6 Fakta Tangan Dingin Lee Kuan Yew yang Mengubah Nasib Singapura Menjadi Macan Asia

oleh Tetalogi
07:00 AM on May 2, 2016

Singapura atau Republik Singapura adalah negara kecil dengan luas 719 km persegi. Meski berukuran kecil, Singapura termasuk sangat maju dan mampu bersaing dengan negara-negara lainnya. Bahkan negara ini memiliki reputasi bagus di dunia internasional sebagai tempat termudah menjalani bisnis, negara paling siap teknologi, kota tempat pertemuan internasional terbaik, kota dengan potensi investasi terbaik, dan masih banyak lagi.

Semua keberhasilan tersebut tidak lain berkat tangan dingin Lee Kuan Yew. Berkat usaha kerasnyalah, Singapura mampu berkembang melebihi negara-negara tetangganya. Berikut ini beberapa fakta tangan dingin Lee Kuan Yew yang berhasil membangun Singapura.

Baca Juga
Inilah 4 Fakta Meikarta, Kota Baru yang Katanya Bakal Menyaingi Ibukota
Inilah 4 Jasa Tak Terlupakan yang Dilakukan Malaysia Kepada Bumi Pertiwi

1. Bapak Singapura Lee Kuan Yew

Lee Kuan Yew [Image Source]
Lee Kuan Yew [Image Source]
Lee Kuan Yew adalah Perdana Menteri pertama Singapura dan telah memimpin negara tersebut selama 30 tahun. Ia dikenal sebagai bapak pendiri bangsa. Dengan tangan dinginnya, ia mampu mengubah Singapura dari negara dunia ketiga menjadi negara dunia pertama hanya dalam satu generasi saja.

2. Mengubah Dunia Ketiga Menjadi Dunia Pertama Hanya dalam 1 Generasi

Singapura [Image Source]
Singapura [Image Source]
Pendapatan per kapita Singapura yang hanya 427,9 dollar pada tahun 1960 melesat menjadi 55 ribu dollar pada tahun 2013. Ia mendorong investasi, menjaga agar inflasi tetap rendah, pajak yang rendah, mata uang yang stabil, serta kualitas pendidikan yang tinggi. Lee juga mendorong agar pulau kecil tersebut mengembangkan infrastruktur penting seperti rumah dan tempat pekerjaan. Dengan cara-caranya ini, ia berhasil mengubah sebuah pos perdagangan zaman kolonial menjdi pusat finansial terpenting di dunia.

3. Menjadikan Singapura Sebagai Negara dengan Identitas Sendiri

Festival Budaya Singapura [Image Source]
Festival Budaya Singapura [Image Source]
Untuk ukurannya yang kecil, Singapura termasuk negara yang sangat kaya keanekaragaman budaya, agama, dan bahasa. Lee mengatakan bahwa negara tersebut tidak sesuai dengan definisi negara yang umum dan lebih cocok disebut sebagai masyarakat transisi kerena mereka tidak semua bicara dalam bahasa yang sama, menganut agama yang sama, atau memiliki budaya yang sama. Karena itulah Lee menekankan pentingnya toleransi antar ras dan agama. Hal ini juga bagian terpenting dari kesuksesan Singapura membangun identitasnya sebagai negara.

4. Pengangguran turun dari 13,5% tahun 1959 menjadi 1,7% tahun 1990.

Jalanan di Singapura [Image Source]
Jalanan di Singapura [Image Source]
Setelah beberapa kali mencoba dan gagal, Lee dan kabinetnya akhirnya menyimpulkan bahwa cara terbaik meningkatkan ekonomi Singapura adalah dengan menarik investasi asing. Ternyata usaha ini mampu menurunkan tingkat pengangguran yang cukup signifikan. Untuk menjaga kualitas pekerja Singapura, karyawan selalu ditraining ulang demi menyamakan standard dan sistem kerja. Maka tidak heran jika pekerjanya memang berkualitas baik.

5. Lee adalah tokoh penting dalam penghapusan korupsi

Gedung CPIB [Image Source]
Gedung CPIB [Image Source]
Singapura juga memiliki lembaga pemberantasan korupsi yang disebut dengan CPIB. Demi keefektifan kerjanya, Lee membuat peraturan agar lembaga tersebut mendapatkan wewenang yang lebih besar untuk melakukan penangkapan, pencarian, serta memanggil saksi saat menyelidiki kasus korupsi. Tidak hanya itu saja, lembaga tersebut juga memiliki hak untuk menyelidiki rekening bank dan pajak pendapatan seorang tersangka hingga keluarganya.

6. Percaya bahwa peraturan kedisiplinan dan hukum sangat penting demi kestabilan politik dan proses ekonomi

Lee Kuan Yew on Discipline [Image Source]
Lee Kuan Yew on Discipline [Image Source]
Singapura termasuk negara dengan kedisiplinan tinggi, dan hal ini juga berasal dari almarhum Lee Kuan Yew. Ia percaya bahwa kedisiplinan dan hukum adalah pondasi yang sangat penting. Kedisiplinan ini sekarang juga telah tertanam diantara masyarakatnya. Bahkan 95% penduduk Singapura sangat menghargai kebersihan, keamanan, kedisiplinan, kejujuran, dan juga sangat pekerja keras.

Lee Kuan Yew sering dianggap terlalu ikut campur kehidupan pribadi masyarakatnya. Ia mengakui hal tersebut, tapi Lee mengatakan bahwa seandainya ia tidak melakukan hal tersebut, Singapura tidak akan bisa semaju sekarang ini. Ia sering dikritik atas pemerintahan tangan besinya, namun justru hal tersebut ternyata berhasil membangun Singapura. Lee telah menghabiskan banyak hidupnya demi membangun Singapura yang berjaya seperti sekarang ini.

Seandainya Indonesia dipimpin oleh seseorang seperti Lee yang bertangan besi namun jujur, bagaimana menurutmu? Bisakah negara kita maju dan sukses seperti Singapura?

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA