Pulomas, Kerajaan Gaib yang Dipercaya Memang Eksis di Indonesia

Bagi beberapa orang yang percaya dengan hal gaib akan berhati-hati ketika melewati sebuah tempat yang angker. Mereka akan waspada dengan cara menjaga sikap. Kadang, mereka akan permisi dahulu ketika memasuki tempat yang diyakini angker.

Konyol sih memang kelihatannya, tiba-tiba permisi di tempat yang kosong. Namun, suatu tempat memang dipercaya memiliki penunggu yang tak kasat mata. Jadi daripada mengalami hal yang nggak diinginkan, mendingan dibilang konyol deh.

Tempat gelap dan sepi biasanya menjadi hunian favorit makhluk halus. Tak jarang ada yang sampai menjadikan tempat tersebut sebagai kerajaannya. Salah satunya adalah rawa-rawa di Pulomas. Pernah dengar nggak mengenai kerajaan gaib yang ada di daerah Pulomas? Simak deh ulasan ini.

Kerajaan Gaib yang Memiliki Gerbang Dari Emas Murni

Pulomas terletak di Kampung Pulomas, Desa Centigi Sawah, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Di tempat ini terdapat sebuah rawa, tapi jika dilihat oleh orang ‘berbakat’ akan tampak sebuah kerajaan yang dibangun dari emas murni.

Ilustrasi gerbang emas [image source]
Layaknya sebuah kerajaan, Pulomas dipimpin oleh raja jin sakti bernama Raden Werdinata. Dalam menjalankan pemerintahannya raja jin ini didampingi oleh Mahapatih Jongkara dan Panglima Kalasrenggi. Raden Werdinata terkenal sebagai raja jin paling sakti di antara para jin penguasa alam gaib di bumi maupun di laut. Menurut kabar ia masih memimpin Kerajaan Pulomas hingga saat ini.

Kerajaan Gaib Pulomas Dipimpin Oleh Raja yang Sakti Mandraguna

Legenda kerajaan gaib Pulomas diawali dengan kisah seorang raden bernama Wiralodra yang  membabat hutan di sekitar Sungai Cimanuk untuk membangun kerajaan. Melihat tingkah laku Raden Wiralodra tersebut, Raden Werdinata berang. Mereka akhirnya saling mengadu kesaktian. Kedua raden tersebut sama-sama sakti, sehingga perang berlangsung selama 11 bulan.

Ilustrasi raja jin [image source]
Perkelahian tersebut dilerai oleh raja jin lain bernama Kalacungkring. Raja jin Kalacungkring takut jika pertarungan tersebut akhirnya melibatkan Ki Sidum, leluhur Raden Wiralodra. Jika sampai Ki Sidum terlibat, maka kerajaan jin di sepanjang Sungai Cimanuk akan luluh lantak. Akhirnya perjanjian damai disepakati dengan pernikahan lintas alam antara alam manusia dan jin. Raden Werdinata menikahi Putri Inten yang merupakan anak dari Raden Wiralodra.

Setelah sepakat berdamai, mereka bergotong royong membangun kerajaan. Pembangunan kerajaan tersebut memakan waktu sekitar tiga bulan. Raden Wiralodra menjadi pemimpin pertama di kerajaan yang hingga kini bernama Kabupaten Indramayu tersebut.

Raden Werdinata Memeluk Agama Islam

Setelah berdamai, Raden Werdinata ingin mengikat tali persaudaraan dengan Raden Wiralodra. Namun, Raden Wiralodra tak bisa menerima saudara yang tak seiman. Akhirnya Raden Werdinata mengucap syahadat dan menjadi jin muslim. Sebagai jin muslim, ia berjanji tak akan mengganggu manusia.

Ilustrasi jin muslim [image source]
Dengan berdamainya kedua pemimpin dari dunia tersebut, masyarakat Kerajaan Pulomas dan rakyat Raden Wiralodra juga hidup rukun. Penghuni Kerajaan Pulomas berjanji membantu manusia di segi ekonomi.

Pesugihan Kerajaan Gaib Pulomas Dengan Tumbal yang Mengerikan

Seiring perkembangan jaman, bantuan tersebut mulai bergeser maknanya. Banyak orang-orang yang ingin cepat kaya dengan jalan pintas. Mereka mengunjungi Pulomas untu mencari pesugihan.

Ilustrasi pesugihan [image source]
Namun, bantuan tersebut tidak gratis. Penghuni kerajaan Pulomas mau membantu dengan syarat orang tersebut mau menjadi budak di kerajaan Pulomas hingga kiamat kelak. Pemberi pesugihan tersebut bukanlah Raden Werdinata. Mengenai pesugihan yang menyesatkan tersebut, juru kunci menjelaskan bahwa itu adalah perbuatan dari penghuni Kerajaan Pulomas yang berperangai buruk.

Terlepas dari ada tidaknya kerajaan gaib Pulomas, ada beberapa pelajaran yang bisa kita petik dari kisah Raden Wiralodra dan Werdinata. Sebaiknya kita tak merusak alam demi kepentingan pribadi. Alam juga menjadi tempat tinggal makhluk hidup lain, bukan hanya manusia. Selain itu, untuk mencapai kesuksesan kita harus berusaha dengan giat.

Mau tulisanmu tayang di boombastis.com? Kirim artikel keren mu ke noormannidya@gmail.com