Liku Perjalanan Politik Ahok, Dari Belitung Hingga Mundur Dari Gerindra

oleh Admin
17:37 PM on Sep 11, 2014

Basuki Tjahja Purnama, atau Ahok merupakan salah satu pelopor pemimpin yang dikenal jujur dan juga benar-benar mengabdi pada rakyat. Dalam sejarah Indonesia, tidak banyak etnis China yang berkiprah dalam dunia pemerintahan. Namun tidak dengan laki-laki asal Belitung ini, ia bertekad kuat untuk membenahi carut marut dan juga bobroknya sistem Pemerintahan dengan menjadi pemimpin dan pelopor.

Beberapa hari ini dihebohkan dengan Ahok yang memutuskan untuk mengirimkan surat pengunduruan diri dari partai Gerindra. Ini membuat kaget banyak orang mengingat partai inilah yang mengusungnya menjadi Cagub Cawagub dan akhirnya sukses melenggang menjadi DKI 2 dna kini menjadi Gubernur DKI Jakarta menggantikan Jokowi yang menjadi Presiden. Penasaran dengan kiprahnya di dunia politik?

Baca Juga
6 Alasan Kenapa One Piece Nggak Pernah Bikin Penggemar Bosen Meski Sudah 20 Tahun
Inilah 4 Alasan Mengapa Profesi TKI Bisa Bikin Seseorang Jadi Kaya Mendadak

Ahok
Ahok

1. Menjadi Pengusaha

Ahok memulai karier politiknya dari dunia pengusaha. Ia memiliki perusahaan dan merasa didiskriminasikan oleh pejabat pemerintahan saat itu. Lalu Ahok tersadar bahwa jika hanya mengeluh tidak akan menyelesaikan masalah. Terbesitlah untuk menjadi bagian dari orang-orang pemerintahan dan mengurai benang-benang kusut yang ada di sana.

2. Menjadi Anggota DPRD

Basuki Purnama bukan tipe orang yang suka menunda-nunda. Begitu diadakan pemilu langsung, ia mengikuti pemilihan legislative (pileg) untuk tahun 2004-2009 di DPRD Belitung Timur dan diusung oleh Partai Perhimpunan Indonesia Baru (PPIB). Setelah menjadi anggota DPRD, ia makin geleng-geleng kepala melihat banyaknya praktik KKN yang terjadi.

3. Tegas “Say No To KKN”

Bukan Ahok namanya jika tidak frontal. Ia menolak menjadi ‘jamaah korupsi’ yang terjadi di kalangan DPR Indonesia selama ini. Salah satunya adalah, ia menolak pemberian Surat Perintah Perjalanan Daerah (SPPD) fiktif seperti kebanyakan oknum anggota dewan lainnya. Langkah Ahok untuk membuat Indonesia makin baik semakin tidak terbendung lagi.

4. Menjadi Bupati Belitung Timur

Atas aspirasi rakyat, Ahokpun maju menjadi salah satu calon Bupati Belitung Timur untuk periode 2005-2010. Ia kembali melakukan banyak hal termasuk mengentaskan kemiskinan. Ahok juga bukan orang yang rasis, ia banyak membantu semua suku, ras, agama bahkan memberangkatkan haji untuk para penjaga masjid.

5. Bertarung Menjadi Gubernur Bangka Belitung

Sungguh sayang jika tekad baik Ahok hanya ‘tersimpan’ di Belitung Timur saja. Ia akhirnya mencalonkan diri menjadi Calon Gubernur Bangka Belitung. Sempat terjadi konflik dan akhirnya ia kalah. Ahok merasa dicurangi namun sistem hukum saat itu masih belum transparan seperti sekarang. Ia akhirnya mencoba untuk terus membenahi Indonesia dari gerbong yang lebih besar yaitu DPR RI.

6. Menjadi Anggota DPR RI

Pria yang jujur dan apa adanya ini sukses terpilih menjadi anggota DPR RI melewati Partai Golkar. Ia masuk menjai anggota di komisi II DPRI RI dan terus memerangi KKN serta tindak yang merugikan rakyat. Ia konsisten untuk transparan dengan membuka semua pendapatan dan juga laporan keuangan di situs miliknya. Ia tidak mau makan uang haram dan selalu punya bukti atas semua hal yang ia lakukan, agar tidak mudah dijerumuskan oleh orang lain.

7. Dicalonkan Menjadi Cawagub Jakarta

Setelah era tahun 2010, masyarakat makin kritis dengan kinerja Pemerintah. 2012, Ahok maju menjadi Cawagub Jakarta bersama Joko Widodo. Kali ini, Partai Gerindralah yang mengusung pria berkacamata ini. Ahok mengatakan, visi misinya dengan Gerindra saat itu adalah sama. Yaitu sama-sama memerangi korupsi dan mendukung pemerintahan yang jujur, transparan dan memihak pada masyarakat. Berkat kiprahnya selama ini dan juga kredibilitasnya, pasangan ini menang dan menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

8. Menjadi Wakil Gubernur Idola Sepanjang Masa

Pernahkah Anda melihat seorang Wakil Gubernur dengan tegas berdebat dengan anggota DPR? Atau ia memarahi para PNS yang kerjanya tidak becus? Ahok did it! Ia tidak hanya berbicara, tapi juga membenahi. Jakarta menjadi jauh lebih baik sejak ada di tangan Joko Widodo dan dirinya. Tidak salah jika Ahok makin dicintai oleh masyarakat.

9. Naik Menjadi Gubernur

Sejak Joko Widodo dinyatakan menjadi Presiden RI terpilih oleh MK beberapa waktu lalu, otomatis jabatan Ahokpun anak naik menjadi Gubernur. Ia mengatakan bahwa ia tidak terlalu memikirkan jabatan. Fokusnya hanya membenahi kualitas pelayanan Pemerintah pada rakyat dan kesejahteraan rakyat ada di atas segalanya.

10. Tidak Satu Visi, Ahok Keluar Dari Gerindra

Kisruh Pilpres kemarin rupanya belum selesai di MK. Koalisi Merah Putih berwacana untuk mengembalikan sistem pemilihan kepala daerah menjadi pemilihan di DPR saja, bukan pemilihan langsung. Ahok menentang keras hal ini karena menurutnya, ini adalah kemunduran dalam demokrasi. Selama ini, Ahok bukanlah orang yang tunduk dengan partai jika ia sudah tidak lagi satu jalan.

“Dari awal saya bilang saya gak pernah loyal sama partai yang tidak sesuai dengan konstitusi. Kalau Gerindra punya pandangan konstitusi tentang pilkada lewat DPRD, kenapa waktu menarik saya dari Golkar mengatakan kita perjuangkan pilihan rakyat?,” ucap putra sulung Indra Tjahaja Purnama itu di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Ia mengajukan surat pengunduran diri dan kini, cerita terus bergulir.

Ahok dituduh sebagai kutu loncat, aji mumpung, pengkhianat dan masih banyak lagi. Namun tidak sedikit yang mendukungnya, bahkan memberinya semangat agar jangan takut pada structural seperti itu. Bagi masyarakat Jakarta dan Indonesia, Ahok adalah sosok yang tidak ada duanya. Bagaimana menurut Anda?

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA