan membiarkan prostitusi berkedok ritual itu. Selain bertolak belakang dengan ajaran agama, aktivitas tersebut juga rawan penyebaran penyakit kelamin.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA