Korea Utara Tak Takut Dirujuk ke ICC Karena Masalah Pelanggaran HAM

oleh venny
10:49 AM on Feb 17, 2015

Ancaman pengaduan ke Mahkamah Pidana Internasional ICC dengan tuduhan kejahatan kemanusiaan tak membuat Korea Utara merasa khawatir.  Negara yang dipimpin oleh Kim Jong-Un ini menolak atas tuduhan itu dan merasa tak bersalah, bahkan perwakilan Korea Utara akan bertolak ke Amerika Serikat untuk menghadiri pertemuan guna melakukan pembelaan diri.

Pada Bulan Desember lalu, Majelis Umum PBB mendesak dewan Keamanan PBB mempertimbangkan untuk membawa Kore Utara ke ICC, karena setelah dilakukan penyelidikan PBB, pelanggaran HAM di negara itu sebanding dengan pelanggaran yang dilakukan Nazi pada masa Perang Dunia II.

Baca Juga
7 Hal Ini Jadi Alasan Kenapa Wanita Jepang Ogah Menikah
Lolicon, Sindrom Ketertarikan Pada Gadis di Bawah Umur yang Ternyata ‘Berbeda’ dengan Pedophilia

Kim Jong Un, pemimpin Korea Utara
Kim Jong Un, pemimpin Korea Utara

Dalam konferensi pers saat pemaparan misi negara untuk PBB, Duta Besar Korea utara untuk PBB, Jang Il Hun mengungkapkan tidak adanya rasa khawatir terhadap kemungkinan diadilinya Korea Utara di ICC.

“Kami tidak khawatir sama sekali karena kami bisa meresponn setiap langkah dan kami tidak bersalah atas kejahatan apapun, “ kata Jang Il Hun, Senin (16/2/2015) seperti dikutip dari cnnindonesia.

Ia pun kembali menegaskan negaranya tidak bersalah dan membantah tuduhan tersebut. “Kami benar-benar menolak dan tegas membantah semua klaim tersebut,” tegasnya.

Menurut para diplomat, negara sekutu kuat Pyongyang, Tiongkok kemungkinan besar akan memveto usaha Dewan Keamanan PBB untuk merujuk negara yang berbatasan dengan Korea Selatan itu ke ICC.

Bahkan Jang telah meminta pembatalan konferensi tentang HAM di Korea Utara yang sedianya akan digelar di Pusat Studi Internasional Strategis (CSIS) di Washington hari ini, Selasa (17/2/2015) kepada pihak Amerika Serikat.

Jang menyatakan jika konferensi tersebut digelar, pihak Korea Utara menuntut untuk turut serta dalam acara tersebut. Pihaknya juga merasa permintaan pembatalan konferensi tersebut ditolak, pasalnya pihak Departemen Luar Negeri AS menyatakan bahwa pemerintah AS bukan penyelenggara acara tersebut, karena yang menggelar konferensi itu adalah pihak swasta.

Jang menyebut acara ini adalah upaya sia-sia yang dilakukan oleh pihak amerika dan Korea selatan, karena laporan yang nantinya akan disampaikan dinilai sebagai kesaksian palsu karena paksaan.

Sementara itu Ketua Konferensi, Victor Cha, kepala CSIS dalam program Korea mengungkapkan pertemuan tersebut akan terbuka untuk umum dan lembaga think-tank. Karena pada umumya untuk acara seperti ini, CSIS tidak akan mengeluarkan undangan. Mengenai kemungkinan kehadiran Jang dalam konferensi tersebut ia menyebut Diplomat Korea Utara perlu ijin dari Departemen Luar Negeri untuk bepergian keluar dari daerah New York City.

Dalam konferensi tersebut akan dihadiri beberapa orang pembicara, antara lain Michael Kirby yang merupakan kepala Komisi Penyelidikan PBB tentang pelanggaran hak asasi di Korea Utara, Marzuki Darusman pelapor khusus PBB tentang hak asasi manusia di Korea Utara dan Robert Raja, utusan khusus AS untuk masalah hak asasi manusia Korea Utara.

 

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
BERITA LAINNYA
BERITA PILIHAN
Seperti Ini Nasib Para Pemain Film Esek-Esek Setelah Pensiun, Dijamin Kaget Kamu Lihatnya 25 Foto Selfie Fail Abis yang Bikin Kamu Ketawa Ngakak Sampe Perut Mules 15 Potret Nona Berlian, Pemeran Ronaldowati yang Kini Cantiknya Tak Kalah dari Gadis Korea Tak Hanya Fenomena Gancet, Ternyata ‘Cupang’ Juga Bisa Membuat Orang Meninggal 7 Fakta Tentang Dunia Esek-Esek Jepang yang Bakal Membuatmu Tercengang Kabar Terbaru Dicky Haryadi, Kontestan AFI 1 yang Dulu Pernah Bikin Para Cewek Meleleh Ternyata Segini Gaji Pemain Film "Dewasa", Penderitaan Tidak Sebanding dengan Penghasilan Cantik dan Soleha, Putri Sulung Almarhum Uje ini Bikin Cowok Rela Ngantri Jadi Imamnya 5 Bercandaan Presiden Soekarno yang Lebih Kocak Dari Stand Up Comedy Wanita Ini Bikin Geger Gara-Gara Mengaku Sebagai Nabi Terakhir dan Punya Kitabnya Sendiri
BERITA TERKAIT
BACA JUGA