Leo Tolstoy, Novelis Rusia Kaya yang Berakhir sebagai Pertapa Keliling

oleh Endah Boom
07:00 AM on Sep 18, 2016

Lev Nikolayevich Tolstoy atau yang lebih dikenal dengan nama Leo Tolstoy merupakan sosok besar. Selain dikenal sebagai sastrawan Rusia, ia juga merupakan pembaharu sosial dan merupakan seorang anggota yang sangat berpengaruh dari keluarga Tolstoy. Maha karyanya War and Peace dan Anna Karenina membuatnya sukses dan kaya raya.

Pria yang lahir di Yasnaya Polyana tanggal 9 September 1828 ini dibesarkan oleh sanak keluarganya. Pasalnya, anak keempat dari lima bersaudara ini sudah jadi yatim piatu saat masih kecil. Berasal dari keluarga kerajaan Rusia, Tolstoy memiliki hubungan dengan sejumlah keluarga paling berpengaruh di Rusia. Perjalanan hidupnya dipenuhi banyak liku. Setelah sempat menjadi kaya raya berkat karya sastranya, ia justru memilih jalan hidupnya sebagai seorang pertapa keliling.

Baca Juga
4 Aksi Greget yang Dilakukan Barisan Patah Hati di Pernikahan Mantan, Dijamin Bikin Geleng Kepala
Disebut Perompak oleh Mantan PM Malaysia, Justru Inilah Fakta Suku Bugis Seorang Pelaut Handal

Pernah Dicap sebagai Orang yang Tidak Mampu dan Tidak Mau Belajar

Tolstoy pernah mengenyam pendidikan di Universitas Kazan pada tahun 1844. Saat itu, ia belajar hukum dan bahasa-bahasa oriental. Hanya saja kemudian ia tak meninggalkan studinya itu. Ia dicap sebagai orang yang tak mampu dan tak mau belajar. Kemudian, ia menghabiskan lebih banyak waktunya di Moskwa dan St. Petersburg.

Leo Tolstoy [image source]
Leo Tolstoy [image source]
Hidupnya sempat berantakan. Bahkan ia pernah terjerat utang yang besar gara-gara judi. Tak punya tujuan jelas dalam hidup, ia kemudian menjadi sukarelawan di militer Rusia dan menjadi tentara. Namun, pengalamannya sebagai tentara membuatnya menjadi seorang pasifis (seseorang yang tidak setuju dengan konsep bahwa perang adalah sarana untuk menyelesaikan konflik atau masalah). Ia pun menuliskan soal pengamatannya di medan perang dalam karya Sevastopol Sketches dan membuatnya sebagai seorang penulis Rusia terkemuka.

Tolstoy Dikaruniai 13 Anak dalam Pernikahannya dengan Sophia Behrs

Pada tahun 1862, Tolstoy menikahi Sophia Andreevna Behrs yang 16 tahun lebih muda darinya. Jadi, Tolstoy berusia 34 tahun sementara Behrs masih 18 tahun. Mereka menikah setelah saling mengenal dalam waktu beberapa minggu saja. Pada tahun yang sama, Tolstoy membuat karyanya yang sangat fenomenal, War and Peace. Draf pertama selesai tahun 1865.

Leo dan Sophia Behrs [image source]
Leo dan Sophia Behrs [image source]
Sophia Behrs memiliki kontribusi besar dalam karya War and Peace ini. Ia ikut membantu setiap proses revisi. Bahkan sampai menggunakan kaca pembesar untuk membaca dan mengartikan setiap coretan tulisan Tolstoy. Dalam waktu tujuh tahun, ia menulis ulang naskah secara lengkap sebanyak delapan kali (beberapa bab bahkan ada yang ditulis ulang sampai 30 kali). Pernikahan mereka dikaruniai 13 orang anak.

Dikucilkan oleh Gereja Ortodoks

Setelah Anna Karenina terbit dan sukses di sekitaran tahun 1870an, kehidupan Tolstoy mengalami perubahan yang cukup signifikan. Ia berkonsentrasi pada tema-tema soal Kristen. Dia merasa tidak nyaman dengan latar belakang kerajaannya juga soal kekayaan. Krisis emosional dan spiritual pun ia alami. Tolstoy mengembangkan suatu filsafat Kristen anarko-pasifis sampai membuatnya dikucilkan dari Gereja Ortodoks pada tahun 1901.

Leo dikucilkan [image source]
Leo dikucilkan [image source]
Ada pemahaman yang sampai membuat Tolstoy merasakan depresi. Ia mempercayai bahwa menjadi penganut Kristen itu membuatnya menjadi seorang pasifis. Namun, karena kekuatan militer yang digunakan oleh pemerintahnya, menjadi pasifis diartikan sebagai menjadi anarkis. Semua itu membuatnya merasa terisolasi. Sampai-sampai ia mengalami depresi. Beratnya depresi itu membuatnya terus dibayangi untuk menggantung diri setiap kali melihat tambang. Untuk mencegah dirinya bunuh diri, ia juga berusaha menyembunyikan senapan-senapannya.

Pernikahannya dengan Sophia Behrs Tak Berakhir Indah

Meskipun Sophia berperan sangat besar dalam terbitnya karya-karya besar Tolstoy, tapi ternyata pernikahan keduanya tak berakhir indah. Berawal dari ketika Tolstoy memaksa Sophia untuk membaca buku hariannya yang berisi soal eksploitasi seksual pranikah malam sebelum hari pernikahan. Lalu ketika minat Tolstoy pada hal-hal berbau spiritual meningkat, perhatiannya pada keluarga berkurang. Beban makin berat di pundak Sophia.

akhir pernikahan Leo [image source]
akhir pernikahan Leo [image source]
Sophie harus sibuk sendiri menangani bisnis yang tak ada habis-habisnya juga harus bisa menyesuaikan diri dengan suasana hati Tolstoy yang naik turun. Sekitar tahun 1880an, dengan para pengikut Tolstoy yang tinggal di rumah keluarga dan Tolstoy yang hidup seperti gelandangan, Sophia meminta hak kontrol penuh atas royalti buku-bukunya. Tahun 1910, Tolstoy sudah menyerah. Ia pun kabur dari rumah saat tengah malam bersama salah satu putrinya, berniat untuk tinggal di sebidang tanah milik saudaranya.

Berita dirinya yang kabur sungguh menggemparkan. Sampai selang beberapa hari kemudian, ia muncul di sebuah stasiun kereta api. Kru berita dan media langsung menyorotnya. Orang-orang mengerumuninya termasuk istrinya.

Sukses dan Kaya Raya sebagai Penulis Tapi Memilih Jalan sebagai Pertapa Keliling

Terbitnya Anna Karenina membuat Tolstoy kaya raya. Uang dan harta melimpah ruah. Ia bisa menggunakan uangnya untuk apa saja. Semua itu bisa didapatnya dari profesinya sebagai penulis. Hanya saja kemudian semua uang dan kekayaan itu ia sumbangkan ke fakir miskin, termasuk para pengemis. Kelakuannya itu membuat Sophia marah. Sophia merasa kecewa, tadinya ia merasa sudah menikahi pria tepat yang kaya dan terhormat tapi ternyata Tolstoy berubah jadi pria yang terobsesi untuk berderma.

Penulis sukses [image source]
Penulis sukses [image source]
Setelah kabur dari rumah, Tolstoy menjadi seorang pertapa keliling. Setelah menulis War and Peace dan Anna Karenina, Tolstoy lebih mendedikasikan hidupnya untuk orang-orang lemah dan tertindas. Filosofinya sampai membuatnya memiliki banyak pengikut. Seolah-olah, Tolstoy memiliki ajaran baru. Mahatma Gandhi pun terinspirasi oleh pemikiran Tolstoy. Gandhi sangat terkesan dengan pemahaman Tolstoy soal anti kekerasan dan gaya hidup vegetarian.

Meski dikenal sebagai penulis sukses, Tolstoy memilih jalan akhir hidupnya sebagai pertapa keliling. Keputusannya untuk menjadi pertapa keliling itu dibuatnya setelah mengalami pergumulan batin selama bertahun-tahun. Namun, tak lama setelah memutuskan untuk menjadi pertapa keliling, ia jatuh sakit. Pada usia 82 tahun, ia meningal dunia karena radang paru-paru saat berada di stasiun Astapovo.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA