Kisah Nyoman Rai Srimben, Sosok yang Berjasa Besar Atas Berdirinya NKRI

oleh Rizal
07:00 AM on May 5, 2016

Mungkin membaca judul di atas akan membuat anda bertanya-tanya. Siapa Nyoman Rai Srimben dan apa yang dilakukannya sehingga ia dikatakan sebagai pemrakarsa berdirinya NKRI. Ya, memang, sosok ini lah yang berjasa besar bagi negara kita, Indonesia merdeka berkat jasanya, nama NKRI ditakuti juga karenanya. Untuk apa yang dilakukannya, jawabannya sangat simple namun penuh makna. Ya, sosok inilah yang melahirkan Bung Karno, si Bapak Bangsa atau pun Putra Sang Fajar.

Tanpa seorang Nyoman Rai Srimben yang menikah dengan ayah Soekarno, mungkin sejarah Indonesia akan berubah. Karena Soekarno yang berjuang untuk bangsa kita takkan pernah lahir. Makanya, sangat pantas pula kalau kita menjunjung tokoh satu ini, meskipun Nyoman Rai sendiri mungkin tak pernah menyangka anak yang dibesarkannya itu akan berpengaruh bagi Indonesia.

Baca Juga
Inilah Perbandingan Tunjangan Veteran Indonesia dan Luar Negeri Ibarat Langit dan Bumi
4 Aksi Greget yang Dilakukan Barisan Patah Hati di Pernikahan Mantan, Dijamin Bikin Geleng Kepala

Jarang ada yang membahas tokoh satu ini padahal ia juga sangat penting. Nah, kali ini Boombastis sudah mengumpulkan berbagai data-data tentang Nyoman Rai Srimben. Jika anda cinta Soekarno, maka tokoh satu ini harusnya lebih dicintai lagi.

Nyoman Rai Ternyata Anak Dari Keluarga Broken Home

Seperti yang tertulis di buku sejarah, Nyoman Rai Srimben lahir dari pasangan I Nyoman Pasek dan Ni Made Liran. Rai Srimben sendiri adalah anak kedua dari pasangan ini, beliau punya satu saudara bernama I Made Pasek. Tentang hidup masa kecil Rai Sramben, hampir tak ada bukti atau cerita apa pun. Namun, menurut tokoh setempat, sang ibunda Soekarno ini dikatakan memiliki masa kanak-kanak yang tidak terlalu menyenangkan.

Nyoman Rai Srimben saat lanjut usia [Image Source]
Nyoman Rai Srimben saat lanjut usia [Image Source]
Hal tersebut lantaran diketahui sang ayah, I Nyoman Pasek, menikah lagi dengan seorang wanita bernama Ni Sukenyeri. Diceritakan kalau Ni Made Liran tak terima dengan itu, kemudian ia pun pulang ke rumah yang ditinggalinya semasa gadis. Nyoman Rai Srimben hanya tinggal sekitar lima tahun dengan sang ayah, lalu kemudian menemani sang ibu sampai Ni Made Liran mangkat.

Kisah Cinta Terlarang Rai Srimben

Rai Srimben hidup dengan lingkungan yang religius dan masih sangat ketat dalam mempertahankan adat. Makanya, ketika seorang pria yang bukan dari golongannya menaruh hati, Rai Srimben bingung. Tapi, cinta sudah kadung melekat, akhirnya Rai Srimben nekat memperjuangkan cintanya.

Raden Soekemi dan Srimben [Image Source]
Raden Soekemi dan Srimben [Image Source]
Pria pilihan Srimben adalah seorang guru Jawa keturunan ningrat bernama Raden Soekemi Sosrodiharjo. Pria keturunan Panembahan Senopati itu diutus Belanda untuk mengajar di salah satu sekolah rakyat di sana. Tentang Srimben, Soekemi memang sudah lama menaruh hati kepada wanita satu itu. Terutama ketika melihat Srimben menari Rejang di Pura Bale Agung saat Umanis Galungan.

Kawin Lari dan Dihukum Oleh Belanda

Cinta memang buta, kedua insan ini sangat berbeda latar belakang, namun cinta membuat mereka mau menerjang apa pun. Singkat kata setelah keduanya yakin, kemudian Srimben dan Raden Soekemi menikah, kawin lari lebih tepatnya. Pihak setempat dan Belanda mencium kejanggalan ini dan akhirnya menyidangkan keduanya.

Raden Soekemi [Image Source]
Raden Soekemi [Image Source]
Belanda mendapati kegaduhan masyarakat setempat soal pernikahan Srimben yang membuat kacau adat setempat. Pemerintah Hinda Belanda pun akhirnya menjatuhi hukuman yakni denda sebesar 40 Ringgit. Denda ini akhirnya terbayar dengan perhiasan yang dimiliki Rai Srimben. Setelah huru-hara tersebut, pasangan ini tinggal di sebuah rumah di Banjar Paketan.

Ketika Sang Penyelamat Indonesia Lahir Kedunia

Soekemi dan Srimben tinggal di Bali cukup lama, lalu kemudian mereka memutuskan untuk pindah ke Surabaya. Sebelum pindah, Rai Srimben sudah melahirkan seorang anak bernama Raden Soekarmini atau yang dikenal di masa depan nanti sebagai Bu Wardoyo. Singkat kata, setelah beberapa lama tinggal di kota Pahlawan, pasangan ini dianugerahi lagi seorang anak.

Soekarno Muda [Image Source]
Soekarno Muda [Image Source]
Ya, ia adalah Koesno Sosrodihardjo atau yang kemudian kita mengenalnya dengan nama Soekarno. Kehidupan Soekemi dan Srimben pasca lahirnya Sang Putra Fajar tak begitu banyak berubah. Tercatat, setelah kedua anaknya ini cukup besar, Raden Soekemi dan istrinya pindah ke beberapa kota. Jombang, Tulung Agung, Mojokerto, lalu ke Blitar.

Mendukung Sang Putra Dengan Segenap Jiwa Raga

Beranjak agak besar Soekarno berpisah dengan keluarga dan tinggal bersama HOS Cokroaminto. Sedih memang yang dirasakan Rai Srimben, namun ia tahu ini adalah yang terbaik. Bolak-balik sang sosok satu ini juga gundah gulana mendengar kabar sang anak. Entah saat mendengar kabar pernikahan Soekarno dengan Inggrid yang berakhir, sampai kabar tentang Bung Karno yang dipenjara Belanda di Suka Miskin.

Bung Karno dan Ibunya [Image Source]
Bung Karno dan Ibunya [Image Source]
Awalnya mungkin susah bagi Srimben, namun perlahan mulai lahir banyak kebahagiaan dan kebanggaan. Salah satunya ketika Fatmawati memberikannya cucu pertama serta soal karir Bung Karno yang makin membanggakan. Namun, kebahagiaan ini hanya sebentar. Tak lama kemudian sang suami, Raden Soekemi, meninggal dunia.

Pada akhirnya sang Ibunda Bapak Bangsa ini meninggal dalam kedamaian pada tanggal 12 September 1958. Soekarno tentu saja merasa sangat kehilangan. Sosok yang selalu memberikannya banyak pengajaran akhirnya telah berpulang.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA