Kisah Mata Hari, Agen Intelijen Eropa yang Menyamar Menjadi Orang Jawa

oleh Tetalogi
10:08 AM on Oct 28, 2015

Mata-mata tidak hanya identik dengan sosok garang, cool dan pandai melakukan aksi-aksi bela diri atau menembak. Kenyataannya, beberapa mata-mata malah tidak perlu melakukan aksi-aksi seperti itu karena tugas mereka adalah mencari informasi dari pihak lawan untuk kepentingan pihak sendiri. Tidak selamanya pula mata-mata itu adalah seorang pria, karena ada juga beberapa mata-mata wanita yang lebih dikenal entah karena kelihaiannya atau karena kemolekan mereka.

Baca Juga : 5 Pasukan Asing yang Pernah Berhadapan dengan TNI

Baca Juga
Bukan Tanpa Tujuan, Ini Loh Alasan Kenapa Teh Itu Baiknya Dipetik di Pagi Hari
Mirisnya Tata Krama Murid Sekarang, Guru Mendidik Sepenuh Hati Malah Dibuat Candaan

Nama Mata Hari sudah begitu dikenal hingga sering kali diasosiasikan sebagai mata-mata wanita yang menggoda. Sebagai seorang penari, kegiatannya sebagai seorang mata-mata tidak terbongkar dalam waktu yang begitu lama. Bahkan untuk meyakinkan setiap orang, ia mengatakan bahwa dirinya adalah seorang putri Jawa dari pendeta Hindu.

1. Terlahir dengan Nama Margaretha Geertruide Zelle

Margaretha Zelle lahir di Leeuwarden, Belanda pada 7 Agustus 1876. Ayahnya adalah seorang pemilik toko topi serta seorang investor sukses di industri minyak. Hal ini membuat Margaretha mengenyam kehidupan yang nyaman dan cukup mewah termasuk sekolah eksklusif hingga berusia 13 tahun. Namun sejak ayahnya bangkrut, keluarga tersebut hancur dan mulai terpecah belah sehingga Margaretha dan saudara-saudaranya hidup terpisah.

Mata Hari [Image Source]
Mata Hari [Image Source]
Di usia yang masih muda, Margaretha memutuskan bahwa seksualitas yang ia miliki adalah jalan hidupnya. Karena itulah, pada pertengahan tahun 1890an ketika ia melihat sebuah iklan di koran tentang seorang kapten militer yang mencari istri, ia dengan segera menerimanya. Ia mengirimkan fotonya yang sangat menggoda, rambut hitam berkilau dengan kulit kecoklatan untuk menggoda Rudolf MacLeod, seorang kapten yang bermarkas di Indonesia (saat itu masih bernama Hindia Belanda) yang mencari istri. Setelah melangsungkan pernikahan di Amsterdam pada 11 Juli 1895, Margaretha dan suami kemudian pindah ke Malang, Jawa Timur.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA