Kisah Haru Nur Adabiah yang Tunggakan Biaya Sekolahnya Langsung Lunas Usai Curhat di Medsos

Semoga membuat hati kita lebih peka dalam membantu sesama yang membutuhkan

oleh Nikmatus Solikha
10:00 AM on May 24, 2017

Keberadaan Facebook di era modern ini memang memudahkan seseorang menjalin komunikasi dan silahturahmi. Bukan cuma itu, beberapa orang bahkan memanfaatkannya sebagai lahan bisnis seperti berjualan online. Bahkan, abege zaman sekarang juga menggunakan jejaring sosial tersebut untuk menuliskan uneg-uneg.

Yah, bisa disebut Facebook  sekarang itu pengganti buku diary. Demikian pula yang Nur Abadiyah lakukan serupa saat tengah dirundung pilu. Remaja kelas X SMK tersebut juga menuliskan curahan hatinya yang tengah kebingungan karena menunggak biaya sekolahnya. Berawal dari status tersebut, siapa sangka hal di luar dugaan terjadi. Tunggakan biaya sekolahnya tiba-tiba saja lunas. Gimana ceritanya? Berikut ini kisah selengkapnya.

Baca Juga
Bukan Tanpa Tujuan, Ini Loh Alasan Kenapa Teh Itu Baiknya Dipetik di Pagi Hari
Mirisnya Tata Krama Murid Sekarang, Guru Mendidik Sepenuh Hati Malah Dibuat Candaan

Sejak masuk sekolah belum bayar sama sekali

Nur merupakan pelajar putri asal Kelurahan Bener, Jalan Cendrawasih, Gang Kurma, Wiradesa. Saat ini, Nur tercatat sebagai salah satu murid di SMK 2 Yapenda Wiradesa. Selama setahun ini, Nur mengaku jika ia menunggak biaya sekolah hingga Rp 3.225.000. Dan pada hari Senin kemarin, tepatnya tanggal 22 Mei 2017 Ujian Smester Genap kenaikan kelas tingkat SMK/SMA serentak digelar.

Ilustrasi kesulitan biaya sekolah [image source]
Selama ujian, Nur terus merasa gelisah karena biaya sekolah sejak masuk SMK belum dibayar sama sekali oleh orantuanya. Siswi yang berasal dari keluarga kurang berada itu pun diminta agar memanggil kedua orangtuanya untuk datang ke sekolah, mengingat ia belum mampu melunasi biaya iuran sekolah.

Anak yatim yang sudah ditinggal ayahnya dua tahun lalu

Sejak Nur masuk sekolah, gadis malang tersebut memang belum pernah membayar iuran sama sekali. Pihak keluarga juga belum pernah datang ke sekolah untuk menjelaskan keadaan mereka. Hingga akhirnya, pihak guru BP akhirnya melakukan Home Visit ke rumah salah satu siswinya tersebut.

Sekolah Yapenda [image source]
Dari sana, pihak sekolah pun tahu jika Nur merupakan seorang anak yatim yang sudah ditinggal ayahnya dua tahun lalu. Ibunya di rumah juga tengah sakit. Keesokan harinya, kakak Nur yang berprofesi sebagai tukang pijat datang ke sekolah untuk meminta keringanan. Masalah pun dianggap selesai oleh pihak guru.

Adanya berita miring yang beredar di Facebook

Meski para guru memberi keringanan untuk Nur, namun sejatinya pihak sekolah tidak ingin ada murid lain yang tahu, hal itu agar tidak mempengaruhi pembayaran murid lain (menular). Di samping itu, di jejaring Facebook justru muncul isu miring tentang larangan mengikuti ujian bagi siswa yang belum melunasi iuran sekolah.

ilustrasi Isu larangan ujian [image source]
Terpengaruh dengan berita tersebut, Nur pun gelisah. Hingga akhirnya ia pun mengadukan nasibnya ke jejaring sosial. Menanggapi status yang menyita perhatian itu, Komisi D DPRD Kabupaten Pekalongan, Nurcholis mengatakan jika tidak seharusnya sekolah melarang muridnya mengikuti ujian dengan alasan muridnya belum melunasi SPP atau sejenisnya. Padahal, menurut para guru, pihak mereka sudah memberi pengecualian bagi satu dua orang murid yang memang berkondisi memprihatinkan.

Berkat status, tunggakan Nur Abadiyah jadi lunas

Siapa sangka dari status menyentuh tersebut, tunggakan Nur bisa lunas? Nur sendiri mengaku tidak tahu tentang siapa orang yang telah berbaik hati melunasi uang tunggakan sekolahnya.

Nur Abadiyah [image source]
Namun, menurut guru di sekolah Nur, Hamba Allah tersebut merupakan salah seorang anggota DPR yang tiba-tiba menelpon ke sekolah dan membayari semua biaya tunggakan Nur Abadiyah. Rincian biaya tersebut berupa SPP sejak bulan September 2016 hingga Juni 2017, biaya praktik, uang gedung dan uang ujian.

Kisah Nur Abadiyah memang mengundang haru. Beruntung, ada seseorang yang berbaik hati bersedia membayar tunggakan tersebut. Siapapun orang tersebut, semoga kebaikan hatinya menginspirasi kita juga untuk bergerak membantu sesama yang membutuhkan.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA