Kerja 12 Jam Sehari Tanpa Makan, Perawat ini Bunuh Diri

oleh didi
10:13 AM on Dec 18, 2014

Satu lagi kasus yang merenggut nyawa karena pekerjaan. Jaman sekarang memang banyak pekerjaan yang difasilitasi, tapi tak sedikit juga yang kurang manusiawi. Sebagai makhluk yang sadar, kita wajib menyadari apakah pekerjaan itu baik bagi kualitas hidup dan segera menyelamatkan diri bila memang terlalu membebani.

Baca Juga :10 Hal Gila Yang Hanya ada di Dubai

Baca Juga
Dinobatkan Jadi Atlet Tercantik dan Terseksi SEA Games 2017, Ini Lho Pesona Lindswell Kwok Yang Bikin Indonesia Bangga
Inilah 4 Bukti Kalau Pengguna Medsos yang Ada di Indonesia Polosnya Bukan Main

Kali ini sebuah kasus bunuh diri yang miris terjadi pada seorang perawat berjenis kelamin pria, Stuart Beddows. 15 tahun menggeluti dunia medis, ternyata tak selalu bisa membuatnya bertahan dalam pekerjaan ini.

Kerja 12 Jam Sehari Tanpa Makan, Perawat Bunuh Diri 2 MIRROR
Kerja 12 Jam Sehari Tanpa Makan, Perawat Bunuh Diri 2 MIRROR

Dilansir dari Mirror (15/12) pria yang bekerja di Black County Hospital dan Walsall’s Manor Hospital selama 15 tahun ini,  sangat mencintai pekerjaan dan pasien yang sudah bagaikan keluarga atau sahabatnya. Namun, sayang sekali, tekanan kerja karena tenaga medis minim, membuatnya stress sendiri dan berujung pada keputusan bunuh diri.

Kerja 12 Jam Sehari Tanpa Makan, Perawat Bunuh Diri 1 MIRROR
Kerja 12 Jam Sehari Tanpa Makan, Perawat Bunuh Diri 1 MIRROR

Salah seorang perawat di tempat Stuart Beddows bekerja menyebutkan bahwa tempat mereka memang kekurangan tenaga medis. Hal ini membuat Stuart kerap kali bekerja lebih sibuk dari yang seharusnya, yakni sekitar 12 jam. “Ia hanya sempat minum kopi,” kata rekan kerjanya. Pekerjaan yang menyangkut dengan kebutuhan dan nyawa pasien membuat Stuart tak bisa meninggalkan mereka begitu saja.

Dedikasi ini juga memberikan beban, sehingga Stuart mematok standar yang tinggi bagi dirinya sendiri dan memprioritaskan orang lain. Stuart adalah perawat yang sangat baik dan memiliki banyak teman. Kematiannya yang tragis membuat banyak sahabatnya menyayangkan dan memberikan sumbangan bagi keluarga yang ditinggalkan. Menurut beberapa rekan Stuart, mereka berharap pemerintah melihat kasus ini agar bisa menambah tenaga medis. Dengan begitu kejadian seperti ini tak perlu terulang kembali.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA