Inilah 5 Negara dengan Kerusakan Hutan Paling Parah di Dunia, Indonesia?

oleh Adi Nugroho
17:54 PM on Apr 22, 2016

Dari hari ke hari, keadaan bumi yang kita tinggali ini semakin mengenaskan. Pertama adalah masalah pencemaran yang sudah menyebar di hampir semua negara. Pencemaran ini membuat banyak bencana dan merusak bumi secara permanen. Kedua adalah masalah pemanasan global yang saat ini sudah menyebar dan membuat bumi kian panas dan es di kutub mencair.

Masalah selanjutnya adalah deforestasi entah karena kebakaran atau memang sengaja ditebangi dan dirusak. Poin terakhir dari masalah bumi ini sangatlah penting. Pasalnya, jika sampai bumi kehabisan hutan, hal-hal mengerikan seperti banjir, longsor, satwa punah, hingga menurunnya jumlah oksigen bumi bisa terjadi.

Baca Juga
6 Alasan Kenapa One Piece Nggak Pernah Bikin Penggemar Bosen Meski Sudah 20 Tahun
Inilah 4 Alasan Mengapa Profesi TKI Bisa Bikin Seseorang Jadi Kaya Mendadak

Pada momen hari bumi yang diperingati setiap tanggal 22 April ini, mari kita coba tengok seperti apa rupa hutan kita sekarang. Terpenting lagi, negara mana saja yang memiliki kerusakan paling parah di dunia selama 15 tahun terakhir.

1. Rusia – 41 Juta Hektare

Dalam 15 tahun terakhir, Rusia sudah kehilangan sekitar 41 juta hektare hutan boreal yang dimilikinya. Kemerosotan yang sangat banyak ini membuat Rusia memuncaki klasemen sebagai negara paling cepat merusak hutannya. Padahal, jenis hutan boreal ini memiliki kemampuan besar dalam menjaga kadar karbon di dalam bumi. Jika hutannya dirusak, maka secara otomatis kandungan karbon yang kaya akan menguap di udara. Kandungan karbon ini membuat efek rumah kaca di bumi semakin tinggi.

hutan Rusia [image source]
hutan Rusia [image source]
Oh ya, rata-rata perusakan hutan di Rusia dilakukan saat akan musim dingin. Penduduk banyak menggunakan kayu untuk pemanas atau pun industri. Selain melakukan penebangan, di beberapa daerah juga kerap terjadi pembakaran secara liar. Pemerintahan Rusia sebenarnya sudah mengusahakan penanaman kembali hutannya. Namun laju perusakannya justru lebih besar dari laju reboisasi.

2. Brasil – 38 Juta Hekare

Brasil kehilangan 38 juta hektare lahan hutannya karena beberapa faktor. Pertama adalah adanya aktivitas tambang yang ada di kawasan hutan. Akhirnya banyak kawasan hutan ditebangi untuk melancarkan proses penambangan. Selanjutnya adalah pembuat pembangkit listrik tenaga air di seputaran Sungai Amazon. Terakhir adalah adanya aktivitas penjualan kayu dan pembukaan lahan baru untuk membangun kedelai.

hutan Brasil [image source]
hutan Brasil [image source]
Aktivitas ini mengikis hutan Amazon dengan sangat signifikan. Bahkan diprediksi hingga 15 tahun lagi, sebanyak 40% hutan paling luas di dunia itu hilang. Jika di masa depan pemerintah Brasil tak juga menangani masalah ini, maka bisa dipastikan hutan Amazon yang melegenda itu akan hilang dengan cepat.

3. Kanada – 31 Juta Hektare

Selain Rusia dan Brazil, Kanada juga merupakan negara yang memiliki banyak hutan di wilayahnya. Mirisnya, lagu pengerusakan hutan di Kanada juga tak kalah mengenaskan dengan dua negara di atasnya. Bahkan selama 10 tahunan ada 31 juta hektare hutannya yang berada di sebelah utara rusak parah akibat tingkah laku penduduknya.

Hutan Kanada [image source]
Hutan Kanada [image source]
Penyebab utama hilangnya hutan di kawasan Kanada adalah aktivitas logging. Banyak sekali perusahaan di Kanada yang menebangi hutan tanpa bisa atau pun mau menanami lagi. Akhirnya jumlah hutan terus habis dan menyebabkan banyak bencana di negeri itu atau pun dunia secara perlahan-lahan. Oh ya, ekspor produk kayu andalan Kanada menjadi bumerang bagi negerinya sendiri.

4. Amerika – 29 Juta Hektare

Penggundulan hutan yang ada di Amerika sudah terjadi sejak masa kolonialisasi. Hutan-hutan yang sangat banyak di negeri itu ditebangi untuk keperluan industri. Di masa modern hingga sekarang, penebangan hutan yang tidak terkontrol semakin banyak terjadi dan menyebabkan banyak bencana dan spesies hewan dan tumbuhan di sana semakin menipis.

zona hijau semakin sedikit [image source]
zona hijau semakin sedikit [image source]
Amerika adalah negara yang memproduksi kayu paling banyak di dunia. Pun penduduknya juga merupakan konsumen dari produk itu sendiri. Akhirnya praktik seperti penebangan, pengangkutan hingga pengolahan di tempat kerap terjadi. Akibatnya dari tahun 1872 hingga sekarang, hutan di Amerika sudah berkurang hingga 48 persen.

5. Indonesia – 18,5 Juta Hektare

Perusakan hutan di Indonesia sudah semakin parah dari waktu ke waktu. Hutan-hutan yang ada di wilayah Kalimantan dan Sumatra semakin habis karena adanya penebangan liar. Kayu-kayu hutan yang sangat berharga itu dijual secara ilegal untuk kepentingan pribadi tanpa ada reboisasi untuk mengganti tanaman yang ditebang.

hutan Indonesia hancur [image source]
hutan Indonesia hancur [image source]
Selain adanya aktivitas penebangan liar, banyak hutan di Indonesia yang sengaja dibakar. Penyebabnya tak lain dan tak bukan karena ingin membuka lahan baru. Setelah hutan dibakar hingga habis, tanaman sawit akan segera ditanam tanpa memedulikan dampaknya. Akhirnya bencana kabut asap sempat membuat Indonesia jadi penyumbang polusi terbanyak di dunia.

Inilah lima negara dengan kerusakan hutan paling parah di dunia. Semoga di momentum Hari Bumi 2016 ini, kita semua akan semakin sadar terhadap lingkungan. Jika sampai alam yang kita tinggali rusak, maka manusia sendiri yang akan menanggung akibatnya.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
error put content