Kepergian Een Sukaesih Meninggalkan Luka Bagi Anak Didiknya

oleh didi
08:54 AM on Dec 14, 2014

Dunia pendidikan Indonesia baru saja kehilangan pejuang pendidikan asal Sumedang, Jawa Barat, Een Sukaesih. Ibu guru yang lumpuh sejak 27  tahun lalu itu meninggal dunia saat masih menjalani perawatan di RSUD Sumedang, Jawa Barat, Jumat (12/12) pukul 15.20 WIB.

Kontribusinya dalam dunia pendidikan negeri sangatlah besar, sehingga tak mengherankan jika banyak sekali yang mengantarkan kepergian Een Sukaesih ke tempat peristirahatan terakhirnya. Keluarga pun berduka. Termasuk anak-anak didiknya yang sempat beberapa kali menjenguk Een saat masih dirawat.

Baca Juga
Bukan Tanpa Tujuan, Ini Loh Alasan Kenapa Teh Itu Baiknya Dipetik di Pagi Hari
Mirisnya Tata Krama Murid Sekarang, Guru Mendidik Sepenuh Hati Malah Dibuat Candaan

Kepergian Een Sukaesih Meninggalkan Luka Bagi Anak Didiknya
Kepergian Een Sukaesih Meninggalkan Luka Bagi Anak Didiknya

Ratusan orang termasuk pejabat tinggi Jawa Barat dan ratusan siswa SD turut mengikuti prosesi pemakaman, mulai dari salat jenazah hingga penguburan jenazah di TPU Lio, yang berjarak sekitar 1 kilometer dari kediaman Een Sukaesih di Dusun Batu Karut RT 001/002, Desa Ciberuem Wetan, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Tangis ratusan siswa SD pecah ketika jenazah akan dikuburkan ke liang lahat. Sambil berangkulan dan bertangisan, para siswa SD yang memiliki banyak kenangan manis dengan Een Sukaesih juga melantunkan lagu ‘Terima Kasih Guru’. Hal tersebut sontak membuat proses pemakaman berlangsung haru, beberapa pelayat juga ikut meneteskan air matanya.

Een meninggal di RSUD Sumedang setelah beberapa hari dirawat sebab mengalami muntah-muntah dan tidak ada asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuhnya. Tiga hari lalu, Een dilarikan ke rumah sakit karena mengeluhkan nyeri luar biasa akibat penyakit lambungnya. Een juga mengalami infeksi di paru-paru sehingga sulit bernapas.

Een sempat koma, namun kondisinya sempat membaik. Dokter mengatakan masa kritisnya sudah lewat. Meski kondisinya masih lemah, namun dia sudah bisa diajak berkomunikasi dan menerima asupan makanan meski melalui bantuan selang. Selamat jalan Ibu Guru Een Sukaesih.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA