Viral, Seorang Siswi SD Bawa Bungkus Pembalut Jadi Kotak Pensil Karena Tak Mampu Beli

Banyak yang merasa iba karena anak ini justru menggunakan bungkus pembalut untuk menyimpan pensilnya

oleh Faradina
13:00 PM on Apr 21, 2017

Berbicara mengenai perlengkapan sekolah, tentu saja ada beberapa benda penting yang harus disediakan. Mulai dari seragam, tas sekolah, buku pelajaran, sampai alat tulis beserta tempat pensilnya. Tapi tak jarang juga ada beberapa siswa yang tidak dapat memenuhi perlengkapan sekolah dikarenakan faktor keluarga terbentur masalah ekonomi. Seperti berita yang baru-baru ini beredar tentang anak-anak di pelosok Indonesia yang semua tak memiliki tas sekolah. Miris memang, tapi apa mau di kata, mereka harus tetap bersekolah meski tanpa perlengkapan penting tersebut.

Ternyata permasalahan tidak lengkapnya peralatan sekolah itu tak hanya dialami oleh siswa-siswi di Indonesia saja. Belum lama ini pengguna sosial media dikejutkan dengan berita tentang cuitan seorang guru yang menuliskan tentang siswinya tak sanggup membeli kotak pensil.

Baca Juga
6 Alasan Kenapa One Piece Nggak Pernah Bikin Penggemar Bosen Meski Sudah 20 Tahun
Inilah 4 Alasan Mengapa Profesi TKI Bisa Bikin Seseorang Jadi Kaya Mendadak

Sang murid menggunakan bungkus pembalut sebagai kotak pensil

Kejadian bermula saat seorang guru akan memulai pelajaran dan semua siswa satu per satu mengeluarkan perlengkapannya dari tas. Betapa terkejutnya guru tersebut ketika mengetahui salah satu muridnya malah mengeluarkan bungkus pembalut. Pasalnya yang dia ajar kali ini adalah murid-murid sekolah dasar di mana pembalut bukan hal lumrah untuk dibawa.

Bawa bungkus pembalut [image source]
Setelah dicek ternyata isi dari kemasan tersebut bukanlah pembalut, melainkan pensil warna. Guru yang diketahui bernama Syafaat Nasir tersebut masih dengan kondisi kaget kemudian membiarkan siswinya tetap menggunakan bungkus pembalut sambil menasihati untuk selalu menyimpan pensil warnanya dengan baik. Entah mengapa siswi yang tidak diketahui namanya tersebut memilih bungkus pembalut, bukannya kantong lain untuk menyimpan pensil warna.

Cuitan Syafaat Nasir direspon baik oleh masyarakat

Seperti yang sudah disebutkan bahwa kejadian itu sebelumnya ditulis sang guru di akun twitternya. Melihat keadaan siswi tersebut yang dianggap menyedihkan, kemudian banyak masyarakat yang merasa iba dan menawarkan bantuan. Akun sang guru, @syafaatnasir, kembali bercerita bahwa selepas ceritanya tersebar di media sosial ada banyak orang yang menawarkan bantuan untuk murid itu.

Cuitan guru [image source]
Banyak sekali pesan whatsapp datang ke ponsel miliknya hanya untuk menawarkan sumbangan berupa kotak pensil. Ada juga beberapa yang salut karena siswi tersebut tidak merasa malu menggunakan bungkus pembalut untuk menjaga alat tulisnya tetap rapi. Semua pesan yang masuk itu kemudian dibalas dengan ucapan terimakasih serta doa oleh si guru karena telah mendoakan yang terbaik untuk muridnya.

Kotak pensil sisa sekolah jadi hadiah indah untuk sang murid

Syafaat memang sengaja tidak menerima bantuan dari orang-orang yang sudah menghubunginya karena merasa hal tersebut bisa ditangani oleh sekolah. Benar saja, beberapa waktu kemudian dia mengunggah foto di sosial media yang menyatakan siswi tersebut sudah mendapat kotak pensil baru dari sekolah.

Kotak pensil hadiah [image source]
Kotak pensil tersebut sebenarnya adalah sisa hadiah dari lomba yang sempat diadakan oleh sekolah. “Untungnya ada stok hadiah kompetisi lebih hari itu. Parents jangan tak sensitif sangat ya!” (untungnya ada sisa hadiah lomba di sekolah. Para orang tua jangan marah ya) sebut Syafaat di akun media sosialnya.

Kalau dipikir-pikir berapa sih harga kotak pensil? Pasti tidak lebih mahal dari uang sekolah kan? Itulah yang membuat banyak orang merasa miris saat tahu ada siswa tak mampu memilikinya. Apalagi pengganti kotak pensil si murid adalah bungkus pembalut di mana banyak dianggap sebagai barang yang kurang pantas bila harus diperlihatkan di depan umum. Wajar saja bila kemudian orang-orang berbondong-bondong ingin membantu sang gadis. Kisah ini tentu saja membuat kita paham ternyata bukan hal yang mudah bagi kebanyakan orang untuk menyediakan perlengkapan sekolah. Namun tentunya hal tersebut jangan sampai membuat motivasi sang anak menurun karena bagaimana pun juga sekolah tetap penting untuk dilanjutkan, meski tanpa kotak pensil bahkan seragam sekalipun.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA