Kisah Ken Arok, Seorang Pencuri yang Berhasil Membangun Kerajaan

oleh Tetalogi
10:52 AM on Dec 8, 2015

Pada zaman dahulu, seseorang yang bisa membangun kerajaan dan menjadi penguasa pada umumnya adalah seorang keturunan bangsawan. Tapi tidak demikian halnya dengan kerajaan Tumapel atau Singasari.

Baca Juga : Menguak Sejarah Hashahsin, Pasukan Elit Kelompok Syiah Abad Pertengahan

Baca Juga
Bukan Metropolitan, Justru Inilah 5 Kota Paling Kaya yang Ada Di Indonesia
5 Hal Menjengkelkan Tentang SEA Games di Malaysia Ini Bikin Indonesia Meradang

Kerajaan ini tidak didirikan oleh seseorang dengan status bangsawan. Ken Arok yang merupakan pendiri kerajaan ini sebenarnya berlatar belakang sebagai pencuri.

1. Asal-usul Ken Arok yang Tidak Jelas

Tidak ada yang benar-benar tahu asal-usul Ken Arok. Namun dikisahkan, ia adalah putra Gajah Para dari desa Campara (Blitar) dan Ken Ndok dari desa Pangkur (Blitar). Meski begitu, ada juga yang menyebutkan bahwa Ken Arok bukanlah anak dari Gajah Para, melainkan terlahir karena Ken Ndok bersetubuh dengan seorang Brahma.

Patung Ken Arok [Image Source]
Patung Ken Arok [Image Source]
Gajah Para yang marah kemudian meninggalkan Ken Ndok. Namun, ada juga yang menyebutkan bahwa perbuatan tidak senonoh yang membuat Ken Ndok hamil tersebut adalah pemerkosaan dan yang dilambangkan sebagai dewa Brahma adalah orang yang berkuasa di wilayah tersebut dan tidak lain adalah Tunggul Ametung. Sehingga hal ini membuat Ken Arok sebenarnya adalah anak dari Tunggul Ametung sendiri.

Ken Ndok yang melahirkan putranya tanpa suami akhirnya membuang anaknya karena malu. Saat itulah bayi tersebut ditemukan oleh seorang pencuri bernama Lembong. Karena dibesarkan oleh seorang pencuri, maka ia juga akhirnya tumbuh menjadi seorang berandalan yang gemar mencuri dan berjudi sehingga membuat Lembong banyak hutang.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA