5 Aksi Kemarahan Rakyat Terkait Patmi, Petani yang Meninggal Setelah Mengecor Kakinya

Patmi mengecor kakinya untuk memperjuangkan haknya sebagai petani

oleh Aini Boom
17:00 PM on Mar 28, 2017

Meninggalnya Patmi, salah satu petani Kendeng dalam aksinya menuntut pencabutan izin pabrik semen beberapa waktu lalu menuai reaksi dari masyarakat. Hampir di semua daerah di berbagai tempat di Indonesia turut mendukung dan meneruskan perjuangan Patmi yang telah tiada. Ya, rupanya meninggalnya sang petani pejuang itu bikin banyak orang tersengat dan kemudian melakukan macam-macam aksi nyata.

Aksi yang dilakukan dikemas dalam berbagai kegiatan. Mulai dari meniru aksi petani yang mengecor kakinya dengan semen, penggalangan dana, hingga pergelaran konser amal. Aksi-aksi ini dilakukan untuk memperjelas penolakan masyarakat terhadap izin yang diperuntukkan pabrik semen. Berikut ini adalah aksi-aksi wujud protes dan dukungan bagi kelompok Petani Kendeng Kabupaten Rembang.

Baca Juga
Bukan Tanpa Tujuan, Ini Loh Alasan Kenapa Teh Itu Baiknya Dipetik di Pagi Hari
Mirisnya Tata Krama Murid Sekarang, Guru Mendidik Sepenuh Hati Malah Dibuat Candaan

Mahasiswa Papua Melakukan Aksi  Tuntut Penolakan Pabrik Semen

Aksi mahasiswa Papua [image: source]
Tergabung dalam Green Papua, mahasiswa dari ujung timur Indonesia juga turut memberi dukungan kepada petani Kendeng. Giyai selaku koordinator Green Papua menyatakan bahwa pabrik semen hanya akan mematikan pencarian petani Kendeng. Perkumpulan mahasiswa Papua itu juga menilai bahwa suplai semen secara nasional sudah terpenuhi, karenanya pemerintah tak  perlu memberi izin pada pabrik semen.

Aktivis Lingkungan di Bangka Mengecor Kaki

Aksi cor kaki di Bangka [image: source]
Tergabung dalam Wahana lingkungan hidup Indonesia (Walhi) Kepulauan Bangka Belitung, tiga orang aktivis nekat mengecor kakinya. Hal ini dilakukan sebagai wujud solidaritas bagi petani di Pegunungan Kendeng, Rembang. Aksi yang dilakukan di Lapangan Merdeka Pangkal Pinang ini juga sebagai bentuk protes alih fungsi lahan pertanian yang beberapa tahun terakhir marak di wilayah Indonesia. Fakta tentang 40 desa di Kepulauan Bangka Belitung yang dikonversi menjadi hutan tanaman industri pun mencuat. Pembentangan poster Patmi, tabur bunga, penyalaan puluhan lilin juga mewarnai aksi yang dilakukan 26 Maret lalu.

Superman Is Dead Menolak Lagunya Dipakai Jokowi sebagai Bentuk Protes

Jerinx, Drummer SID [image: source]
Superman Is Dead (SID) yang memang dikenal sebagai band merakyat turut melakukan aksi solidaritas bagi warga kendeng. SID menolak permintaan Presiden Jokowi untuk memakai lagunya. Hal ini juga merupakan bentuk protes pada Presiden Jokowi tentang izin yang diberikan pada pabrik semen di Kendeng. Lagu yang diminta oleh tim media sosial Presiden adalah lagu berjudul jadilah legenda. Jerinx (Drummer SID) yang menciptakan lagu itu memberikan dukungan bagi warga kendeng melalui akun facebook pribadinya dengan tagar #kendengberduka. Ia juga membeberkan penolakan pemakaian lagu di akun sosial media pribadinya itu.

Aksi Solidaritas kendeng di Kartasura

Aksi di Solo [image: source]
Bertempat di jalur utama Solo-Semarang, ratusan mahasiswa dari berbagai universitas di Solo menggelar aksi solidaritas utnuk petani Kendeng. Dalam aksi ini para mahasiswa mendesak agar Presiden Joko Widodo membatalkan izin operasi bagi pabrik semen. Mereka berpendapat bahwa pabrik semen di Kendeng hanya menyengsarakan masyarakat sekitar. Pentas teatrikal juga mewarnai aksi ini. Beberapa orang menutup kepala dengan bungkus semen lantas berjalan lunglai dengan cairan warna merah di dada yang melambangkan darah. Ada juga beberapa keranda mayat yang ditutupi kain putih.

Konser Amal untuk Petani Kendeng di Malang

Aksi solidaritas Malang [image: source]
Dihadiri band-band indie Malang seperti Wake Up Iris, Rotan dan Kayu, Nabila, Odang, dan Lembaga Seni Mahasiswa Islam (LASMI), konser amal akan digelar. Acara yang digelar di Universitas Gajayana Malang itu sengaja menampilkan lagu-lagu bertema lingkungan. Nyanyian tersebut dimaksudkan sebagai protes dan wujud solidaritas bagi Petani Kendeng. Setiap penonton yang hadir mendonasikan uang sebesar sepuluh ribu rupiah yang digunakan untuk membantu masyarakat Kendeng. Sehari sebelumnya (23 Maret 2017), para mahasiswa juga mengegelar doa bersama untuk Ibu Patmi dan Salim Kancil. Para mahasiswa ini berharap pemerintah mau membuka mata dan telinga, sehingga pengorbanan Ibu Patmi tidak sia-sia.

Aksi-aksi di atas menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia masih memiliki rasa gotong royong dan solidaritas yang tinggi. Semoga pemerintah bisa mempertimbangkan baik-baik apa yang diinginkan masyarakat, untuk kemudian bisa memberikan keputusan terbaik yang adil bagi semua pihak.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
5 Artis Cilik Zaman Dulu yang Penampilannya Sekarang Bikin Kita Mangap Gak Percaya Potret Kehidupan Mewah Anak Orang Kaya di Hong Kong yang Dijamin Membuatmu Melongo 7 Wanita Tercantik di Jepang ini Bikin Dengkul Lemes Pria Menikahi Boneka yang Ceritanya Menuai Kontroversi, Ternyata Kenyataannya Bikin Nyesek Orang-orang yang Dulunya Terkenal Ini Kini Nasibnya Berputar 180 Derajat Inilah 11 Status Kocak “Emak Zaman Now” di Medsos yang Bikin Minder Anak Muda Karena Kalah Eksis Bukan So Sweet, 10 Foto Prewedding Ini Malah Punya Konsep Kocak Abis, Pasti Ketawa Liatnya Sempat Jadi Terkenal Secara Instan, Seperti Ini Nasib 4 Artis Dadakan yang Karirnya “Terjun Bebas” Kisah Sedih Eva, Calon Pengantin Yang Tertabrak Kereta Saat Mengantar Undangan Pernikahannya 16 Foto Ini Jadi Bukti Kalau Orang Indonesia Kreatifnya Bukan Main
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA