Kisah Pilu Fahri, Bocah Penderita Osteogenesis yang Ingin Mati Lantaran Tiap Batuk Tulangnya Patah

Saat batuk atau tak sengaja terbentur ringan, tulang Fahri pun jadi patah

oleh Aini Boom
11:00 AM on Apr 8, 2017

Kalau saja penyakit bisa ditukar, ibu Fahri sangat rela menukar rasa sakit yang diderita sang anak untuk dirinya saja. Kiranya semua orang tua juga merasakan hal yang sama. Apalagi jika tak tahan lagi menahan sakit hebat di tulang-tulangnya, Fahri pun kerap kali mengucapkan keinginannya untuk mati, sang ibu sangat merana mendengar hal tersebut.

Ucapan-ucapan putus asa Fahri tidak bisa dipersalahkan, mengingat bocah yang masih ingusan itu harus menanggung beban berat di usia yang harusnya senang-senangnya bermain. Ibu Fahri pun semakin nelangsa setelah sang anak belum juga sadar usai menjalani operasi pertama, namun pihak rumah sakit buru-buru meminta Fahri keluar dari rumah sakit. Menurut sang ibu, hal itu mungkin lantaran operasi menggunakan kartu BPJS, sungguh miris. Apakah yang sebenarnya dialami Fahri, simak kisahnya berikut ini.

Baca Juga
Bukan Tanpa Tujuan, Ini Loh Alasan Kenapa Teh Itu Baiknya Dipetik di Pagi Hari
Mirisnya Tata Krama Murid Sekarang, Guru Mendidik Sepenuh Hati Malah Dibuat Candaan

Fahri dan Penyakit Osteogenesis yang Dideritanya

Kondisi Fahri di rumahnya [image: source]
Bocah yang banyak menarik prihatin banyak orang itu bernama Muhammad Fahri. Bagaimana tidak, di usianya yang baru sebelas tahun Fahri harus menjalani hidupnya dengan melawan penyakit osteogenesis. Penyakit ini membuat tulang penderitanya sangat rapuh dan mudah patah. Rupanya, penyakit ini juga diderita sang ibu, Sri Astanti Nursani. Perempuan 32 tahun itu pun mempunyai kaki dan lengan yang membengkok. Meski begitu, kondisi tubuh perempuan yang kerap disapa Sani itu tidak parah sehingga ia bisa beraktivitas dengan baik dengan kondisi yang Fit.

Saat Batuk, Tulang-Tulang Fahri Jadi Patah

Fahri dan ibunya [image: source]
Sejak didiagnosis menderita kelainan genetik osteogenesis imperfecta, tulang-tulang Fahri sangat rapuh dan mudah patah. Hingga kini, 20 lebih dari tulang-tulangnya sudah patah. Terlebih saat tiba-tiba terbatuk, warga Kelurahan Cipadung Kecamatan Cibiru itu pun mengalami pergeseran tulang atau patah pada bagian tulang rusuknya. Saat tulangnya patah dan saking sakitnya, terkadang bocah ini merengek-rengek minta mati saja. Tulang yang rapuh ini disebabkan karena tubuh Fahri tak mampu menyerap kalsium.

Cita-Cita Mulia Fahri dan Tindakan Putus Asanya

Meski tubuhnya didera penyakit, tentu pada dasarnya Fahri mempunyai cita-cita seperti anak kecil pada umumnya. Saat ditanya jika besar ingin menjadi apa, Fahri pun menjawab ingin menjadi guru ngaji. Karenanya, dia juga berkeinginan suatu hari nanti bisa menjadi murid di Pesantren Daarut Tauhid yang merupakan besukan Aa Gym.

Fahri saat dijenguk Kapten Persib [image: source]
Mengingat impian dan penyakit yang menghalanginya untuk menimba ilmu, membuat Fahri terkadang putus asa. Belum lagi rasa sakit  akibat 6 patahan tulang rusuk depan, empat patahan tulang kering, beberapa patahan di bahu kiri dan kanan, rusuk, siku, dan juga paha terkadang membuatnya lelah. Kalau sudah begini, Fahri pun menyobek foto-foto masa balita di mana dirinya masih mampu berjalan dengan normal. Tak hanya itu, kerap kali ia juga berbicara mengandai-andai jika saja dirinya mati semuanya akan lebih mudah.

Biaya Obat Perbulan 15 Juta Rupiah dan Kisah Operasi Yang Miris

Untuk bisa bertahan hingga kini, Fahri harus diberikan suntikan obat tertentu, sehingga tulangnya bisa sedikit lebih kuat. Biaya untuk kebutuhan sebulan itu seharga 15 juta untuk sekali suntik. Tapi setelah mendapat subsidi BPJS kesehatan, harga yang harus dibayar sekitar 3,8 juta rupiah. Harga yang masih cukup tinggi untuk dibayar tukang tisu keliling seperti ibu Fahri. Untuk memenuhi harga obat itu, Sani menargetkan dirinya untuk mendapat 200 ribu per hari dari berjualan tisu.

Kondisi tubuh Fahri [image: source]
Operasi pertama Fahri dilakukan rabu lalu, namun banyak pihak yang menyayangkan pelayanan yang dinilai kurang baik. Bayangkan saja, seusai operasi di salah satu rumah sakit swasta di Bandung, Fahri yang belum sadarkan diri diminta untuk meninggalkan rumah sakit. Ibu Fahri menduga tindakan ini dilakukan pada anaknya karena biaya operasi menggunakan BPJS.

Itulah kisah Fahri yang harus menjalani hidup dengan deraan penyakit yang cukup berat. Semoga Fahri selalu diberikan kekuatan dan kesabaran untuk menjalani ujian hidupnya, pun semoga segera bisa pulih dan sehat kembali.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA