Laila dan Majnun, Kisah Cinta Paling Memilukan yang Pernah Terjadi dalam Sejarah Manusia

oleh Faisal Bosnia Ahmad
07:00 AM on Feb 11, 2017

Ada sebuah kisah legenda dari tanah Arab yang begitu mahsyur hingga dikisahkan secara turun-temurun dan telah dialihbahasakan ke dalam berbagai bahasa lainnya. Kisah ini bernama Laila dan Majnun, sepasang kekasih penjalin kisah cinta abadi yang berakhir tragis.

Kisah ini sebetulnya sudah dikenal di Persia (nama lawas Iran) pada abad ke-9. Namun, kisah cinta ini baru populer setelah dirangkai indah oleh seorang pujangga yang sama-sama asal Persia di abad ke-12 bernama Nizami Ganjavi. Oleh karena itu, terdapat berbagai versi yang ditulis ulang oleh para penulis lainnya.

Baca Juga
Bukan Tanpa Tujuan, Ini Loh Alasan Kenapa Teh Itu Baiknya Dipetik di Pagi Hari
Mirisnya Tata Krama Murid Sekarang, Guru Mendidik Sepenuh Hati Malah Dibuat Candaan

Salah satu versi dari kisah mengharukan ini dapat kamu simak sebagai berikut.

Awal mula pertemuan sepasang kekasih

Ada seorang lelaki muda bernama Qays. Ia bukan siapa-siapa. Bukan lelaki kaya lagi berasal dari keluarga terhormat. Suatu hari, ketika sedang mengenyam pendidikan di suatu sekolah agama, ia bertemu seorang gadis bernama Laila. Dan pada detik itu juga, ia jatuh cinta pada gadis tersebut. Sebagai bentuk rasa cintanya, Qays tak dapat mepersembahkan apapun selain puisi-puisi indah.

Laila dan Majnun
Iran, yang dulu bernama Persia. [Image Source].
Gayung bersambut, Laila yang terkagum pada puisi Qays, menaruh perasaan yang sama terhadapnya. Qays yang tergila-gila pada Laila terus-menerus menulis puisi yang memuji dan mengagungkan sosok menawan gadis tersebut. Ia tak segan membacakan puisi tersebut di sudut-sudut jalan. Tak peduli pada orang lain yang mengacuhkannya. Namun, tidak seperti saat ini, pada zaman dahulu, cinta mengenal sekat.

Jalinan cinta suci mereka tak direstui oleh orang tua Laila

Laila adalah seorang gadis cantik yang terlahir dari keluarga terpandang. Sebagai putri dari seorang kaya raya, tentu Laila diharapkan dapat dipersunting oleh lelaki dengan kedudukan setara sehingga ia bisa hidup dalam gelimangan harta dan kekayaan. Namun, cinta yang dimiliki Laila adalah cinta suci yang hanya akan ia persembahkan kepada lelaki yang sungguh-sungguh ia cintai. Dan ia telah menemukan sosok tersebut dalam diri Qays.

Laila dan Majnun
Ilustrasi Laila dan Majnun. [Image Source].
Begitu usia mereka sudah matang, Qays, yang dijuluki Majnun atau “gila” oleh orang-orang lantaran ketergila-gilaannya terhadap Laila memberanikan diri untuk meminta restu ayah Laila. Hasilnya sudah dapat ditebak, ayah Laila menolak mentah-mentah. Ayahnya beralasan bahwa jika pernikahan itu terjadi, kehormatan keluarganya akan tercoreng.

Majnun yang terkejut mendengarnya, tak kuasa menahan kesedihan. Majnun yang tengah putus asa kemudian meninggalkan rumah dan keluarganya. Ia memutuskan untuk tinggal di padang belantara yang dipenuhi hewan-hewan buas. Di sanalah ia menjalani hidup pengasingan dan kesendirian. Dalam keterpurukannya, ia tak henti-hentinya menulis puisi yang berkisah tentang kekasih pujaannya tersebut.

Sang pujaan terpaksa menyambung tali pernikahan dengan pria lain

Di sisi lain, Laila dipaksa oleh orang tuanya untuk menikahi pria lain. Pria itu bernama Ibnu Salam yang datang langsung melamar Laila. Meski hatinya menolak, namun Laila terpaksa mengiyakan karena tak tega membawa aib bagi keluarganya.

Laila dan Majnun
Ilustrasi Laila dan Majnun. [Image Source].
Sepanjang hidupnya, Ibnu Salam tak pernah sekalipun berhasil menyentuh Laila. Apalagi menjamah kesucian Laila. Meski tetap menjalani peran sebagai istri yang baik dan patuh terhadap suaminya, wanita tersebut tak pernah sekalipun merelakan tubuhnya kepada pria tersebut.

Berita menyakitkan ini lambat laun sampai juga ke telingan Qays si Majnun. Sudah barang tentu hatinya semakin tersayat mendengar kebar ini. Sejak saat itu ia memutuskan untuk menjauh dari peradaban dan menghabiskan sisa waktunya sendirian di pedalaman hutan.

Hari-harinya hanya ditemani oleh hewan-hewan liar yang secara ajaib kerap berkumpul di dekatnya, khususnya manakala cuaca sedang sangat tak bersahabat. Beberapa pelancong dari negeri sebrang pernah melihat dirinya ketika mereka tengah bepergian dari dan ke dalam kota. Ketika menulis puisi, Majnun hanya bersenjatakan dahan kayu dan menulisnya di atas pasir.

Kabar duka kepergian orang tua semakin menjatuhkan Majnun ke dalam keterpurukan

Bertahun-tahun kemudian, kedua orang tua Majnun meninggal. Mengetahui hal ini, Laila berniat mengirimkan kabar tersebut kepada Majnun. Ia menemukan seorang pria tua yang mengklaim sering melihat Majnun di gurun pasir. Melihat Laila memohon sesenggukan, pak tua akhirnya menyetujui permintaan Laila.

Laila dan Majnun
Ilustrasi kecantikan Laila. [Image Source].
Suatu hari, ketika pria tua tersebut kembali menemukan Majnun, ia pun memberitahukan kabar duka ini. Tersiksa, terpuruk dan menyesal mendengar kabar kepergian orang tuanya, Majnun kemudian bersumpah untuk menghabiskan seluruh sisa hidupnya di padang gurun ini.

Beberapa tahun setelahnya, suami Laila meninggal. Meski tengah dirundung duka, wanita tersebut tetap berharap ia dapat berjumpa dan bersatu dengan cinta sejatinya, selamanya. Sayang, takdir tak berkata demikian.

Akhir kisah tragis dua sejoli yang tak diperkenankan takdir untuk hidup bersama

Dalam tradisi sukunya, Laila diwajibkan untuk berkabung atas kepergian suaminya selama dua tahun penuh tanpa menemui orang lain sekalipun. Mengetahui hal tersebut, Laila menangis. Ia tak terima jika harus menunggu dua tahun lagi lamanya untuk dapat bertemu dengan sang pujaan hatinya. Ia sudah sangat tersiksa setelah harus dipisahkan bertahun-tahun lamanya. Laila pun menyerah pada kehidupan. Ia meninggal akibat sakit hati yang tak tersembuhkan, sendirian di masa perkabungan tanpa mampu menemui Majnun yang ia cintai.

Laila dan Majnun
Ilustrasi Laila dan Majnun. [Image Source].
Kabar kematian Laila pada akhirnya sampai juga terdengar oleh Majnun. Sesaat setelah mendengar kabar tersebut, ia langsung pergi menuju tempat dimana Laila dikuburkan. Di sana ia habiskan waktunya dengan menyesal dan menangisi Laila, sosok pujaan yang harus ia relakan pergi untuk selama-lamanya. Ia pun meninggal dunia dengan damai dan jasadnya tergeletak tepat di pinggir makam Laila. Ketika kerabat Laila datang untuk berziarah ke makam Laila, mereka mengetahui bahwa sosok di sampingnya adalah Qays yang dulu dicintai oleh Laila. Qays si Majnun pun dikubur di samping Laila. Konon, ruh mereka bersatu dalam dunia yang abadi.

Begitulah, kisah cinta Laila dan Majnun yang harus berakhir tragis dan memilukan. Namun, kisah perjuangan mereka dalam menjaga kesucian cinta bagi satu sama lain akan terus abadi dan selalu dikenang terutama oleh insan-insan manusia yang mencari cinta suci dari kekasih sejati.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA