5 Video yang Menunjukkan Malasnya Orang Indonesia dalam Menaati Peraturan

oleh Centralismo
10:38 AM on Apr 5, 2015

Baru-baru ini, Indonesia ditetapkan oleh sebuah website internasional ternama sebagai negara dengan ibukota paling macet di dunia. Ini cukup mengagetkan. Biasanya kemacetan terjadi di negara-negara maju yang mobilitas warganya tinggi. Namun, hal itu justru terjadi di Indonesia, negara yang masih berada di kategori “berkembang”.

Tidak perlu dijelaskan bagaimana kacaunya jalanan di Indonesia, kita adalah orang yang setiap hari merasakan secara langsung jalanan yang seolah tanpa aturan tersebut. Apa penyebab utama kekacauan lalu lintas di Indonesia? Sebelum buru-buru menyalahkan aparat, pemerintah atau bahkan presiden, mari kita berkaca pada video-video berikut ini.

Baca Juga
Tak Banyak yang Tahu, Inilah Aksi Hebat Kepolisian Indonesia yang Begitu Disegani di Dunia
6 Cara Ini Bisa Dipakai Agar Tragedi ‘Panjat Pinang Maut’ Tak Terjadi Lagi

1. Jelas-Jelas Melawan Arus, Masih Merasa Benar

Di jalan-jalan besar di Indonesia sering kali diberlakukan sistem buka-tutup jalur, jika lalu lintas kendaraan dirasa terlalu ramai. Begitu pula yang dilakukan oleh pihak kepolisian di daerah Pasar Minggu berikut ini. Mereka menutup sebagian jalur karena jalan menuju Kawasan Kebun Binatang Ragunan memang selalu padat pada hari libur. Meski sudah tahu jalur ditutup, seorang pengendara mobil bersikeras ingin melewati jalur tersebut.

Ketika dihentikan dan diminta berbalik arah oleh polisi, alih-alih mematuhi peraturan, si pengendara justru ngotot dan mendebat petugas. Seorang petugas perempuan sempat merasa emosi karena si pengendara mobil tersebut memaksa untuk tetap berjalan di jalur yang ditutup. Lihatlah, meski jelas-jelas berbahaya bagi diri kita dan orang lain, meski sudah ada teguran dari petugas, orang ini masih merasa cukup hebat untuk melanggar peraturan.

2. Tidak Menghormati Hak Orang Lain

Trotoar yang dibangun di bahu jalan adalah hak pejalan kaki. Motor dan mobil telah diberi jalur untuk jalannya masing-masing. Namun, di Indonesia sepertinya hak pejalan kaki tidaklah penting. Trotoar yang sangat sempit sering kali dijadikan tempat berdagang dadakan dan membuat jalan menjadi semakin sempit. Tidak heran orang di Indonesia tidak bisa berjalan dengan nyaman senyaman orang berjalan di trotoar yang lebar dan bersih di Singapura.

Namun, “penderitaan” para pejalan kaki tidak hanya sampai di situ. Mereka juga harus berbagi dengan para pengendara motor yang dengan egoisnya berkendara di atas trotoar. Pada video berikut kita bisa lihat bagaimana seorang mencoba menasehati orang-orang yang melawan arus di trotoar. Namun, orang-orang tetap melakukan hal tersebut dengan biasa saja, seolah hal itu wajar dan tidak melanggar hukum.

3. Melanggar Aturan Sejak Usia Remaja

Jika Anda bertanya mengapa orang Indonesia sangat sulit menaati peraturan, mungkin jawabnya adalah karena kita terlatih untuk melanggar peraturan sejak remaja. Buktinya adalah siswa pengendara motor ini. Dia melakukan pelanggaran berlapis; tidak menggunakan helm, membonceng dua orang sekaligus dan tidak memiliki SIM.

Dan ketika ditanyai oleh petugas, mulailah jurus “ngeles” dikeluarkan. Si siswa ini berkilah bahwa dia tidak memiliki ongkos untuk pergi ke sekolah. Alasan tersebut sulit diterima karena orang yang sanggup membeli motor belasan juta, tidak mungkin tidak memiliki uang beberapa ribu rupiah untuk naik angkot. Jangan menertawakan siswa ini, karena kitapun sering memberikan alasan palsu kepada petugas jika sudah ketahuan melanggar peraturan.

4. Bahkan Pejabatpun Melanggar Aturan

Tidak hanya dari kalangan warga biasa, pelanggaran peraturan lalu lintas juga datang dari kalangan pejabat. Anggota DPR ini dengan santainya mengaku sebagai “orang hukum”, namun berputar arah padahal tanda larangan jelas-jelas ada di depan matanya.

Ketika diproses oleh petugas, bukannya menjelaskan dengan baik, bapak yang terhormat ini malah meneriaki petugas. Petugas yang kebetulan seorang wanita menjadi kewalahan karena nada tinggi sang wakil rakyat. Kesalahan berikutnya adalah SIM dari anggota DPR tersebut ternyata telah berakhir masa aktifnya. Bahkan seorang wakil rakyat tidak malu dan segan untuk melanggar peraturan.

5. Segala Macam Pelanggaran Terjadi Seolah Itu Wajar

Jika kita sebutkan satu per satu, maka jenis-jenis pelanggaran peraturan lalu lintas di Indonesia tidak akan ada habisnya. Pengendara roda dua, roda empat, bahkan pejalan kaki setiap hari melakukan pelanggaran yang mereka anggap wajar dan biasa. Dalam video yang merupakan bahan tugas para mahasiswa sebuah universitas di Jakarta ini, kita bisa melihat semuanya.

Para pengendara motor yang dengan santainya melawan arus, mobil yang parkir di sembarang tempat, pejalan kaki yang enggan menggunakan jembatan penyeberangan dan menyeberang sembarangan, hingga pengendara motor yang merasa motor mereka adalah truk yang bisa menampung banyak benda-benda besar. Kekacauan ini pasti pernah Anda saksikan live.

Pelanggaran lalu lintas memang tidak hanya terjadi di Indonesia. Seluruh negara di dunia pasti punya kasus pelanggaran lalu lintas. Namun intensitas pelanggaran di Indonesia boleh dibilang luar biasa. Kita melanggar peraturan setiap hari, seolah itu bukan lagi sebuah dosa.

Mari kita pertanyakan lagi kesiapan kita untuk berkendara. Selama ini kita selalu menyalahkan aparat, menyalahkan peraturan dan sebagainya. Bagaimana dengan diri kita sendiri? Seberapa benarkah kita hingga berani menyalahkan orang lain? (HLH)

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
error put content