Kisah Ajaib Seorang Pilot yang Selamat dari Segitiga Bermuda karena Mengumandangkan Adzan

Kisah yang akan menyadarkan kita bahwa keselamatan adalah Kuasa Tuhan

oleh Nikmatus Solikha
10:00 AM on May 19, 2017

Semua orang mungkin sudah tidak asing dengan wilayah misterius yang biasa disebut Bermuda Triangle atau Segitiga Bermuda. Hingga saat ini, lokasi tersebut masih menjadi ‘momok’ yang selalu dihindari bagi para pilot dan juga nahkoda. Pasalnya, siapa saja yang melewati wilayah tersebut selalu menghilang tanpa jejak.

Banyak penelitian yang dilakukan oleh ilmuan, namun nyatanya hingga kini belum ada yang benar-benar berhasil memecahkan misteri di balik Segitiga Bermuda yang telah menelan banyak korban. Namun, siapa sangka masih ada orang yang berhasil selamat dari segitiga misterius tersebut. Dia adalah Kapten Dion Abu Bakar, seorang pilot yang berasal dari Negeri Jiran. Berikut ini adalah kisah selengkapnya tentang sang pilot.

Baca Juga
6 Alasan Kenapa One Piece Nggak Pernah Bikin Penggemar Bosen Meski Sudah 20 Tahun
Inilah 4 Alasan Mengapa Profesi TKI Bisa Bikin Seseorang Jadi Kaya Mendadak

Seorang pilot yang berhasil selamat dari Segitiga Bermuda

Sebelum disebut dengan julukan Segitiga Bermuda, lokasi tersebut memang dikenal sebagai kawasan setan. Bagaimana tidak? Wilayah di barat Samudera Atlantis yang dilingkari garis bayangan yang begitu panjang tersebut memang telah banyak memakan korban jiwa seperti kapal dan juga pesawat. Anehnya, hilangnya kapal dan pesawat sama sekali tak dapat dideteksi.

Kapten Dion yang selamat dari Segitiga Bermuda [image source]
Namun, seorang pilot bernama Dion Abu Bakar rupanya telah bikin geger media karena Kapten tersebut berhasil selamat dari Segitiga Bermuda. Menurut keterangan pilot yang berasal dari Malaysia tersebut, tidak ada yang ia ingat kecuali Allah. Di tengah kepanikan saat berada di sekitar kawasan Segitiga Bermuda, ia melantunkan adzan. Suatu tindakan tak terduga yang rupanya bisa menyelamatkannya dari kondisi paling berbahaya.

Selamat karena keajaiban

Menurut Kapten Dion, saat memasuki daerah Segitiga Bermuda, kondisi di sekelilingnya baik lautan di sekelilingnya hingga langit berubah menjadi seperti kapas. Keadaan seperti tentu saja membuat Dion ketakutan. Terlebih karena lokasi tersebut dikenal berbahaya.

Lokasi misterius [image source]
Beruntung, meski dalam kondisi panik setengah mati, Kapten Dion masih mengingat Allah, dan spontan mengumandangan adzan. Dan hasilnya sungguh luar biasa. Keajaiban terjadi. Mungkin sulit dipercaya saat melihat tiba-tiba saja situasi di sekelilingnya kembali seperti sedia kala.

Terbebas dari kapas misterius, Kapten Dion masih harus berhadapan dengan kondisi ‘Spiral Drive’

Meski keadaan sudah kembali cerah seperti sedia kala, namun nyatanya Kapten Dion belum bisa bernapas lega. Sebab, tak lama berselang setelah menghilangnya ‘pemandangan kapas’, pilot Negeri Jiran tersebut menyadari jika pesawat yang ia pandu berada dalam kondisi Spiral Driver, alias terjun bebas ke laut.

Ilustrasi kondisi Spiral Drive [image source]
Beruntung, berkat kepiawaiannya dalam mengemudikan pesawat, Dion berhasil kembali menerbangkan pesawatnya hingga mendarat di Florida. Padahal, sebelumnya Christopher Colombus pernah menulis jika saat berada di sekitar Segitiga Bermuda, peralatan tidak dapat berfungsi dengan baik selama berada di perairan itu.

Takjub dengan kuasa Tuhan

Sebelumnya, Dion dan juga co-pilotnya merasa jika kematian memang sudah begitu dekat. Namun, entah mendapat keyakinan darimana, ia begitu yakin jika kuasa Tuhan melampaui segalanya. Ia juga melantunkan adzan dengan suara keras, spontan dan tanpa perencanaan.

Hingga akhirnya berhasil mendarat di Florida, Dion dan juga co-pilotnya begitu takjub. Hal tersebut membuatnya sadar, dengan pengalamannya memegang kendali pesawat selama 40 tahun, rupanya ia masih begitu rapuh tanpa pertolongan Tuhan penguasa alam.

Demikianlah kisah dari Kapten Dion Abu Bakar, sang pilot asal Negeri Jiran yang berhasil selamat dari Segitiga Bermuda berkat adzan yang ia kumandangkan. Keajaiban tersebut mungkin membuat kita sadar, bahwa manusia sama sekali tak memiliki daya, kecuali dengan pertolongan yang Maha Kuasa.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA