Sejarah Pertemuan Taiping, Saat Malaysia Ingin Bergabung dengan Indonesia

oleh Adi Nugroho
13:00 PM on Feb 27, 2016

Indonesia ibarat kucing dengan anjing, tak bisa bersatu dan selalu ada cek-cok yang membuat hubungan dua negara kian panas. Bahkan di masa Presiden Soekarno menjabat, beliau sempat mengatakan untuk mengganyang Malaysia. Membuat negeri ini menyesal atas perlakuannya kepada Indonesia yang sangat berharga ini.

Meski demikian, hubungan Indonesia dengan Malaysia di masa lalu pernah sangat baik. Bahkan Malaysia pernah memiliki keinginan untuk menjadi satu dengan Indonesia. Menjadi satu negara yang bersatu dalam ikatan yang sangat kuat. Inilah kisah masa lalu Indonesia dan Malaysia yang sangat indah.

Baca Juga
5 Hal Menjengkelkan Tentang SEA Games di Malaysia Ini Bikin Indonesia Meradang
Dinobatkan Jadi Atlet Tercantik dan Terseksi SEA Games 2017, Ini Lho Pesona Lindswell Kwok Yang Bikin Indonesia Bangga

Janji Merdeka dari Jepang Untuk Indonesia

Jepang telah sejak lama menjanjikan kemerdekaan bagi Indonesia. Sejak Belanda dipukul mundur, Indonesia sudah dijadikan sasaran untuk dijadikan “negara boneka” baru milik Jepang. Seperti halnya Manchuria, negeri ini akan dimerdekakan agar Jepang bisa menguasai banyak hal, terutama masalah sumber daya alam.

Soekarno Hatta Sjahrir [image source]
Soekarno Hatta Sjahrir [image source]
Soekarno dan Hatta akhirnya membicarakan lagi tentang kemerdekaan itu. Mereka melakukan pertemuan untuk membicarakan wilayah mana saja yang akan dimiliki oleh Indonesia. Apakah jajahan dari Hindia Belanda saja atau sampai ke Malaka (Malaysia), Papua Nugini, dan Timor Timur. Dalam pertemuan ini disepakati jika akan dibentuk Indonesia Raya tanpa mencakup wilayah lain.

Berjuang Sama Seperti Orang di Indonesia

Saat orang Jepang membentuk PETA dan Giyuugun. Orang di Malaysia pun juga melakukan hal yang sama. Mereka membentuk Giyuugun dan dilatih oleh Jepang untuk menjadi seorang milisi. Jepang ingin pemuda-pemuda Malaysia ini menjadi basis militer tambahan dalam melawan Inggris dan juga sekutu.

Ibrahin Yaacob [image source]
Ibrahim Yaacob [image source]
Salah satu pimpinan Giyuugun paling terkenal dari Malaysia adalah Ibrahim Yaacob. Ia adalah orang yang sangat ingin menyatukan Malaysia dengan Indonesia. Di Malaysia dia adalah milisi nasionalis yang sangat mengagumi sepak terjang dari Soekarno. Tak mengherankan saat Soekarno berjuang untuk memerdekakan Indonesia, Ibrahim tak ingin ketinggalan.

Delegasi Pemuda Melayu Ingin Bergabung dengan Indonesia

Saat Indonesia akan dimerdekakan Jepang, banyak warga di Malaysia resah. Mereka yang dijajah oleh Inggris ingin ikut merdeka. Bahkan Kesatuan Melayu Muda (KMM) sampai mengirim beberapa perwakilannya untuk menemui Soekarno. Pihaknya ingin menyampaikan semua unek-unek yang membuat mereka tidak tenang.

Kesatuan Melayu Muda [image source]
Kesatuan Melayu Muda [image source]
Anggota KMM banyak dibantu Jepang untuk mendapatkan akses ke Indonesia. Bagi Jepang bergabungnya Indonesia dan Malaysia sama halnya dengan jackpot. Sambil menyelam minum air. Menguasai Indonesia sekaligus saudara serumpunnya akan membuat segala sumber daya yang ada semakin banyak. Apalagi di kawasan Malaysia banyak sekali tambang yang menjanjikan salah satunya adalah minyak bumi.

Pertemuan Taiping yang Membuat Soekarno Terharu

Pada tanggal 8 Agustus 1945, Soekarno, Hatta, dan Radjiman menemui Marsekal Terauchi di Saigon untuk membicarakan kemerdekaan. Selama beberapa hari di Saigon mereka mendiskusikan tentang masa depan Indonesia setelah merdeka dan tidak dijajah lagi. Saat kembali dari Saigon dan menuju Indonesia, terjadilah pertemuan dadakan di Taiping, Malaysia.

Pertemuan Taiping [image source]
Pertemuan Taiping [image source]
Saat itu Soekarno ditemui oleh Ibrahim Yaacob dan Dr. Burhanuddin. Pembicaraan yang tak terlalu lama itu membicarakan tentang masa depan Malaysia. Ibrahim ingin agar rencana Indonesia merdeka berjalan, Malaysia diikutkan di dalamnya. Mereka ingin agar Indonesia dan Malaysia yang serumpun ini mampu bersatu. Mendengar keinginan ini Soekarno jadi terharu. Ia berjanji dan bertekat akan memerdekakan Malaysia bersama dengan Indonesia.

Janji yang Tak Bisa Ditunaikan oleh Soekarno

Saat Jepang kala perang pada tanggal 15 Agustus 1945, impian Malaysia untuk merdeka dan menjadi satu dengan Indonesia jadi pupus. Ibrahim Yaacob sebenarnya sudah melarikan diri ke Indonesia untuk meminta bantuan Soekarno. Namun hal itu tak bisa terjadi mengingat memerdekakan Malaysia sama halnya dengan melawan Inggris dan juga sekutu.

Kalibata [image source]
Kalibata [image source]
Akhirnya Malaysia merdeka sendiri dari Inggris tanpa ada campur tangan Indonesia. Ibrahim Yaacob sebenarnya masih ingin menyatukan Indonesia dan Malaysia, namun keinginan itu ditentang. Pemimpin Malaysia yang saat itu berkuasa bertolak belakang dengan pandangannya. Akhirnya Ibrahim Yacoob diangkat oleh Soekarno menjadi anggota Parlemen di Indonesia. Ia menjadi warga negara Indonesia meski tak bisa mengajak pemuda melayu lainnya. Saat meninggal, Ibrahim Yaacob dikuburkan di Kalibata sebagai penghargaannya dalam memperjuangkan persatuan Indonesia dan Malaysia.

Inilah sekelumit kisah di masa lalu tentang keinginan Malaysia bergabung dengan Indonesia. Melihat hubungan masa lalu yang begitu dekat, semoga di era modern seperti sekarang dua negara serumpun ini bisa berteman lagi dengan baik. Bagaimana menurut sobat Boombatis?

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA