Suku Manusia Kerdil Asli Indonesia Ini Masih Menjadi Misteri Sampai Sekarang

oleh Adi Nugroho
12:00 PM on Sep 16, 2016

Penulis menduga bahwa sebagian besar dari Anda pernah menyaksikan film The Lord of The Rings atau The Hobbit yang salah satu tokok kuncinya manusia kerdil. Di dalam cerita itu, digambarkan bagaimana dunia ini terbagi menjadi berbagai suku dan ras yang unik. Ada manusia yang cenderung serakah lalu peri yang agak angkuh serta hobbit si kerdil yang kadang memiliki banyak keberanian.

Di dunia nyata, manusia kerdil ternyata pernah dan masih eksis di bumi ini. Mereka sering disebut sebagai pygmy karena memiliki ukuran tubuh yang sangat kecil dibandingkan manusia normal. Saat ini, keberadaan dari manusia kerdil itu banyak terdapat di Afrika, Oseania, dan beberapa bagian Asia.

Baca Juga
Nggak Terima Anaknya Ditegur, Orangtua Zaman Now Langsung Hajar Guru SMA di Kendari
4 Fakta Mengenai Beberapa Petinggi TNI yang Dilarang Menginjakkan Kaki di Amerika

Masih tentang manusia kerdil, Indonesia ternyata pernah memiliki suku ini. Sayangnya keberadaan mereka banyak yang punah dan menjadi misteri hingga sekarang. Berikut suku manusia kerdil yang diyakini pernah ada di Indonesia.

Uhan Pandak – Gunung Kerinci, Jambi

Uhan Pandak adalah sebutan bagi Orang Pendek yang masih dipercaya oleh orang di kawasan Gunung Kerinci, Jambi. Di masa lalu, banyak orang yang hidup di sekitaran hutan mengaku melihat makhluk kerdil ini. Konon, tinggi dari Orang Pendek ini hanya 70-130 cm saja dengan tubuh penuh sekali dengan bulu hitam. Jika diperhatikan sekilas, bentuk makhluk ini mirip sekali dengan kera.

orang pendek [image source]
orang pendek [image source]
Sejak ratusan tahun yang lalu, beberapa peneliti tertarik untuk mencari keberadaan Orang Pendek ini. Bahkan National Geographic sampai mengirim tim untuk mencari kebenaran dari keberadaan Orang Pendek ini. Oh ya, meski secara fisik mereka mirip sekali dengan manusia, tapi mereka sudah memiliki senjata seperti tombak untuk berburu. Seekor monyet tidak mungkin melakukan ini, kan?

Ebu Gogo – Pulau Flores, NTT

Ebu Gogo adalah suku pendek yang konon hidup di kawasan Pulau Flores. Sejak dahulu kala, penduduk kawasan ini kerap melihat penampakan Ebu Gogo yang konon memiliki tinggi tidak sampai satu meter. Mereka biasanya suka berkeliaran dan akan bersembunyi jika melihat penduduk datang mendekatinya.

Ebu Gogo [image source]
Ebu Gogo [image source]
Kebenaran tentang Evu Gogo mungkin masih bisa dipertanyakan. Kita bisa menganggapnya sebagai dongeng atau mitologi lokal. Meski demikian, di sebuah gua di Flores justru ditemukan sebuah kerangka mirip sekali manusia. Kerangka yang sudah menjadi fosil ini konon berusia ribuan tahun dan bertubuh pendek. Para ahli hingga sekarang masih berdebat apakah fosil yang akhirnya dinamai Homo floresiensis ini manusia atau kera.

Suku Oni – Bone, Sulawesi Selatan

Suku Oni adalah bangsa pygmy lain yang konon ada di Indonesia sejak puluhan hingga ratusan tahun yang lalu. Mereka tinggal di hutan dan hidup di dalam sebuah gua. Saat ini keberadaan dari Suku Oni menjadi susah dideteksi karena mereka mendadak hilang. Ada yang bilang, hilangnya Suku Oni disebabkan oleh warga sekitar hutan yang berbuat buruk kepada mereka.

Ilustrasi Gua Suku Oni [image source]
Ilustrasi Gua Suku Oni [image source]
Dahulu kala penduduk desa dan Suku Oni berteman baik. Sayangnya, penduduk sering meminjam barang dan tidak dikembalikan. Bermula dari sini, konflik terlecut dan membuat Suku Oni tidak mau keluar lagi. Oh ya, beberapa orang mengatakan bahwa Suku Oni bisa dipancing keluar dengan meletakkan pisang di mulut gua. Sayangnya, cara ini tidak lagi berhasil karena Suku Oni seperti sudah tahu kalau mereka ditipu.

Keberadaan manusia kerdil ini masih menjadi misteri sampai sekarang. Ada yang bilang mereka benar-benar ada dan bersembunyi. Namun tidak jarang manusia kerdil ini dianggap hanya sebuah mitos atau cerita rakyat saja. Terlepas dari benar atau tidaknya manusia kerdil ini, manusia pygmy memang ada karena memiliki keanehan gen di dalamnya.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA