5 Legenda di Dunia yang Menceritakan Penyebab Terjadinya Gerhana Matahari

oleh Tetalogi
09:24 AM on Mar 7, 2016

Bagi masyarakat zaman dahulu, gerhana matahari mungkin merupakan kejadian yang begitu menyeramkan. Bagi yang tidak paham penyebabnya, melihat matahari tiba-tiba hilang tentu bikin ketakutan karena bisa-bisa dikira mau kiamat.

Mungkin karena ketakutan-ketakutan inilah jadi muncul berbagai legenda tentang penyebab terjadinya gerhana. Mitos-mitos dan takhayul tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan juga mengikuti akibat rasa ketakutan tersebut. Berikut ini beberapa diantaranya.

Baca Juga
Bukan Tanpa Tujuan, Ini Loh Alasan Kenapa Teh Itu Baiknya Dipetik di Pagi Hari
Mirisnya Tata Krama Murid Sekarang, Guru Mendidik Sepenuh Hati Malah Dibuat Candaan

1. Matahari yang Dimakan

Beberapa budaya menjelaskan gerhana, baik gerhana matahari maupun bulan, terjadi karena iblis atau binatang memakan matahari dan bulan. Bangsa Viking melihat sepasang serigala mengejar matahari atau bulan. Ketika salah satu dari serigala tersebut berhasil menangkap salah satunya, maka terjadilah gerhana.

Rahu memakan matahari [Image Source]
Rahu memakan matahari [Image Source]
Menurut legenda Vietnam, gerhana terjadi karena seekor katak besar memakan bulan atau matahari. Di China, naga dipercaya memakan matahari sehingga menyebabkan gerhana. Menurut mitos Hindu, iblis Rahu dipenggal karena berusaha minum air suci agar bisa abadi. Kepalanya kemudian terbang ke langit dan berusaha menelan dewa matahari. Untuk mengusirnya, masyarakat membuat keributan dengan memukul-mukul kendi atau panci.

2. Beruang yang Memakan Bulan

Suku asli Pomo yang tinggal di utara Amerika memiliki cerita yang unik tentang penyebab gerhana bulan. Konon ceritanya ada seekor beruang yang mulai berkelahi dengan matahari dan menggigitnya. Maka terjadilah gerhana matahari.

Gerhana matahari [Image Source]
Gerhana matahari [Image Source]
Kemudian setelah digigit, matahari dan beruang berdamai dan tidak berkelahi lagi. Tapi suatu saat kemudian, beruang bertemu dengan bulan dan menggigitnya juga sehingga terjadilah gerhana bulan. Cerita ini kemungkinkan dibuat untuk menjelaskan kenapa gerhana matahari terjadi sekitar dua minggu sebelum atau sesudah gerhana bulan.

3. Matahari dan Bulan Sedang Bertengkar

Menurut dongeng Inuit, dewi matahari, Malina pergi setelah bertengkar dengan dewa bulan, Anningan. Keduanya adalah saudara. Menurut legenda, gerhana matahari terjadi ketika Anningan berhasil mengejar saudarinya yang pergi menjauh.

Masyarakat suku Inuit [Image Source]
Masyarakat suku Inuit [Image Source]
Sementara itu suku Batammaliba yang tinggal di Benin dan Togo juga mempercayai hal yang serupa. Hanya saja, mereka memiliki tradisi bahwa saat terjadi gerhana, setiap manusia di Bumi harus menyelesaikan masalah satu sama lain. Ini adalah satu-satunya cara agar matahari dan bulan tidak saling melukai.

4. Anjing yang Mencuri Matahari dan Bulan

Menurut legenda Korea, ada sebuah dunia atau dimensi yang tidak memiliki cahaya. Raja dari dimensi tersebut mengirimkan anjing raksasanya yang bernama Bulgae untuk memburu matahari dan bulan untuk dibawa pulang ke dunianya.

Lukisan dongen Korea [Image Source]
Lukisan dongen Korea [Image Source]
Saat Bulgae berhasil menggigit matahari, terjadilah gerhana matahari. Tapi saat yang digigit adalah bulan, maka terjadi gerhana bulan. Hanya saja, Bulgae dan rajanya kemudian sadar bahwa matahari dan bulan terlalu panas dan dingin sehingga mereka melarikan diri kembali ke dunianya.

5. Dewa yang Sedang Marah

Bangsa Yunani Kuno menyebut dewa matahari sebagai Helios. Dewa inilah yang dipercaya mempengaruhi pergerakan matahari di bumi. Ketika Helios melakukan perjalanan mengendarai kereta kudanya di surga dari timur ke barat, saat itulah bumi mendapatkan cahaya. Sedangkan di malam hari, dipercaya ia melakukan perjalanan di lautan sehingga tidak terlihat di langit. Begitu pagi tiba ia muncul lagi dari timur.

Lukisan Helios [Image Source]
Lukisan Helios [Image Source]
Tidak hanya pagi dan malam saja, mereka percaya gerhana matahari juga terjadi karena Helios. Gerhana dianggap sebagai pertanda bahwa dewa sedang marah dan akan terjadi bencana dan kehancuran di muka bumi.

Karena masyarakat zaman dahulu masih belum benar-benar mengetahui tentang sistem tata surya, maka tidak heran jika muncul legenda dan mitos seperti ini untuk menjelaskan fenomena alam seperti ini. Pada kenyataannya, gerhana matahari terjadi karena posisi bulan terletak di antara bumi dan matahari.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA