7 Kematian Paling Tragis, Sudah Jadi Mayatpun Masih Disiksa dengan Brutal

oleh Tetalogi
07:00 AM on Apr 13, 2016

Kebanyakan orang pasti paham betul bahwa ketika seseorang sudah mati, tidak ada lagi hukuman atau siksaan yang bisa diberikan kepada si mayat. Namun terkadang karena kebencian yang begitu besar, beberapa orang masih saja berusaha melampiaskan amarah kepada mayat orang yang dituju.

Memang terdengar sia-sia, namun hal ini dilakukan juga untuk mempermalukan dan menghina si almarhum. Mungkin memang tidak terlalu berpengaruh pada almarhum, tapi setidaknya cukup memuaskan bagi para musuhnya yang masih hidup. Berikut ini adalah beberapa orang sudah mati tapi masih saja disiksa demi pembalasan dendam.

Baca Juga
4 Lomba Agustusan Greget Ala Suku Dayak Ini Dijamin Bakal Bikin Kamu Melongo
6 Efek Mengerikan Akibat Penggunaan Steroid untuk Membesarkan Otot, Cowok-Cowok Buka Mata Deh!

1. Mayat yang Digantung dan Dibuang di Selokan

Tahun 1610, Belanda mengalami konflik pertikaian di dalam tubuh pemerintahannya sendiri. Konflik anatar pemerintah pusat dan provinsi terus meningkat sampai tahun 1610-an, situasi mulai tidak lagi bisa terkendali. Partai Remonstrant jatuh dari kekuasaan dan ditangkap oleh lawannya yang dipimpin Pangeran Maurice.

Lukisan yang menggambarkan peti mati Gilles van Ledenberg [Image Source]
Lukisan yang menggambarkan peti mati Gilles van Ledenberg [Image Source]
Gilles van Ledenberg adalah salah seorang pemimpin Remonstrant yang berhasil ditangkap. Ia kemudian bunuh diri pada September 1918, tapi dijatuhi hukuman mati pada Mei tahun berikutnya. Karena ia sudah mati, maka hukuman dilakukan dengan menggantung peti yang berisi mayatnya selama 3 minggu sebelum kemudian dikubur. Namun, malam saat mayat tersebut dikebumikan, sekelompok orang menggali sisa jasadnya dan membuangnya di selokan.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA