Mark Zuckerberg : Penyebab Internet Indonesia Lambat

oleh Admin
13:29 PM on Oct 16, 2014

Jakarta — Penggunaan data seluler di Indonesia terus-menerus mengalami pertumbuhan. Akan tetapi tidak semua pelanggan bisa menikmati akses intenet dengan kecepatan tinggi. Dari data survey yang dilakukan oleh internet.org menunjukkan bahwa 75 persen pengguna data seluler di Indonesia masih menggunakan jaringan 2G GSM/EDGE yang kecepatannya jauh sangat tertinggal dibandingkan dengan jaringan 3G/4G.

Mark Zuckerberg pendiri Facebook ketika dating ke Jakarta, Indonesia pada senin (13/10) mengaku mengetahui permasalahan internet di Indonesia. “Di sini (Indonesia), salah satu masalah paling besar adalah efisiensi,” terang Zuckerberg.

Baca Juga
5 Sepeda Balap Termahal di Dunia yang Harganya Bisa Bikin Kamu Miskin dalam Sekejap
Inilah 4 Negara yang Dulunya Kaya Raya namun Sekarang Terluntah Akibat Korupsi

Mark Zuckerberg  Penyebab Internet Indonesia Lambat
Mark Zuckerberg Penyebab Internet Indonesia Lambat

Menurut salah satu milyarder dunia berusia 30 tahun ini, Indonesia harus punya strategi khusus agar internetnya lebih baik. Salah satu strategi yang diusulkannya adalah penyedia konten online di Indonesia harus bisa menekan penggunaan data seluler untuk semaksimal mungkin memanfaatkan bandwidth yang tersedia untuk mobile.

Zuck menambahkan, “Makanya fokus kami adalah persoalan ekonomi dan efisiensi data. Contohnya saja, ukuran file aplikasi Facebook di Android telah menyusut 50 persen sehingga menghemat bandwidth,” kata Zuckerberg.

“Pada akhirnya koneksi internet ini amat penting, bukan hanya untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia, melainkan juga bagi iklim budaya dan inovasi di seluruh dunia,” tutup Zuckerberg.

Efisiensi penggunaan data pun menjadi tema besar “Mobile Efficiency Developer Workshop” yang terselenggara melalui kerja sama dengan Facebook, Ericsson, dan operator seluler XL Axiata. Sebanyak 40 pengembang aplikasi dari berbagai bidang belajar meningkatkan efisiensi penggunaan data seluler dari aplikasi masing-masing.

Presiden Direktur XL, Hasnul Suhaimi yang hadir di lokasi acara juga turut menekankan pentingnya efisiensi penggunaan data oleh aplikasi. Dia mengakui bahwa pihaknya masih merugi 10 persen dari hasil penjualan setiap 1 GB data karena penggunaan data internet yang tidak efisien di jaringan. “Ini karena volumenya tidak cukup. Konsumen tidak merasakan, tetapi beban jaringannya tinggi,” ujar Hasnul.

Efisiensi bandwidth hanyalah salah satu faktor penyebab lambatnya akses internet. Permasalahan lainnya bisa jadi dikarenakan pemerataan infrastruktur, regulasi, dan dukungan pemerintah. Laporan terbaru menyebutkan, Indonesia hanya menempati peringkat ke-101 di dunia dengan kecepatan internet rata-rata sebesar 2,5 Mbps.

 Baca Juga :7 Transfer Pemain Sepakbola Paling Aneh di Dunia

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA